Mencermati Plus Minus Membeli Rumah dari Developer

Plus Minus Membeli Rumah dari Developer – Seperti yang kita tahu, rumah merupakan kebutuhan semua orang. Masalahnya, membeli rumah yang tepat bukanlah perkara mudah. Terdapat banyak hal yang dapat dipertimbangkan terkait hal tersebut. Mulai dari jenis rumah seperti apa yang cocok hingga bagaimana cara membeli rumah, apakah dengan kredit, membeli langsung, atau melalui jasa developer.

Sekedar informasi, developer merupakan pihak pengembang properti yang dapat menjadi jembatan Anda dalam membeli sebuah rumah idaman. Dengan jasa merekalah Anda dapat memilih jenis rumah seperti apa yang diidam-idamkan oleh keluarkan. Hanya saja, saat ini marak penipuan yang muncul dari developer properti yang mungkin membuat sebagian dari Anda khawatir apakah ingin menggunakan jasa developer atau tidak. Untuk itulah, pada kesempatan kali ini Anda akan diajak untuk mengulas mengenai keuntungan dan kerugian membeli rumah developer.

Keuntungan Membeli Rumah dari Developer

rumah developer

Sebenarnya terdapat banyak sekali keuntungan yang dapat Anda peroleh ketika memutuskan untuk membeli rumah dari developer. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Anda tidak perlu lagi repot-repot mencari tanah, melakukan negosiasi terkait harga tanah, dan kebingungan mencari dana untuk membangun sebuah rumah. Hal ini karena pihak developer akan mengambil alih semua aspek terkait tanah dan rumah yang Anda butuhkan. Anda hanya perlu menentukan tipe rumah seperti apa yang dikehendaki. Pihak developer akan memberikan gambaran serta harga yang harus dibayar untuk rumah tersebut.
  • Pada umumnya, setiap pengembang atau developer di bidang bangunan telah mengantongi standar tertentu dalam membangun sebuah rumah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Contohnya adalah zona atau wilayah yang diperbolehkan membangun rumah hingga fasilitas pendukung apa saja yang terdapat pada rumah tersebut.
  • Developer juga bekerja sama dengan pihak bank yang memungkinkan calon pembeli melakukan pembelian rumah secara KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Dengan begitu, maka Anda tak perlu mempersiapkan dana yang besar pada satu waktu. Sistem kredit akan meringankan cicilan pembelian rumah idaman Anda. Bahkan beberapa developer juga menawarkan cicilan untuk uang muka hingga diskon besar ketika Anda dapat membayar rumah tersebut secara tunai.
  • Mengenai transaksi, semua jenis transaksi terkait pembelian rumah hanya akan terjadi antara developer, Anda, notaris, dan pihak bank. Dengan begitu, maka sistem yang digunakan sangat aman dan terpercaya.

Itulah beberapa keuntungan yang dapat Anda peroleh ketika membeli rumah dari developer.

Kerugian yang Mungkin Dialami Ketika Membeli Rumah dari Developer

Kerugian pembelian rumah dari developer
Kerugian pembelian rumah dari developer

Pada ulasan mengenai plus minus membeli rumah dari developer, tentunya Anda harus mengetahui apa saja kerugian yang mungkin Anda alami terkait pembelian rumah dari developer. Adapun kerugian membeli rumah dari developer adalah sebagai berikut:

  • Pembelian rumah dengan sistem cicilan akan memberikan beban yang cukup berat bagi Anda dalam jangka panjang. Mengapa? Hal ini karena umumnya rumah KPR yang menjadi bentuk kerjasama antara pihak Bank dan Developer memiliki batas minimum cicilan yang cukup lama, yakni 5 – 15 tahun. Dengan jangka waktu tersebut, tentunya Anda harus mempersiapkan dana yang cukup besar setiap tahunnya hingga cicilan rumah KPR lunas.

Selain itu, semakin lama tempo penulasan cicilan rumah KPR yang Anda ambil, maka akan total nominal pembelian rumah akan semakin besar. Hal ini dipengaruhi oleh bunga yang ditetapkan oleh pihak bank terhadap sistem cicilan tersebut.

  • Membeli rumah dari developer juga akan menjadikan Anda tak dapat memberikan peramalan. Maksudnya adalah ketika dalam masa penulasan cicilan rumah Anda terkena musibah, seperti PHK dan sebagainya, sedangkan cicilan rumah belum lunas, maka Anda akan terombang-ambing oleh besarnya dana yang harus dibayarkan untuk menulasi cicilan rumah tersebut.
  • Kemungkinan ada developer ‘curang’ yang selalu mengintai Anda. Maksudnya adalah ketika Anda sudah melunasi semua cicilan rumah, ternyata surat SHM (Sertifikat Hak Milik) tak kunjung diberikan pada Anda. Hal ini tentu menjadi kerugian yang sangat besar dimana Anda tak dapat melakukan klaim apapun terhadap rumah tersebut.

Itulah plus minus membeli rumah dari developer yang harus Anda ketahui. Meski demikian, tak sedikit pula developer yang bermain jujur sehingga Anda juga tak perlu terlalu khawatir jika memang ingin membeli rumah menggunakan jasa developer.

Mengenali Proses Pembelian Rumah dari Developer

Setelah mengetahui berbagai hal positif dan negatif terkait pembelian rumah dari developer, kini saatnya Anda memahami tentang bagaimana proses pembelian rumah dari developer. Tujuannya agar Anda tidak tertipu dan terjebak dalam permainan developer nakal. Adapun prosesnya adalah sebagai berikut:

Booking Fee atau Pembayaran Tanda Jadi

Setiap pembeli pasti akan memilih jenis dan tipe rumah seperti apa yang mereka inginkan. Dalam hal ini, developer dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Apabila terjadi kesepatakan antara pihak developer dan pembeli, umumnya pembeli harus membayarkan booking fee atau pembayaran tanda jadi. Besaran booking fee pun beragam tergantung berbagai persyaratan yang diberikan oleh developer yakni berkisar antara 5 hingga 7 juta rupiah.

Pengurusan KPR

Setelah pembeli mempersiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan untuk KPR, maka pihak bank akan melakukan proses appraisal, yakni penilaian terhadap kesehatan kondisi keuangan calon pembeli rumah KPR. Tak hanya pihak bank saja, developer pun turut mengikuti dan mengawasi proses appraisal yang dilakukan oleh pihak bank.

Apabila nantinya pihak bank tidak meloloskan syarat pengajuan KPR oleh calon pembeli, maka developer dapat memberikan buy back guarantee. Pada kondisi tersebut, maka developer akan mencarikan cara lain dan mengajukan kembali pada bank yang berbeda.

Pembayaran Uang Muka

Jika persyaratan pengajuan yang telah dilakukan untuk KPR telah disetujui oleh bank, maka seorang pembeli harus membayar uang muka. Uang muka tersebut akan diberikan pada developer. Adapun besaran uang muka sebagai tanda terima adalah 30 – 50 persen dari total harga rumah KPR yang akan dibeli. Dalam hal ini, beberapa developer akan memberikan pilihan terkait penulasan uang muka tersebut. Program yang paling umum digunakan adalah program cicilan uang muka.

Pembangunan Rumah

Setelah semua proses di atas terpenuhi, maka prosees selanjutnya adalah pembangunan rumah. Pihak developer akan membangun rumah yang telah disepakati dengan segera. Biasanya pembangunan rumah akan berlangsung selama 12 hingga 18 bulan. Hal yang perlu dilakukan oleh pembeli adalah menunggu sampai proses pembangunan selesai 100 persen.

Serah Terima

Jika pembangunan rumah seperti yang telah disepakati selesai, maka akan ada proses serah terima. Di sini, pihak developer akan menyerahkan rumah tersebut pada pembeli secara simbolis. Pihak bank yang memberikan KPR pun biasanya turut serta dalam proses ini.

Pembuatan Akta di Notaris

Proses serah terima akan diikuti dengan pemecahan sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) dan pembuatan akta jual beli di Notaris. Tujuannya tentu saja agar pembeli rumah dapat memiliki rumah tersebut dengan nama mereka sendiri. Ini adalah hal penting yang harus Anda ketahui. Pasalnya pada proses inilah terkadang developer nakal melakukan kecurangan. Imbasnya, meskipun pembeli telah membayar lunas rumah sesuai dengan perjanjian, namun mereka tak kunjung mendapatkan sertifikat SHM (Surat Hak Milik) Tanah.

Setidaknya itulah sedikit ulasan mengenai plus minus membeli rumah dari developer, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *