Perbedaan Manajemen Investasi Syariah dan Konvensional

Dengan banyaknya model instrumen investasi saat ini, perbedaan manajemen investasi syariah dan konvensional menjadi aspek yang paling sering dipertanyakan. Banyak para calon investor yang belum mengerti dengan baik perbedaan mendasar yang ada di kedua jenis investasi tersebut. Jika dilihat sekilas, perbedaan yang paling mendasar terdapat pada prinsip dan sistem manajemen dalam menjalankannya.

Investasi konvensional menganut sistem dan prinsip asal untung. Maka masalah suku bunga dan sebagainya mengikuti model perhitungan suku bunga bank konvensional. Sistem berbeda digunakan oleh investasi syariah. Dalam menjalakannya, investasi syariah menggunakan prinsip-prinsip yang sesuai dengan akad muamalat dalam Islam. Semua keuntungan yang didapatkan sudah mendapatkan persetujuan dari Dewan Syariah Indonesia sehingga di jamin kebersihan dan kehalalannya. Untuk lebih memahami perbedaan manajemen investasi syariah dan konvensional, berikut adalah penjelasan detailnya.

Indeks Perdagangan

Manajemen Investasi Syariah dan Konvensional
Manajemen Investasi Syariah dan Konvensional

Perbedaan yang pertama terletak pada indeks perdagangan dari kedua jenis investasi tersebut. Keduanya dikeluarkan oleh pasar modal yang sesuai dengan prinsipnya masing-masing. Jadi untuk investasi syariah akan dikeluarkan oleh pasar modal syariah juga, dan sebaliknya. Meskipun demikian, tak jarang juga indeks perdagangan syariah mengacu pada pasar modal konvensional.

Jadi nantinya, anda akan menemukan beberapa indeks perdagangan syariah yang memang secara khusus dikeluarkan oleh pasar modal konvensional. Namun anda tidak perlu khawatir. Semua perhitungan saham-saham yang dikeluarkan pasar modal modern tersebut sudah disesuaikan dengan prinsip-prinsip dan kriteria saham syariah. Umumnya, sebuah saham bisa dikriteriakan sebagai saham syariah apabila saham tersebut tidak berhubungan dengan produksi barang-barang yang dilarang dalam agama. Saham hasil produksi minuman keras, rokok, dan alat-alat judi tidak bisa dikategorikan sebagai saham syariah karena jelas bertentangan dengan aturan agama.

Berbeda dengan indeks perdagangan investasi syariah, investasi konvensional mengambil data-data saham dari semua sumber. Baik yang bertentangan dengan aturan agama maupun tidak. aspek halal dan haram tidak diperhatikan dalam investasi konvensional. Asalkan saham sudah terdaftar di bursa saham, maka saham tersebut bebas diperjualbelikan.

Mekanisme Transaksi di Pasar Modal

Transaksi di Pasar Modal
Transaksi di Pasar Modal

Perbedaan manajemen investasi syariah dan konvensional yang kedua terletak pada mekanisme transaksinya di pasar modal. Beberapa poin berikut bisa anda jadikan rujukan dalam menentukan sebuah investasi termasuk syariah atau konvensional. Berikut adalah poin-poinnya dimulai dari investasi syariah.

  1. Transaksi investasi syariah bersih dari unsur ribawi. Maksudnya, semua transaksi dalam investasi syariah sudah terbebas dari jenis-jenis ribawi yang sudah ditentukan pelarangannya dalam agama.
  2. Menghindari transaksi yang bersifat ghahar atau meragukan serta spekulatif. Transaksi yang bersifat spekulatif sangat dihindari karena dekat dengan model perjudian.
  3. Saham investasinya jauh dari produksi barang-barang yang dilarang juga subhat dalam agama seperti alkohol, alat-alat perjudian, rokok, dan lain-lain.
  4. Transaksi jual beli saham dalam investasi syariah tidak boleh dilakukan secara langsung. Hal tersebut adalah demi menghindari terjadinya manipulasi harga saham di pasaran.

Sedangkan untuk mekanisme transaksi di pasar modal investasi konvensional adalah sebagai berikut:

  1. Penerapan konsep bunga ala bank konvensional yang jelas mengandung riba di dalamnya.
  2. Hampir semua transaksi yang terjadi di saham investasi konvensional bersifat spekulatif dan manipulatif.
  3. Saham perusahaan tertanam di banyak perusahaan tanpa memerhatikan aspek halal dan haramnya.
  4. Transaksi jual beli saham dilakukan secara langsung melalui jasa broker. Transaksi model tersebut sangat rentan terhadap permainan dan manipulasi harga.

Saham

Saham yang diperjualbelikan dalam investasi syariah berasal dari emiten atau perusahaan yang sahamnya lolos dari syarat dan prinsip syariah yang sudah ditetapkan. Detail syarat-syarat saham syariah adalah sebagai berikut:

  1. Transaksi tidak berbasis pada bunga.
  2. Transaksi dan akad harus jelas.
  3. Saham berasal dari kegiatan produksi perusahaan yang dijamin kehalalannya.
  4. Transaksi terbebas dari unsur manipulasi pasar, insider trading, dan lain-lain.
  5. Instrumen investasi adalah akad-akad yang terdapat dalam ketentuan muamalat fikih Islam. Akad-akad tersebut meliputi akad mudhorobah, musyarakat, ijarah, dan istima’.

Sedangkan transaksi pada investasi konvensional cenderung mengabaikan syarat-syarat di atas. Cirinya jelas, transaksi investasi konvensional hampir dipastikan mengandung bunga, mengandung transaksi yang spekulatif, dan juga sasaran sahamnya adalah semua perusahaan. Selain itu, jelas transaksinya dipenuhi dengan sifat manipulatif.

Obligasi

Perbedaan keduanya juga bisa dilihat dari obligasi yang diterbitkan. Obligasi syariah harus memiliki beberapa persyaratan berikut.

  1. Wajib berdasarkan pada akad mudhorobah sesuai dengan fatwa MUI dalam DSN-MUI Nomor 7/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan mudhorobah.
  2. Emiten atau pihak yang menerbitkan obligasi bertindak sebagai pengelola modal investor atau mudhorib.
  3. Investor atau pemegang modal bertindak sebagai shohibul mal. Emiten obligasi adalah pihak yang bersih dari kegiatan ekonomi yang bertentangan dengan nilai-nilai syariah.
  4. Perjanjian yang berlaku harus disetujui oleh kedua belah pihak yang kerja sama dan dicatat dalam akad yang resmi.

Sebagai perbandingan, ciri-ciri obligasi konvensional adalah sebagai berikut:

  1. Prinsip yang dianut adalah sistem bunga.
  2. Emiten bertindak sebagai pihak yang berhutang atau debitur.
  3. Pemilik modal bertindak sebagai kreditur atau pemberi pinjaman.
  4. Emiten obligasi bebas masuk dalam segala jenis usaha dan produksi, baik halal maupun haram.

Reksadana

Selain  berbeda dalam saham dan obligasi, perbedaan manajemen investasi syariah dan konvensional yang terakhir terdapat dalam model reksadana yang diusung. Pada rekasadana syariah, ciri-cirinya antara lain sebagai berikut:

  1. Ada dua akad yang harus dipenuhi sebelum reksadana syariah bisa dioperasikan. Yang pertama yaitu akad antara pemilik modal atau investor dengan manajer investasi. sedangkan akad yang kedua yaitu akad antara manajer investasi dengan pengguna dana investasinya. Ketentuan tersebut harus sesuai dengan peraturan yang tertulis pada fatwa DSN-MUI Nomor 20/DSN-MUI/IX/2000 berkenaan dengan reksadana syariah.
  2. Reksadana di alokasikan pada jenis usaha yang tidak bertentangan dengan syariah.
  3. Pembagian keuntungan antara manajer investasi dan pemilik modal harus sesuai dengan akad yang telah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian.
  4. Manajer investasi terbebas dari segala risiko kerugian yang disebabkan oleh pengguna dana investasi.

Sedangkan reksadana dalam aturan konvensional memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Hukum kontrak investasi kolektif reksadana di atur dalam UU Nomor 8 Tahun 1995 BAB IV Pasal 18 hingga 29 menyangkut peraturan pasar modal.
  2. Investasi dilakukan pada semua lini perusahaan konvensional.
  3. Pembagian keuntungan antara manajer investasi dengan pemodal didasarkan pada besarnya tingkat suku bunga yang berlaku.
  4. Manajer investasi turut menanggung kerugian yang disebabkan oleh pengguna dana pinjaman karena prinsip yang dianut adalah kolektivitas.

Kesimpulan

Akhirnya, demikianlah beberapa perbedaan manajemen investasi syariah dan konvensional yang bisa anda ketahui. Jelas sebuah prinsip untuk tidak mengalokasikan dana investasi sertaakad-akad yang digunakan membuat investasi model syariah lebih aman bagi anda yang sangat teliti masalah halal dan haram dalam berinvestasi. Semoga bermanfaat.

Artikel Investasi Syariah ini dikenal, sbb :

manajemen investasi konvensional -Manajemen investasi konvensional adalah -manajemen investasi konvensional dan syariah -manajer inverstasi syariah -perbedaan manajemen investasi syariah dan manajemen investasi konvensional -perbedaan manajemen syariah dan konvensional -perbedaan manajemen syariah dengan konvensional -syarat dan ketentuan prinsip investasi syariah -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *