Pengertian Ekonomi Syariah dan Cara Menerapkannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian ekonomi syariah – Belakangan ini, gerakan ekonomi syariah menjadi booming dikalangan masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya program-program berbasis syariah yang dibuka, mulai dari program pendidikan syariah, pinjaman syariah, bahkan ojek online berbasis syariah. Ya, dunia ekonomi syariah memang menjadi hal yang sangat menarik karena dinilai tidak hanya sekedar menguntungkan, tetapi juga aman untuk digunakan oleh siapapun.

Pengertian ekonomi syariah sendiri adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang memandang, menganalisa, dan menyelesaikan permasalahan ekonomi dengan cara islam yang berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi. Ekonomi syariah mempunyai dua pokok landasan hukum, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Hukum-hukum didalamnya pun diambil dari landasan pokok tersebut secara prinsip dan konsep yang tidak dapat berubah. Dan untuk mengenal lebih jauh tentang ekonomi syariah, simak ulasan berikut yang akan memberikan pengertian dari ekonomi syariah menurut beberapa ahli.

Pengertian Ekonomi Syariah Menurut Para Ahli

 Ekonomi Syariah
Ekonomi Syariah

Dalam buku The Islamic Economy, Monzer Kahf mengatakan bahwa ekonomi syariah atau ekonomi islam adalah suatu bagian dari ilmu perekonomian yang sifatnya indisipliner. Dalam hal ini artinya ekonomi islam tidak dapat berdiri sendiri, melainkan perlu adanya penguasaan lebih lanjut dalam bidang keilmuan lainnya sebagai alat untuk menganalisa suatu duduk perkara. Seperti misalnya ilmu matematik, logika, statistik, dan ushul fiqh.

Sedangkan bagi Muhammad Abdullah Al Arabi, ekonomi syariah adalah kumpulan dari dasar-dasar umum ekonomi yang telah disimpulkan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hal tersebut merupakan bangunan dari perekonomian yang didirikan di atas landasan dasar-dasar tersebut yang sesuai dengan lingkungan dan masanya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa definisi dari ekonomi syariah adalah segala bentuk upaya dalam menjalankan sistem perekonomian yang sesuai dengan nilai dan kaidah islam. Segala sesuatunya juga disesuaikan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sehingga perekonomian dapat dijalankan dengan tata cara yang adil dan tidak merugikan pihak manapun.

Perlu disepakati pula bahwa ekonomi syariah bukan hanya milik orang-orang beragama islam saja, melainkan ekonomi ini adalah suatu sistem untuk mengelola perekonomian yang bisa digunakan oleh siapapun. Dalam hal ini non muslim pun diperbolehkan untuk menjalankan perekonomian islam karena sejatinya gerakan ekonomi islam adalah salah satu sistem perekonomian terbaik yang tidak menimbulkan mudarat.

Juga perlu disepakati bahwa pengertian ekonomi syariah tidak hanya sebatas pengelolaan uang dalam bentuk hutang-piutang, penggadaian, atau simpan pinjam dan sejenis lainnya. Melainkan ekonomi syariah adalah segala upaya perekonomian yang dilakukan tanpa menyalahi aturan dan tidak merugikan orang lain serta dicintai oleh Tuhan. Sehingga setiap upaya kita dalam menjalankan roda perekonomian yang legal dan tidak mengundang murka Tuhan, bisa disebut sebagai ekonomi syariah.

Sebagai contohnya ketika seseorang membuka usaha pertambangan, maka ketika usaha tambang tersebut dibuka dengan tetap memperhitungkan penghijauan dan tidak merugikan kondisi alam, hal itu bisa disebut sebagai gerakan ekonomi syariah atau ekonomi islam. Karena segala hal yang dilakukannya tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga orang lain dan pastinya tidak merugikan alam, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjangnya.

Atau bahkan ketika ada seorang fotografer fashion yang memutuskan untuk hanya mau mendokumentasikan foto dari model hijab saja, maka itu juga termasuk salah satu bentuk ekonomi syariah. Dalam hal ini sang fotografer berani meninggalkan profesi puncaknya sebagai foto model dan mengalihkannya untuk khusus foto model hijab. Hal ini tentu sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang mana melarang terbukanya aurat, apalagi mempublikasikannya kepada khalayak.

Dengan demikian akan muncul pandangan baru bahwa ekonomi syariah bukanlah sistem ekonomi yang rumit. Pada dasarnya ekonomi syariah akan membawa kita untuk mampu berekonomi dengan cara-cara yang baik dan halal. Tidak hanya mementingkan keuntungan diri sendiri namun juga orang-orang disekitar. Lebih jauh dari itu, ekonomi syariah akan membuat kemajuan yang pesat pada bangsa ini apabila bisa diterapkan dengan baik.

Cara Menerapkan Ekonomi Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari

Ekonomi syariah memiliki tujuan yang selaras dengan syariat islam, yaitu untuk mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Tentunya dengan cara-cara yang baik dan terhormat serta tidak merugikan orang lain. Untuk itulah ekonomi syariah sangat disarankan agar mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu bagaimana cara menerapkan sistem ekonomi syariah ini? Sistem ekonomi pada dasarnya sangat erat kaitannya dengan suatu negara. Sedangkan suatu negara pasti terikat dengan ideologi yang dianutnya. Dari ideologi inilah akan lahir berbagai peraturan bagi negara dan aturan yang ada akan melahirkan sebuah sistem kehidupan di negara tersebut.

Untuk itu di Indonesia sistem ekonomi syariah sangat mungkin untuk diterapkan karena sistem ini akan bersinggungan dengan ideologi pancasila dan dasar-dasar demokrasi negara. Sistem ekonomi syariah juga erat kaitannya dengan sistem lain, seperti sistem politik, sosial, pendidikan, dan hukum. Sehingga seperti yang sebelumnya sudah disinggun, ekonomi syariah tidaklah sebatas perbankan dan Anda pun bisa mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan dimulai dari hal kecil.

Mari kita lihat cara menerapkan ekonomi syariah ini dari beberapa sistem yang ada. Mulai dari sistem politik, maka berpolitiklah dengan tata cara islam. Hindari berpolitik dengan membohongi publik. Jangan biasakan mengumbar berita bohong apalagi janji palsu. Bahkan bagi kubu pendukung partai politik, haruslah bisa menjalankan perannya tanpa harus menjatuhkan pihak lawan. Dengan demikian akan tercipta gerakan ekonomi islam yang baik, seperti yang sebelumnya sudah terjadi, yaitu ‘212 Mart’. Itu merupakan bukti dari adanya gerakan politik yang berbasis islami sehingga melahirkan produk islami pula. Dengan demikian akan tercipta lapangan kerja yang baik dan halal.

Lalu dari segi pendidikan, jangan sampai sebuah instansi pendidikan mengubah suatu sistem edukasi menjadi sistem keuangan. Telah banyak dijumpai dunia pendidikan yang seolah menjadi industri keuangan baru. Biaya pendidikan yang mahal dan minimnya transparansi penyaluran biaya seolah membuat masyarakat harus memiliki uang terlebih dulu sebelum bisa mendapat ilmu.

Padahal dalam negara pun sudah dijelaskan bahwa setiap Warga Negara memiliki hak untuk mendapat akses pendidikan. Lalu apabila sistem pendidikan sudah tidak sesuai dengan sistem negara dan syariah, apakah itu bisa menghasilkan output yang halal dan baik? Tentu sangat sulit jawabnya. Untuk itu sebaiknya nilai-nilai islam disisipkan dalam dunia pendidikan, pun dengan para siswa atau mahasiswa yang harus mengejar pendidikan dengan cara islami. Mulai dari belajar dengan sungguh-sungguh hingga menaruh cita-cita pada kepentingan umat, bukan hanya kepentingan untuk memperkaya diri sendiri.

Nah demikianlah ulasan singkat seputar pengertian ekonomi syariah dan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah bahwa ekonomi syariah bukan terikat pada kaum muslim, melainkan bisa dipakai oleh siapapun dan dalam bidang apapun. Karena sejatinya ekonomi syariah merupakan gerakan perekonomian yang menjamin keberhasilan tanpa harus merugikan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *