Keuntungan Investasi Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Setelah reksadana saham dan reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap merupakan cara investasi baru yang cukup menarik perhatian. Bagi pemula atau investor awam mungkin terdengar menggiurkan, terutama karena adanya embel-embel “pendapatan tetap” yang sekilas faktor risikonya sangat rendah.

Apa sebenarnya yang dimaksud reksadana pendapatan tetap? Apakah memang benar-benar menawarkan pendapatan tetap bagi penanam modal?

Definisi Reksadana Pendapatan Tetap

Secara umum reksadana memiliki sebutan masing-masing. Misalnya di beberapa negara Asia reksadana populer dengan sebutan unit trust. Berbeda lagi di Amerika Serikat yang menyebut reksadana dengan mutual fund.  Sementara itu di Indonesia cenderung mengadopsi sebutan dari Amerika Serikat.

reksadana saham
reksadana saham

Contohnya, di Amerika Serikat reksadana dibagi menjadi beberapa kategori yaitu money market fund (di Indonesia disebut reksadana pasar uang), lalu equity fund (di Indonesia disebut reksadana saham), kemudian balanced fund (di Indonesia disebut reksadana campuran), dan yang terakhir fixed income fund (di Indonesia disebut reksadana pendapatan tetap).

Menyoal pada definisinya, reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana dengan minimal investasi 80 persen yang nantinya ditempatkan pada obligasi. Dalam hal ini karakteristik obligasi tidak sama dengan reksadana saham, untuk itu analisa yang dilakukan juga tidak sama.

Instrument obligasi sendiri adalah surat berharga berbasis hutang. Obligasi tersebut memberi pendapatan tetap secara berkala dengan pembayaran berbentuk kupon. Oleh karena investor berinvestasi pada instrument yang menawarkan pendapatan tetap (fixed income) maka kemudian cara investasi ini disebut reksadana pendapatan tetap.

Apakah dengan Reksadana Pendapatan Tetap Investor Memperoleh Pendapatan Tetap?

Investor awam mungkin akan bertanya, apakah reksadana yang berinvestasi pada instrument yang menawarkan pendapatan tetap berarti investor akan memperoleh pendapatan tetap dari investasinya? Kita akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut jika kita betul-betul memahami sistem kerja reksadana. Disini ada 2 hal yang penting untuk diketahui yakni reinvestasi dan likuiditas.

Dalam hal ini yang dimaksud reinvestasi adalah sistem pengelolaan reksadana, termasuk juga seluruh pendapatan hasil dari kupon obligasi, dividen saham, dan bunga deposito. Selanjutnya manajer investasi akan menggunakan pendapatan tersebut untuk investasi kembali (reinvestasi). Nah, dengan begitu secara otomatis reinvestasi akan mendongkrak Nilai Aktiva Bersih (NAB) serta harga reksadana.

Disini investor reksadana memperoleh manfaat dari pendapatan yang dimaksud namun dalam bentuk kenaikan harga reksadana, bukan berbentuk pembayaran berupa uang tunai ke rekening investor.

Fator kedua yang perlu dipahami terkait reksadana pendapatan tetap yaitu likuiditas. Harus diketahui bahwa dalam investasi reksadana pihak manajer investasi wajib memproses pembayaran jika investor memerintahkan penarikan. Sesuai peraturan, penarikan dilakukan paling lama 7 hari setelah ada perintah.

Nah, karena manajer investasi wajib melakukan pembayaran maka instrument pendapatan tetap di reksadana (dalam hal ini obligasi) sewaktu-waktu harus siap untuk dijual karena adanya perintah pencairan dari investor. Oleh karena itu harga obligasi pada reksadana akan dicatat dengan harga pasar wajar yang berlaku pada saat itu. Disini yang dimaksud harga pasar wajar yaitu harga yang mengacu pada nilai obligasi jika diperjual-belikan pada hari itu.

Pada prinsipnya harga pasar wajar tergantung dari situasi dan kondisi. Artinya nilai atau harga obligasi tak jauh beda dengan harga saham, kadang bisa naik kadang turun. Jadi misalnya meskipun ada pembayaran bunga, namun penurunan harganya lebih tinggi dibanding bunga otomatis harga reksadana akan menurun.

Sampai disini jelas bahwa karena adanya faktor reinvestasi dan likuiditas maka bisa dipastikan investor reksadana pendapatan tetap tidak akan memperoleh pendapatan tetap. Namun sebagai gantinya investor mendapatkan instrument investasi dengan risiko dan pergerakan yang lebih stabil dibanding reksadana saham yang biasanya cenderung sering bergejolak.

Dipengaruhi Risiko Perubahan Suku Bunga

Yang perlu diketahui para investor, reksadana pendapatan tetap sangat dipengaruhi risiko perubahan suku bunga. Begini teorinya, apabila suku bunga mengalami kenaikan otomatis harga obligasi mengalami penurunan. Demikian juga sebaliknya, jika suku bunga turun otomatis harga obligasi akan naik.

Pada situasi suku bunga meningkat kadang menyebabkan harga obligasi turun secara signifikan. Kondisi tersebut memicu potensi kinerja reksadana pendapatan tetap mengalami penurunan tajam, bahkan lebih dalam dibanding reksadana saham.

Yang Wajib Diperhatikan Investor Sebelum Berinvestasi Reksadana Pendapatan Tetap

Karena memiliki kinerja berbeda dengan reksadana saham dan reksadana campuran, sebelum berinvestasi reksadana pendapatan tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan investor berikut ini:

Kebijakan Bagi Hasil Reksadana

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, obligasi merupakan instrument yang menawarkan pendapatan tetap  dengan persentase tertentu yang kemudian disebut kupon. Untuk obligasi korporasi kupon akan dibagikan setiap 3 bulan, untuk obligasi pemerintah setiap 6 bulan.

bagi hasil reksadana
bagi hasil reksadana

Kendati demikian mayoritas reksadana pendapatan tetap mempunyai kebijakan mereinvestasikan (menginvestasikan kembali) kupon tersebut. Penjelasannya, kupon kembali digunakan untuk berinvestasi yang selanjutnya menambah harga reksadana (disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB per-Up). Ada juga dividen dibagikan setiap bulan oleh reksadana pendapatan tetap. Hanya saja harus diketahui bahwa jika dividen dibagikan maka otomatis berimbas menurunnya NAB per-Up reksadana.

Kebijakan Investasi dan Jatuh Tempo

Kta tahu bahwa obligasi mempunyai waktu jatuh tempo. Namun begitu reksadana pendapatan tetap yang berinvestasi pada obligasi sama sekali tidak memiliki jatuh tempo. Untuk menyiasatinya manajer investasi akan menggunakan dana untuk berinvestasi ke obligasi baru bilamana obligasi dalam reksadana sudah jatuh tempo.

Disamping itu ada kemungkinan manajer investasi akan menjual obligasi sebelum jatuh tempo jika menemukan pilihan obligasi yang lebih sehat. Penjualan obligasi sebelum jatuh tempo juga bisa dilakukan apabila ada permintaan pencarian dari investor.

Rating Obligasi

Harus diketahui bahwa investasi reksadana pada obligasi yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan memiliki risiko cukup besar, salah satunya perusahaan gagal melakukan pembayaran. Untuk itu kemampuan perusahaan untuk membayar obligasinya kemudian diseragamkan melalui rating. Dalam hal ini investor sebaiknya menghindari perusahaan dengan rating obligasi rendah.

rating obligasi
rating obligasi

Salah satu lembaga yang secara akurat menetapkan rating obligasi yaitu PT Fitch Rating Indonesia dan PT PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia). Semakin besar ratingnya maka semakin besar pula kemampuan perusahaan membayar obligasi, demikian juga sebaliknya. Minusnya, perusahaan dengan rating besar biasanya akan membayar kupon lebih kecil.

Fluktuasi Nilai Obligasi dan NAB Per-Up Reksadana

Naik turunya harga obligasi tergantung dari perubahan rating (kemampuan bayar perusahaan), perubahan tingkat suku bunga, dan pengaruh penawaran pasar. Kendati demikian harga obligasi kembali ke harga nominal (100) ketika jatuh tempo. Hal ini disebabkan perusahaan yang menerbitkan obligasi akan mengembalikan pokok berdasarkan nominal. Otomatis harga obligasi di pasar juga mendekati angka 100 sewaktu akan jatuh tempo.

Lain halnya dengan reksadana pendapatan tetap yang tidak terbatas waktu atau tidak memiliki jatuh tempo. Oleh karena tidak memiliki jatuh tempo harga dari reksadana ini tidak bisa kembali ke harga semula meskipun obligasinya sudah jatuh tempo.

Pada prinsipnya perubahan harga reksadana sangat tergantung pada sistem pengelolaan oleh manajer investasi. Semakin baik pengelolaannya, besar kemungkinan harganya semakin naik dari waktu ke waktu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *