Rusia Akan Meningkatkan Investasi Di Indonesia

Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang menerima Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin yang ada  di Gedung MPR/DPD RI Jakarta. Pada pertemuan itu membahas hubungan serta kerja sama ekonomi Rusia dengan Indonesia.

OSO yang didampingi Wakil Ketua DPD Darmayanti Lubis, anggota DPD RI Bahar Ngitung, Parlindungan Purba, serta Sekjen DPD RI Sudarsono H. Oso mengklaim Rusia telah proaktif pada Indonesia untuk selalu meningkatkan serta merajut hubungan kerja. Terlebih siklus ekonomi dunia sekarang ini memang memerlukan satu kesadaran antarnegara untuk pembangunan kebangkitan ekonomi.

Duta Besar Federasi Rusia Mikhail mengungkap animo terhadap DPD RI atas supportnya sampai kini terutama dalam soal kerjasama ekonomi serta pertahanan. Apalagi dibanding tahun 2015, ada kenaikan sekitaran 34 % dalam perdagangan yang terjalin dengan Indonesia.

Mikhail juga tawarkan hubungan kerja di bagian pembangkit listrik tenaga nuklir, industri migas, bagian pertanian, wahana antariksa dan pengembangan tehnologi informasi. “Rusia miliki potensi besar utk meningkatkan energi nuklir. Untuk kedepannya akan lebih sulit mengembangkan  energi tanpa ada kembangkan energi nuklir, kami begitu terbuka untuk meningkatkan hubungan kerja dengan Indonesia”, tutur Mikhail.

“Dimana ekonomi global sekarang ini mengalami kesulitan serta gangguan, jadi hubungan kerja antarnegara mesti ditingkatkan, ” katanya.

Terlebih perdagangan bilateral Indonesia – Rusia bergerak alami penurunan. “Tentu ini bukan hanya keinginan ke-2 negara. Karenanya, saya tawarkan keunggulan tehnologi dari Rusia, supaya investasi Rusia di Kalimantan Timur bisa menolong pembangunan ekonomi yang tambah baik, ” papar OSO.

Karena itu, dia mengharapkan supaya Dubes bisa memberikan pada pemerintah Rusia untuk meningkatkan investasi yang tidak hanya kerata api, namun juga aluminium, bauksit, alumina dan sebagainya. Baik bahan setengah jadi ataupun telah jadi. “Jadi, kami berteirma kasih kunjungan ini, ” tuturnya.

Disamping itu Mikhail Galuzin mensupport apa yang di sampaikan OSO supaya hubungan kerja ekonomi ke-2 negara selalu ditingkatkan. Presiden Vladimir Putin serta Presiden Jokowi juga telah bertemu untuk pengembangan proyek-proyek industri, pertahanan serta ketahanan.

Perjanjian di bagian pertanian serta ekonomi. Seperti pembangunan kilang minyak di Jawa Timur,PLTN, serta industri Migas di Indonesia. Untuk pengembangan proyek KA di Kalimantan timur, serta bauksit di Kalimantan Barat, ” katanya.

Tetapi yang terutama lagi, kata Mikhail, Rusia mempunyai potensi besar agar bisa mentransfer tehnologi nuklir ke Indonesia. Sebab itu ke depan, sulit tanpa ada pengembangan energi tanpa meningkatkan energi nuklir.

 “Rusia satu diantara negara yang maju pada pengembangan tenaga nuklir, ” katanya.

Menyikapi Duta Besar Federasi Rusia, Ketua DPD RI tawarkan supaya kelebihan tehnologi, uang, material dari Rusia serta tenaga kerja dari  negara Indonesia bisa membangun system kerja sama serta ekonomi ke depan jadi lebih baik.

Untuk membangun ekonomi itu diawali infrastruktur. Pembangunan infrastruktur semua Indonesia diawali dari berbagai daerah. Nah itulah fungsinya ada DPD RI, ” tutur Ketua DPD

Disamping itu pada kesempatan berbeda, Ketua DPD RI terima kunjungan Duta Besar Azerbaijan Tamerlan Karayev. Tamelan memohon support dari Ketua DPD RI, DR. Oesman Sapta berkaitan pengembangan hubungan kerja pariwisata di negara eropa itu. Kunjungan duta besar itu dari tindak lanjut atas kunjungan DR. Oesman Sapta ke Azerbaijan bulan September tahun kemarin. Di mana kunjungan Ketua DPD RI itu mempunyai tujuan untuk menjalin hubungan kerja pada Indonesia dengan Azerbaijan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *