Prinsip Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros Dengan Skema 40-30-20-10

Prinsip mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros – Kehidupan seseorang yang sudah memiliki rumah tangga memang membutuhkan banyak biaya. Mulai dari berbagai cicilan seperti rumah atau mobil, biaya makan sehari-hari, listrik, air, belum ditambah dengan pengeluaran-pengeluaran tidak terduga seperti sakit.

Pemasukan dalam rumah tangga selalu saja masih kurang mencukupi, boro-boro untuk menabung, untuk kebutuhan primer pun terasa masih kurang. Tetapi sebenarnya jika Anda pandai dalam mengatur keuangan rumah tangga, tentu pemasukan Anda akan terasa cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan bahkan masih menyisakan untuk tabungan Anda.

Mulailah dari sekarang untuk bebenah diri dalam mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros. Karena tidak sedikit pula rumah tangga yang kemudian hancur karena masalah ekonomi dan tidak bisa mengatur keuangan sehingga selalu kurang, tentu Anda tidak ingin kan?

Anda dapat mencoba menggunakan prinsip 40-30-20-10 untuk dapat menghemat keuangan rumah tangga Anda. Berikut ini penjelasan prinsip mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros yang dapat Anda praktekkan untuk kehidupan rumah tangga yang lebih nyaman.

40 Persen Untuk Kebutuhan Sehari-Hari

kebutuhan rumah tangga
kebutuhan rumah tangga

Prinsip mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros yang pertama adalah menggunakan 40  persen untuk kebutuhan sehari-hari. 40 persen merupakan presentasi yang sudah ideal untuk mampu mencukupi semua kebutuhan hidup sehari-hari Anda. Kebutuhan hidup yang dimaksud disini adalah biaya makan, listrik, air, pulsa, rekreasi dan lain-lain. Katakanlah bahwa penghasilan Anda sebulan adalah Rp. 6.000.000, maka yang Anda gunakan sebagai uang untuk kebutuhan sehari-hari adalah sebesar Rp. 2.400.000.

Lalu bagaimana uang sebesar Rp. 2.400.000 menjadi cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan penuh? Dimulai dari biaya makan, Anda berusahalah untuk dapat memasak dan jangan terbiasa untuk membeli makanan diluar. Usahakan untuk memasak makanan yang sederhana, Anda boleh untuk memasak makanan yang sedikit mewah hanya sesekali saja. Dan jangan lupa untuk selalu mencatat apa saja yang akan Anda beli sebelum belanja, hal ini akan mengurangi kemungkinan Anda akan mengambil barang diluar catatan Anda.

Untuk listrik, cobalah untuk menggunakan kapasitas watt yang tidak terlalu besar atau dengan kata lain melebihi 900 watt. Dengan cara ini, Anda dapat membatasi penggunaan listrik Anda karena jika penggunaan melebihi kapasitas 900 watt dalam penggunaan sehari-hari, maka listrik Anda tidak akan kuat dan bahkan mati dengan sendirinya.

Sedangkan untuk penggunaan air, gunakanlah air secara bijak jangan sampai dihambur-hamburkan. Misalnya Anda dapat mengisi penuh langsung bak dan berbagai ember untuk sekali menyalakan kran Anda. Hal ini selain menghemat air yang akan terbuang sia-sia, juga akan menghemat listrik Anda. Usahakan untuk jangan bolak-balik menyalakan kran hanya untuk hal yang tidak penting seperti cuci tangan, kecuali jika Anda menggunakan tabung air.

30 Persen Untuk Cicilan

KPR rumah
KPR rumah

Dengan harga rumah yang semakin meningkat tentu akan sangat sulit untuk dapat membelinya secara cash. Oleh karena itu, Anda dapat mencoba untuk membelinya dengan cara menyicil. Tentu untuk mempersempit tagihan, maka Anda dapat menyicil rumah melalui KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Dengan menggunakan fasilitas KPR biasanya harga cicilan lebih murah. Dengan penghasilan Anda Rp. 6.000.000 misalnya, sehingga di dapatkan 30 persennya sebesar Rp. 1. 800.000. Maka dengan uang Rp. 1. 800.000 tersebut Anda sudah dapat menyicil rumah dengan KPR. Jika bisa Anda menghindari untuk membayar sewa rumah karena biaya sewa dan cicilan KPR biasanya tidak jauh berbeda atau bahkan sama.

Memiliki cicilan dalam konteks perencanaan keuangan masih dapat dikatakan baik sepanjang digunakan untuk membeli rumah, kendaraan atau peralatan untuk kebutuhan yang sifatnya produktif. Hindarilah untuk membelu barang yang sifatnya konsumtif seperti gadget mewah, jalan-jalan, barang-barang branded dan lain-lain yang akan membuat perencanaan keuangan akan menjadi kurang baik.

Hal ini bukan berarti Anda tidak boleh konsumtif, hanya saja kalau bisa jangan berhutang untuk hal yang sifatnya konsumtif tersebut. Anda bisa membelinya ketika memang sedang memiliki uang yang lebih saja. Jika memang dana Anda belum cukup, belilah yang sesuai dengan kemampuan.

20 Persen Untuk Masa Depan

Prinsip mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros yang berikutnya adalah menggunakan 20 persen penghasilan Anda untuk masa depan. Anda harus mulai mempersiapkan tabungan yang bisa saja Anda gunakan sebagai dana darurat, asuransi jiwa dan kesehatan, dana pendidikan anak, dana pensiun atau untuk mengembangkan kekayaan dan dana untuk berbagai tujuan keuangan lainnya.

Katakanlah penghasilan Anda sebulan sebesar Rp. 6.000.000, sehingga 20 persennya adalah sebesar Rp. 1. 200.000. 20 persen uang Anda tersebut keseluruhan digunakan untuk biaya yang sifatnya untuk masa depan atau dengan kata lain untuk menabung.

menabung
menabung

Untuk dapat memenuhi masa depan tersebut Anda dapat menggunakan produk jasa keuangan dan investasi seperti tabungan, deposito, asuransi dan reksa dana atau emas. Segala bentuk investasi tentu memilki berbagai resiko. Dengan Anda memahami dengan baik resiko, cara kerja dan juga hak dan kewajibawan dalam produk jasa keuangan maka masyarakat dapat menikmati potensi penghasilan dari produk tersebut di masa mendatang.

10 Persen Untuk Pos Dana Sosial

Sisa 10 persen dari penghasilan Anda jika sebulan adalah sebesar Rp. 6.000.000 adalah Rp.600.000. Pos dana sosial ini fungsinya adalah untuk membeli kado pernikahan, dana arisan atau dapat digunakan sebagai biaya darurat yang menimpa Anda maupun keluarga dekat.

Dana sosial

Dana ini merupakan dana yang paling fleksibel dan tidak mesti semunya akan terpakai. Anda bisa menggunakan dana ini untuk kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya tidak harus atau primer. Oleh karena itu, dana ini dapat Anda gunakan sebagai dana dadakan ketika ada sesuatu yang terjadi di luar pos-pos sosial tersebut. Anda dapat mengutak-atik dana ini misalnya ketika Anda sedang kekurangan uang karena biaya kebutuhan sehari-hari membengkak. Sedangkan jika dana ini tidak terpakai atau masih memiliki sisa, Anda dapat memasukkanya ke tabungan untuk biaya masa depan.

Dana 10 Persen ini memang nilainya mungkin tidak seberapa, namun dana ini bisa saja menjadi penting ketika terjadi sesuatu yang sifatnya mendadak. Sehingga Anda tidak perlu mengutak atik biaya kebutuhan sehari-hari atau biaya cicilan atau biaya untuk masa depan. Karena jika Anda sampai melakukannya, maka akan sulit bagi keuangan Anda karena ketiga biaya tersebut merupakan biaya yang mutlak harus Anda bayarkan.

Untuk dapat merealisasikan pengaturan keuangan dengan prinsip mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros dengan skema 40-30-20-10, maka dibutuhkan komitmen yang kuat, disiplin dan kesabaran dalam menjalankannya. Jika tidak maka uang Anda akan banyak yang terpakai secara sia-sia. Anda harus memastikan bahwa pembagian presentase biaya di atas sudah dilakukan di awal bulan ketika baru menerima pendapatan Anda. Demikian artikel tentang prinsip mengatur keuangan rumah tangga yang harus Anda coba praktekkan agar keuangan Anda lebih hemat.

 

Artikel Investasi Syariah ini dikenal, sbb :

menghemat 30:20:10 -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *