Menghitung Risiko dan Keuntungan Obligasi bagi Investor

Keuntungan Obligasi bagi Investor – Jika selama ini kita sebagai investor hanya ‘bermain aman’ di investasi pasar uang, mungkin obligasi merupakan jenis investasi berikutnya yang layak kita coba. Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh sebuah emiten yang membutuhkan dana untuk operasional atau ekspansi mereka. Eminen sendiri bisa berbentuk badan hukum, lembaga, perusahaan pemerintah, atau perusahaan swasta.

Adapun keuntungan obligasi bagi investor adalah perolehan bunga dari dana yang diinvestasikan dan keuntungan penjualan kembali (reinvestasi) obligasi oleh pihak manajer investasi. Jika didefinisikan secara umum, obligasi bisa diartikan sebagai surat utang jangka panjang yang memiliki nilai nominal (pari/parfalue) dengan waktu jatuh tempo 1 tahun hingga 5 tahun. Obligasi yang banyak diperdagangkan pasar modal saat ini yaitu obligasi kupon (coupon bond). Keuntungannya adalah tingkat suku bunga yang tetap (fixed) selama masa berlaku obligasi.

Informasi Penting Seputar Obligasi

contoh bentuk obligasi

Karena lebih banyak diperdagangkan di pasar modal maka harga obligasi cenderung mengalami pergerakan, artinya bisa mengalami kenaikan atau penurunan. Yang harus diperhatikan, dalam obligasi ada sejumlah informasi penting yang harus dipelajari, seperti berikut ini:

  • Nama dari pihak yang berutang (perusahaan, lembaga, badan hukum, dll)
  • Besar bunga (kupon) yang wajib dibayar
  • Periode pelunasan (kelipatan 1 tahun)
  • Periode pembayaran (misalnya setiap 3 bulan sekali)
  • Bond underwriter atau penjamin pelaksana emisi obligasi
  • Trustee atau disebut wali amanat
  • Total pokok utang yang ajib dibayar (nilai nominal, face value, par value)
  • Dan informasi-informasi spesifik yang lain.

Setiap obligasi atau surat utang mempunyai peringkat berbeda-beda. Ada banyak sekali lembaga yang merilis peringkat atas obligasi. Sebut saja Fitch Ratings, Moody’s Standard & Poor’s, dan masih banyak lagi. Di Indonesia sendiri lembaga pemeringkat utang yang paling terkenal adalah PT. Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Imbal Hasil Keuntungan atau Tingkat Pengembalian (Rate of Return)

Masih berkaitan dengan keuntungan obligasi bagi investor, sebutan yang digunakan untuk keuntungan investasi obligasi adalah YIELD. Sementara current yield merupakan istilah untuk pemegang obligasi dan yield to maturity adalah sebutan untuk hasil hingga jatuh tempo.

obligasi bagi investor
obligasi bagi investor

Current yield atau juga dikenal dengan hasil berjalan merupakan perbandingan bunga (kupon) dengan harga obligasi terbaru. Sedangkan yield to maturity atau hasil hingga jatuh tempo merupakan imbal hasil yang didapatkan oleh investor jika membeli obligasi dengan harga yang sudah ditentukan, serta tetap memegang obligasi yang dibeli hingga sampai tanggal jatuh tempo pembayaran.

Faktor Risiko Investasi Obligasi

Investasi Obligasi
Investasi Obligasi

Tidak ada jenis investasi yang tidak memiliki risiko, demikian juga dengan investasi obligasi. Perhatikan beberapa risiko investasi obligasi berikut ini:

Gagal Bayar

Ada kemungkinan pihak perusahaan atau lembaga gagal melakukan pembayaran. Risiko lebih besar umumnya pada perusahaan yang menerbitkan obligasi dengan rating rendah. Kabar bagusnya, semakin rendah rating perusahaan maka semakin tinggi bunga yang diterima investor. Demikian juga sebaliknya. Kuncinya, sebelum berinvestasi obligasi investor perlu melakukan analisa terlebih dahulu terhadap kondisi finansial perusahaan dan bandingkan ratingnya dengan yang lain.

Capital Loss

Seperti kita ketahui obligasi diperdagangkan di pasar modal (bursa). Disini ada potensi merugi karena adanya selisih harga jual dan harga beli. Contoh sederhananya, A membeli obligasi pada level harga par-value 100%, sementara harga obligasi ter-update 98% dari harga par-value. Karena alasan tertentu A terpaksa menjual obligasi di harga 97%. Dengan demikian A merugi 3%.

Suku Bunga

Keuntungan obligasi bagi investor tergantung suku bunga. Yang harus diketahui bahwa harga obligasi sendiri mempunyai hubungan terbaik dengan suku bunga.

Investasi Obligasi Syariah

obligasi syariah
obligasi syariah

Obligasi syariah bukan disebut dengan surat utang namun lebih dikenal dengan nama SUKUK. Jenis obligasi ini mulai diterapkan sejak abad pertengahan dan diprioritaskan untuk perdagangan internasional. Definisi dari SUKUK sendiri yaitu surat (sertifikat) yang diterbitkan pihak yang membutuhkan dana dari investor dan mewajibkan membayar kembali dana yang dipinjam setelah waktu jatuh tempo yang disepakati. Dalam hal ini keuntungan obligasi syariah juga terletak pada dana bagi hasil.

Secara umum investasi obligasi syariah tak jauh beda dengan obligasi konvensional. Perbedaannya hanya terletak pada sistem pengaturan imbal hasil. Konsep imbal hasil obligasi syariah bukan semata-mata untuk menperoleh keuntungan namun dalam setiap investasi dana dilakukan berdasarkan penerapan mudharabhah.

Karakteristik Obligasi Syariah

Pada prinsipinya obligasi syariah memilik karakteristik dan kebijakan berbeda dibanding obligasi konvensional. Obligasi berbasis syariah ini lebih menekankan pendapatan investasi tidak berdasarkan pada tingkat bunga (kupon) seperti yang ditentukan sebelumnya oleh pihak debitur atau manajer investasi. Namun tingkat pendapatan dari investasi obligasi syariah lebih didasari tingkat rasio bagi hasil (disebut nisbah) yang besarnya atas dasar kesepakatan antara investor dan manajer investasi (emiten).

karateristik obligasi syariah

Selanjutnya, sistem pengawasan obligasi syariah sendiri tidak hanya dilakukan oleh Wali Amanat namun juga oleh Dewan Pengawas Syariah yang berafiliasi dengan Majelis Ulama Indonesia. Pengawasan ini dlakukan sejak obligasi syariah diterbitkan hingga waktu jatuh tempo. Sistem yang berbeda dengan obligasi konvensional ini maka investor obligasi syariah lebih terlindungi dan tentunya investasi yang dilakukan bebas dari riba atau unsur-unsur non-halal lainnya.

Prinsip dan Mekanisme Obligasi Syariah

Emiten atau perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah wajib menjalankan prinsip-prinsip serta mekanisme yang sudah diatur dalam obligasi. Prinsip dan mekanisme tersebut yaitu:

Dana dari investor hanya untuk digunakan pada transaksi atau kegiatan yang spesifik. Artinya harus ada oembukuan terpisah untuk menentukan manfaat dan risiko yang timbul. Disamping itu hasil investasi yang diterima oleh investor adalah fungsi dari manfaat yang diterima oleh emiten dan merupakan hasil dari penjualan obligasi, bukan dari usaha yang lain.

Secara umum mekanisme terkait obligasi syariah harus berdasarkan konsep syariah. Salah satunya hanya memberikan imbal hasil kepada pemegang obligasi dengan sistem bagi hasil (revenue sharing) dan pembayaran utang pokok sesuai waktu jatuh tempo.

Selanjutnya obligasi syariah mudharabhah yang diterbitkan emiten (misalnya bank syariah) harus berdasarkan kesepakatan pembagian hasil keuntungan. Baik pendapatan bagi penerbit obligasi maupun pemegang obligasi harus diterima bersih, artinya bebas dari riba dan unsur non-halal. Rasio bagi hasil atau nisbah sudah harus ditentukan berdasarkan kesepakatan penerbit dan pemegang obligasi sebelum obligasi diterbitkan.

Yang terakhir, pembagian pendapatan bisa dilakukan atas dasar kesepakatan bersama. Artinya bisa secara periodic atau pada saat jatuh tempo pengembalian utang. Kesepakatan ini harus diperhitungkan sesuai situasi dan kondisi kedua belah pihak. Jika emiten melanggar perjanjian (misalnya gagal membayar) maka pihak emiten wajib memberi jaminan pengambilan dana pada investor. Dalam hal ini investor juga berhak meminta surat pengakuan utang pada emiten.

Dari pembahasan keuntungan obligasi bagi investor diatas dapat disimpulkan bahwa obligasi termasuk cara investasi dengan tingkat risiko yang rendah. Namun jika ingin investasi lebih aman, halal dan bebas riba maka investasi obligasi syariah adalah pilihan paling bijaksana.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *