Peluang Investasi yang Tepat Saat Ramadan

Bulan ramadan dan menjelang lebaran, berbagai kalangan masyarakat di Indonesia yang cenderung meningkat. Yang mana seiring dengan meningkatnya berbagai pendapatan yang disebabkan dengan adanya THR (Tunjangan Hari Raya) yang nilainya sama satu kali bahkan dua kali gaji yang akan diterimanya.

Selama bulan Ramadan, banyak pedagang yang menyajikan kue dan takjil dadakan semakin ramai yang sering kita temui diberbagai ruas jalan bahkan hampir seluruh kota yang ada di Indonesia. Kondisi tersebut mengakibat berbagai pedagang sangat membutuhkan bahan pokok makanan untuk membuat kue seperti terigu, gula, mentega, telur, kondisi tersebut membuat bahan makanan yang lain ikut meningkat.

Tidak hanya itu selama bulan Ramadan masyarakat Indonesia memiliki tardisi yang gemar untuk mengadakan kegiatan bersilaturahmi dengan buka puasa bersama. Semisal dengan mengundang teman, tetangga, keluarga, rekan bisnis, klien, bahkan yang sering dilakukan dalam moment bulan suci Ramadan ini banyak berbagai kalangan masyarakat menyelengarakan kegiatan buka bersama di panti asuhan. Berbagai acara tersebut tentunya membutuhkan konsumsi yang tidak sedikit.

Setelah berbagai acara pada bulan Ramadan mendekati hari raya idul fitri masyarakat muslim khususnya beramai untuk mempersiapkan berbagai makanan sebagai pelengakap dalam merayakan hara raya tersebut. Tentunya konsumen bahan mentah untuk membuat berbagai makanan seperti kue kering kondisi tersebut membuat persedian bahan mentah seperti tepung terigu, mentega serta bahan kue yang lainnya juga ikut naik.

 

Tidak hanya itu tingkat, komunikasi juga semakin meningkat mulai dari telepon, video call, sms dan chat. Hal itu sebagai sarana masyarakat untuk komunikasi karena tidak bisa bertemu pada saat lebara untuk menyapa dan meminta maaf dengan fasilitas jalur komunikasi itu. Pemakaian pulsa dan paket data akan membutuhkan stok yang banyak.

Dengan meningkatnya seluuruh kebutuhan masyarakat berbagai perusahaan yang ada hubungannya dengan tradisi saat Ramadan tersebut juga akan mempengaruhi pendapatannya. Berbagai perusahaan pada sektor makanan dan minuman halal, serta sektor perdagangan ritel, komunikasi, hingga transportasi sedang menyiapakan untuk menghadapi berbagai permintaan.

Sudah bisa dipastikan kondisi dilantai di bursa saham, juga akan mengalami penignkatan permintaan serta penjualan tersebut biasanya diiringi dengan naiknya jumlah harga saham. Melihat kondisi tersebut sebaiknya, berinvestasi saham untuk emiten-emiten akan bisa meningkatkan jumlah laba dalam selama Ramadan.

“Yang sering terjadi akan terjadi lonjakan pada sektor consumer dan ritel, karena jumlah konsumsi masyarakat yang semakin meningkat,” tegas David Setyanto, dari analis First Asia Capital terhadap Tirto.

Jumlah konsumsi yang semkain meningkat tidak hanya sebagai klaim belaka. Dari data tahun lalu, pada saat mendekati Ramadan, Tirto telah menggelar survei. Dari 353 responden yang masih berusia 16 hingga 30 tahun menjadi pilihan sebagai responden. Dari total tersebut, 44,5 persen dari laki-laki serta sisanya dari perempuan.

Dari data hasil survei, sudah didapatkan kurang lebih 56,4 persen, telah mengeluarkan uang tambahan yang mendapai Rp1 juta bahkan hingga Rp3 juta hanya dalam waktu Ramadan saja. Dari biaa tambahan pengeluaran tersebut biasanya untuk digunakan untuk kebutuhan buka puasa bersama, untuk membeli pakaian serta untuk keperluan sedekah.

Sejumlah investor serta para trader saham memiliki peluang besar untuk memanfaatkan dari meningkatnya konsumsi ini. David juga telah merekomendasikan dari membeli saham dua emiten, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk serta PT Unilever Indonesia Tbk. Dalam Ramadan tahun kemarin sudah tercatat dengan melonjak cukup tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *