Pengertian Properti Syariah Ciri-Ciri dan Keuntugannya

Ketika pertama kali melihat tentang iklan properti syariah, mungkin hal pertama yang terlintas di benak Anda adalah apa pengertian properti syariah? Dan bagaimana konsepnya? Apa perbedaannya dengan investasi properti pada umumnya? Ini adalah hal wajar karena belum banyak yang mengerti tentang properti syariah. Karena pada umumnya, ketika berbicara tentang properti, maka yang muncul adalah tentang sebuah investasi berbentuk properti seperti rumah, tanah, dan sebagainya.

Untuk itulah, pada kesempatan kali ini akan diulas secara lengkap tentang properti syariah. Jadi untuk memahami konsep, pengertian, dan segala hal tentang properti syariah, sebaiknya Anda simak ulasan berikut ini.

Apa itu Properti Syariah

Properti Syariah
Properti Syariah

Properti syariah atau yang juga dikenal dengan KPR syariah adalah sebuah skema kepemilikian properti berbentuk rumah dengan akad yang sesuai berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Properti syariah bukan sekedar tentang konsep rumah hunian, namun juga mencakup skema kepemilikian properti tersebut.

Instrumen yang Diperbolehkan oleh Developer Properti Syariah

Seperti halnya konsep investasi syariah, properti syariah juga menerapkan sebuah instrumen yang diperbolehkan dalam hal jual beli. Untuk hal ini, ada istilah isthisna’ yang berlaku dalam instrumen properti syariah. Secara singkat, inti dari isthisna’ sendiri adalah mengenai skema pesan bangunan.

Ini adalah salah satu skema yang diperbolehkan dalam syariat Islam dan juga telah dijelaskan dalam hukum fiqih. Contohnya adalah seperti ini. Anda ingin membeli sebuah rumah, maka Anda dapat memesannya terlebih dahulu. Anda diperbolehkan untuk melakukan penyesuaian desain, ukuran, dan serta segala fasilitas yang akan ada di dalam rumah tersebut. Dengan kata lain, maka Anda sebagai konsumen akan membeli rumah yang sifatnya indent yakni dengan memesannya terlebih dahulu.

Developer Properti Syariah
Developer Properti Syariah

Meski demikian, tak semua developer properti syariah harus menerapkan konsep atau skema yang satu ini. Ada juga developer properti syariah yang menerapkan skema jual beli. Dalam arti rumah yang ingin dibeli oleh konsumen sifatnya bukan lagi indent, namun ready stock.

Ketika ingin membeli properti rumah tersebut, konsumen dapat membelinya dengan beberapa pilihan pembayaran yang disepakati ketika akad. Contoh pilihan pembayaran yang dimaksud adalah cash total, yakni dalam satu kali pembayaran. Atau juga dapat membeli dengan cash bertahap sesuai dengan waktu yang disekapati, misalnya 1 tahun hingga 5 tahun, dan lain sebagainya.

Lantas apa yang membedakan antara bisnis properti syariah dan properti pada umumnya? Bukankah sistem yang diterapkan hampir sama? Memang benar. Namun untuk bisnis properti syariah, tidak ada suku bunga yang diterapkan di dalamnya. Dengan kata lain, harga rumah tersebut adalah tetap, tidak peduli jenis pembayaran yang dilakukan secara kredit ataupun cash. Hal ini karena sesuai dengan nama dan pengertian properti syariah, semua hal yang terdapat di dalamnya harus sesuai dan diperbolehkan dalam prinsip syariah.

Skema Tanpa Denda dan Tanpa Sita dalam Properti Syariah

Hal lain yang harus Anda ketahui tentang bisnis investasi properti syariah adalah pada jenis investasi ini, tak ada sistem denda ataupun sita meskipun konsumen tak dapat membayar pada bulan berjalan.

Skema denda tanpa hutang
Skema denda tanpa hutang

Contohnya adalah ada konsumen yang membeli sebuah properti rumah dengan tahap pembayaran selama 1 tahun. Kemudian, pada bulan ke 5, ternyata konsumen yang dapat membayar cicilan rumah tersebut karena ada keperluan mendadak atau masalah lain yang membutuhkan uang dalam jumlah banyak. Maka hal yang perlu dilakukan oleh konsumen adalah dengan memberikan informasi pada developer properti syariah sehingga muncul sebuah kebijakan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Dengan begitu, maka tidak akan ada proses denda ataupun sita, namun dengan syarat-syarat yang berlaku sesuai perjanjian di awal akad jual beli.

Pada umumnya, solusi yang banyak diterapkan ketika permasalahan di atas terjadi adalah pihak developer akan meminta konsumen dalam membantu penjualan aset rumah lain yang dimiliki oleh developer. Dengan begitu, maka marketing fee dari penjualan rumah tersebut dapat digunakan untuk membayar cicilan rumah yang tak mampu dibayar. Namun apabila solusi tersebut tak membuahkan hasil, maka pihak developer memiliki hak untuk menyuruh konsumen dalam menjual rumah tersebut. Jadi sebagian hasil penjualan rumah dapat digunakan untuk membayar cicilan dan sisanya merupakan hak penuh dari konsumen.

Beberapa Hal Spesifik yang Menjadi Ciri Khas Properti Syariah

Setelah mengetahui tentang pengertian properti syariah serta skema yang berlaku di dalamnya, maka kini saatnya mengulas tentang hal-hal yang menjadi ciri khas dari bisnis properti syariah. Setidaknya terdapat 3 hal yang perlu Anda ketahui. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Tanpa Bank

Pada bisnis properti syariah, konsumen dan pihak developer tidak membutuhkan perantara bank. Dalam arti semua proses jual beli dilakukan secara langsung.

  • Tanpa Riba

Ciri lain yang dimiliki oleh properti syariah adalah tak ada riba yang berlaku di dalamnya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, sistem bunga tidak berlaku pada bisnis properti syariah. Hal ini tentu berbeda dengan beragam bisnis lain yang menjadikan bunga sebagai keuntungan. Dalam properti syariah, tak ada bunga yang masuk dalam kategori riba sehingga dapat dijamin aman untuk dilakukan.

  • Tanpa Denda dan Penalti

Ciri khas yang ketiga dari bisnis properti syariah tak ada denda serta penalti. Hal ini tentu akan sangat meringankan konsumen. Dengan cara mencari solusi apabila ternyata konsumen tak dapat membayar cicilan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka kedua belah pihak tidak akan menghadapi masalah yang sulit.

Keuntungan dalam Menjalankan Bisnis Properti Syariah

Bisnis Homestay
Bisnis Property Syariah

Anda telah memahami pengertian, ciri-ciri, serta skema bisnis syariah. Maka ulasan berikut ini akan menjelaskan tentang beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dalam menjalankan bisnis properti syariah. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Harga yang akan Terus Naik

Keuntungan pertama, dapat dipastikan harga properti yang Anda jual akan mengalami kenaikan harga dari waktu ke waktu. Hal ini dapat dibuktikan dengan ketika melemahnya nilai tukar, harga properti tidak akan terpengaruh bahkan tetap mengalami kenaikan harga. Inilah salah satu alasan mengapa Anda harus mempertimbangkan untuk memilih bisnis ini ketika mencari keuntungan yang halal dan berprinsip pada nilai-nilai syariah yang diperbolehkan dalam Islam.

Untuk besaran kenaikan harga, biasanya semakin strategis lokasi properti tersebut, maka harganya juga akan semakin naik. Anda dapat membandingkan antara harga rumah di kota-kota besar padat penduduk dengan di tempat yang masih sepi penduduk. Harganya tentu akan lebih tinggi rumah yang berada di keramaian.

2. Dijamin Bebas dari Uang Haram

Keuntungan investasi properti syariah yang kedua adalah Anda tak perlu lagi ragu tentang pendapatan yang Anda peroleh dari bisnis properti syariah, apakah itu halal atau haram. Dengan skema, sistem, dan konsep yang diterapkan, sudah dapat dipastikan bahwa bisnis ini jauh dari riba.

Setidaknya itulah sedikit ulasan tentang pengertian properti syariah, skema yang diterapkan, ciri-ciri serta keuntungannya.

Artikel Investasi Syariah ini dikenal, sbb :

spirit property syariah -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *