Ketahui 9 Penyebab KPR Ditolak Oleh Pihak Bank

Penyebab KPR ditolak – Saat ini, KPR sudah menjadi alternatif utama saat seseorang ingin memiliki rumah, namun belum memiliki dana yang mencukupi. Kredit Pemilikan Rumah adalah kredit yang disediakan oleh pihak bank atau lembaga keuangan lainnya untuk memenuhi kebutuhan kepemilikan rumah dengan jaminan berupa rumah itu sendiri. Cara kerjanya, bank akan membayarkan semua kebutuhan pembangunan rumah dan kemudian, pemilik menyetorkan cicilan kredit setiap bulan ke pihak bank. Tentu saja skema seperti ini sangat memudahkan orang-orang yang ingin memiliki rumah idaman mereka. Sayangnya, tidak selalu semua proposal pengajuan KPR yang masuk akan disetujui oleh pihak bank. Hal tersebut tentu saja merupakan langkah hati-hati yang diambil bank supaya tidak terjebak kredit macet dengan pengaju KPR. Lala sebenarnya apa saja penyebab KPR ditolak? Berikut adalah alasan-alasannya yang juga berlaku sebagai penyebab KPR subsidi ditolak Bank BTN.

Tidak Memenuhi Syarat

 pengajuan KPR
pengajuan KPR

Alasan pertama mengapa proposal pengajuan KPR ditolak adalah karena orang yang mengajukan KPR belum memenuhi syarat. Syarat yang di maksud di sini adalah syarat-syarat teknis seperti umur yang ditentukan bagi seseorang untuk bisa diizinkan mengajukan KPR. Umur minimal yang disyaratkan supaya seseorang bisa mengajukan KPR adalah 21 tahun. Jika masih belum mencapai umur tersebut, maka orang tersebut tidak memiliki kewenangan untuk menjalankan kontrak dengan pihak pemberi KPR. Sebagai contoh, mungkin pada zaman sekarang sudah banyak anak muda yang memiliki penghasilan banyak dari sosial media. Tapi meskipun begitu, mereka tetap tidak boleh mengajukan KPR karena faktor umur tersebut.

Syarat lain yang perlu diperhatikan adalah adanya Source of Repayment, yaitu sumber penghasilan dari pengaju KPR yang digunakan untuk membayar cicilan setiap bulan. Pihak bank biasanya akan menanyakan surat lama bekerja dari pengaju KPR disertai dokumen pendukung lainnya.

Dokumen Tidak Lengkap

dokumen
dokumen

Semua dokumen yang disyaratkan oleh bank merupakan pintu utama bank mengenali calon penerima KPR. Bank akan menggunakan dokumen-dokumen tersebut untuk menimbang apakah calon penerima KPR benar-benar merupakan kandidat yang sesuai dengan yang disyaratkan atau tidak. Nah, jika pada tahap awal saja pengaju KPR sudah tidak tertib, maka bisa dipastikan KPR akan ditolak. Syarat dokumen yang dibutuhkan oleh pihak bank meliputi formulir aplikasi, fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi NPWP, fotokopi buku tabungan 3 bulan terakhir, fotokopi slip gaji khusus karyawan dan SIUP/TDP untuk pengusaha, fotokopi sertifikat HM/HGB/SHMRS, fotokopi IMB, dan fotokopi PBB terakhir. Untuk persyaratan khusus lain, setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda.

Verifikasi Gagal

verfikasi gagal
verfikasi gagal

Sebagai tindak lanjut dari pengajuan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, pihak bank akan melakukan verifikasi data dengan mendatangi langsung lokasi yang bersangkutan. Bank akan melihat apakah data yang diajukan benar-benar valid atau hanya rekaan semata. Nantinya, jika ditemukan perbedaan antara data di dokumen dengan kenyataan di lapangan, maka pihak bank akan mengurangi potensi proposal pengajuan KPR diterima. Contohnya, calon penerima KPR menuliskan alam sebuah usaha yang diklaim miliknya di suatu daerah. Namun saat pihak bank melakukan survey lapangan, ditemukan kebenaran bahwa tempat usaha tersebut adalah milik pamannya. Dia hanya bekerja sebagai karyawan di tempat itu. Maka dari titik ini, bank memiliki alasan yang kuat untuk menolak KPR tersebut.

Telepon tidak Tersambung

Terdengar sepele, namun sangat berpengaruh. Seperti sebelumnya, pihak bank akan mulai melakukan validasi satu persatu terhadap data calon penerima KPR yang masuk, termasuk nomor telepon. Jika saat pihak bank menghubungi nomor yang bersangkutan namun tidak ada respons, maka pihak bank akan memasukkannya sebagai kategori yang meragukan. Bahkan pernah ada kejadian dimana seorang pembantu rumah tangga yang tidak mengetahui nama lengkap pemilik rumah menerima telepon dari pihak bank. Akhirnya, pinjaman si tuan rumah pun ditolak. maka urusan nomor telepon ini juga perlu di perhatikan.

Penghasilan Kecil

pinjaman bank
penghasilan rendah

Penyebab KPR ditolak yang selanjutnya adalah karena calon penerima KPR memiliki penghasilan yang rendah. Umumnya, pihak bank akan menyetujui KPR jika besarnya cicilan setiap bulan adalah 30 persen dari jumlah penghasilan yang didapatkan. Jadi ketika seseorang memiliki penghasilan 10 juta per bulan, maka cicilan yang boleh diajukan terbatas pada angka 3 juta saja. Perhitungan persentase ini menjadi mudah jika diajukan oleh karyawan atau PNS dengan gaji yang relatif stabil dan tetap. Berbeda dengan skema yang diterapkan pada calon penerima KPR dengan profesi wiraswasta atau pekerja lepas. Bank akan menghitung penghasilan terendah kedua profesi tersebut selama setahun dan menggunakannya sebagai patokan jumlah cicilan yang bisa di ambil. Jadi meskipun penghasilan selama satu tahun seorang wirausahawan atau pekerja lepas mencapai 120 juta, namun ketika ada bulan di mana yang bersangkutan hanya menerima 5 juta saja, maka besar cicilan yang bisa diambil maksimal hanya sebesar 1.2 juta saja.

Black List Bank Indonesia

Penyebab KPR ditolak selanjutnya adalah kemungkinan calon penerima KPR masuk ke dalam Black List BI. Seperti yang sudah dipaparkan, bank akan melihat semua informasi mengenai pengaju KPR terlebih dahulu, terutama dengan transaksi perbankan yang pernah dilakukan oleh yang bersangkutan. Bank akan cenderung menerima pengajuan KPR dari calon penerima KPR yang memiliki catatan bagus dan taat dalam membayar cicilan-cicilan yang pernah diajukan sebelumnya. Bank bisa melihat semua aktivitas perbankan pihak yang bersangkutan melalui Sistem Informasi Debitur (SID) yang menyediakan seluruh database transaksi nasabah di seluruh Indonesia. Jika calon penerima KPR terbukti masuk dalam Black List (daftar hitam) dan terkenal susah saat membayar cicilan-cicilan sebelumnya, maka pihak bank juga akan memikirkan lagi untuk menyetujui proposal KPR-nya. Mungkin sebelum mengajukan bisa dilakukan peninjauan pribadi dengan membuka halaman SID terlebih dahulu.

Jaminan kurang Layak

sertifikat tanah
sertifikat tanah

Bank Indonesia sudah mengeluarkan peraturan mengenai besaran jaminan yang bisa diajukan sebagai KPR. dalam Peraturan Bank Indonesia No.17/10/PBI/2015 Tanggal 18 Juni 2015 serta Peraturan Bank Indonesia No.18/16/PBI/2016 dinyatakan bahwa nilai jaminan untuk KPR rumah tapak di atas 70 meter persegi nilainya adalah maksimal 85 persen dari nilai jaminannya. Jika jaminan berada di luar ketentuan tersebut, maka pihak bank akan melakukan peninjauan ulang sebelum menolaknya.

Uang Muka Tidak Cukup

Setali dengan peraturan yang mengikat ketentuan jumlah jaminan dan bahwa jumlah pinjaman terhadap nilai jaminan selalu di awasi oleh Bank Indonesia, maka bank juga mewajibkan adanya uang muka yang besarannya sudah ditentukan. Uang muka tersebut bersifat wajib dan setiap bank memiliki ketentuannya masing-masing. Biasanya, bank akan mensyaratkan uang muka sebesar 20 hingga 30 persen dari nilai rumah yang di KPR-kan.

Tidak Ada Kerjasama dengan Pihak Pengembang (Developer)

Pihak bank ternyata tidak hanya melakukan pengecekan terhadap calon penerima KPR saja, namun juga ke pihak pengembang. Jika KPR diajukan oleh developer yang sudah lama bekerjasama dengan pihak bank dan memiliki catatan bagus, maka potensi KPR disetujui menjadi lebih besar. Namun jika developer ketahuan memiliki catatan hitam, maka sepertinya anda harus mencari developer lainnya.

Itulah 9 penyebab KPR ditolak. tidak selalu berkaitan dengan hal-hal besar, anda juga perlu memperhatikan selalu hal-hal kecil yang memungkinkan KPR yang diajukan ditolak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *