Jenis-Jenis Investasi Saham dan Tips Memilihnya

Jenis jenis investasi saham – Saham menjadi investasi yang banyak dicari hal itu dikarenakan menawarkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis investasi yang lainnya. Investasi saham ini selain menawarkan keuntungan yang tinggi juga memiliki risiko yang cukup tinggi pula sehingga tidak cocok untuk pemula yang baru menggeluti investasi.  Memang di Bursa Efek Indonesia Anda akan melihat berbagai macam saham dengan karakteristik yang berbeda. Terhitung sejak april 2017 lalu ada kurang lebih 537 perusahaan yang tercatat di dalam Bursa Efek Indonesia.

Secara umum, jenis-jenis investasi saham terdiri dari 3 macam atau kategori. Yang pertama adalah kategori saham berdasarkan dengan preferensi, yang kedua adalah kategori saham berdasarkan dengan kapitalisasi pasar, dan yang terakhir adalah berdasarkan dengan sektornya. Pada setiap kategori memiliki jenis saham yang berbeda. Bagi yang sedang tertarik untuk berinvestasi menggunakan saham, simak jenis jenis investasi saham yang penting untuk Anda perhatikan berikut ini:

Saham Preferen

 Investasi Saham preferen
Investasi Saham preferen

Dari info grafis, saham preferen ini terbagi dari dua macam. Yang dimaksud dengan saham preferen adalah bagian saham yang memiliki tambahan hak dibandingkan dengan saham biasa. Berikut ini adalah jenis saham preferen yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Saham Preferen Partisipasi

Saham preferen ini membagi antara dividen kepada pemegangnya. Setelah pemilik saham memberikan dividen tetap akan memiliki hak untuk membagi keuntungan yang mana dinyatakan sebagai pemegang saham biasa.

2. Preferen Non Kumulatif

Selain saham preferen partisipasi, ada juga saham preferen non kumulatif. Saham ini memiliki hak untuk mendapatkan dividen yang belum dibayarkan sebelum tahun-tahun lalu secara kumulatif.

Saham Kapitalisasi

Saham Kapitalisasi
Saham Kapitalisasi

Saham jenis ini akan dibagi berdasarkan kapitalisasi pasarnya. Saham dengan kapitalisasi pasar yang besar disebut juga dengan blue chip yang mana mengacu saham dari perusahaan besar supaya memiliki pendapatan stabil dan aset yang besar. Tujuannya supaya perusahaan ini dikenal lebih luas oleh masyarakat. Sedangkan jenis saham dengan kapitalisasi yang kecil likuiditasnya akan kurang sehingga lebih banyak dikenal sebagai saham gorengan. Saham jenis ini akan mengacu pada fluktuasi pergerakan saham yang mana cepat naik dan turun sehingga risikonya begitu besar.

Saham Berdasarkan Sektornya

Jenis saham berdasarkan kategori sektornya ini dibagi menjadi 9 sektor. Di Bursa Efek Indonesia ini saham dengan 9 sektor tersebut  dibagi lagi ke dalam beberapa kategori industri seperti berikut ini:

1. Sektor Utama

Dalam sektor utama ini terdapat beberapa industri yang bisa Anda pilih untuk investasi saham. Dalam sektor pertanian terdapat 21 jenis saham yang terbagi dalam industri perkebunan, industri peternakan, industri perikanan, dan industri yang lainnya. Selain itu ada bahan tambang yaitu industri batu bara, minyak dan gas bumi, logam dan mineral lainnya, batu-batuan, dan lain sebagainya.

2. Manufaktur

Pada bidang manufaktur ini saham terdiri dari beberapa sektor. Sektor pertama adalah industri dasar dan bahan kimia yang terdiri dari semen, keramik, porselen, dan kaca. Selain itu juga ada investasi saham dalam industri logam dan sejenisnya, industri kimia, industri plastik dan kemasan, industri pakan ternak, industri kayu dan pengolahannya, industri pulp dan kertas. Saham industri lainnya yaitu industri mesin dan alat berat, industri  otomotif dan komponennya, industri tekstil dan garmen, industri alas kaki, industri kabel, industri elektronika dan lainnya. Dan yang terakhir ada pada sektor konsumsi yang terdiri dari industri makanan dan minuman, rokok, industri farmasi, industri kosmetik dan barang keperluan rumah tangga, dan industri peralatan rumah tangga.

3. Sektor Jasa

Di sektor ini terdapat jenis jenis investasi saham kurang lebih ada 200 jenis investasi yang bisa dipilih. Berikut ini adalah jenis investasi saham pada sektor jasa yang bisa dipertimbangkan:

  1. Properti, real estate, dan konstruksi bangunan. Pada sektor ini sedikitnya ada 63 saham yang bisa dipilih.
  2. Transportasi, infrastruktur, dan utilities. Di sektor ini sedikitnya ada 57 saham yang bisa dipilih dimana tersebar pada industri energi, jalan tol, pelabuhan, bandara, dan juga sejenisnya. Ada juga industri telekomunikasi, transportasi, konstruksi non bangunan, dan industri jenis lainnya.
  3. Pada jasa keuangan terdapat 89 saham yang tersebar pada industri bank, lembaga pembiayaan, perusahaan efek, asuransi, dan lain sebagainya.
  4. Yang terakhir pada perdagangan, jasa dan investasi dengan jumlah 100 saham. Saham tersebut tersebar pada industri perdagangan besar barang industri, industri perdagangan eceran, industri restoran, hotel dan pariwisata, industri advertising, printing dan media, industri kesehatan, industri jasa komputer dan perangkatnya, industri perusahaan investasi, dan industri yang lainnya.

Memilih Saham untuk Investasi

Tips Memilih Saham
Tips Memilih Saham

Melihat banyaknya jenis jenis investasi saham yang disebutkan di atas membuat Anda bingung untuk memilih jenis investasi mana yang akan dipilih. Banyak pemula yang baru mencoba investasi saham bertanya bagaimana cara memilih dan berinvestasi saham yang tepat?, hal itu dikarenakan saham ini memiliki risiko kerugian yang tinggi. Sebelum Anda memikirkan keuntungan yang didapatkan dengan membeli saham pahami dulu bagaimana caranya agar Anda untung dalam pembelian saham.

Saham merupakan bukti kepemilikan atas perusahaan misalnya Anda akan membeli saham di sebuah hotel, meski hanya 1 lot lembar maka bisa dikatakan Anda adalah sebagian pemilik dari hotel tersebut meski jika dipersenkan sekitar 0,00001 persen dari perusahaan tersebut. Namun bukankah itu cukup lumayan?, Anda bisa berbangga diri di depan orang lain sebagai pemilik perusahaan tersebut. Agar tidak menanggung kerugian simak cara membeli saham yang tepat berikut ini:

1. Kinerja Bagus Luar Dalam

Tips membeli saham yang bagus untuk dijadikan investasi adalah pilihlah perusahaan yang memiliki kinerja bagus luar dan dalam. Sebenarnya Anda akan diuntungkan dengan pembelian saham ketika perusahaan tersebut mencetak keuntungan, sehingga dengan menanamkan saham di perusahaan yang memiliki kinerja bagus luar dan dalam peluang perusahaan tersebut mencetak keuntungan semakin besar. Keuntungan ini dalam bahasa keuangannya disebut sebagai dividen. Lalu seperti apa ciri perusahaan yang memiliki kinerja yang bagus luar dan dalam?, cirinya adalah lihatlah laporan keuangan yang ada. Dengan melihat analisis fundamental perusahaan Anda akan tahu bagaimana kinerja perusahaan tersebut.

2. Persen Keuntungan yang Didapatkan

Setelah mengetahui kinerja perusahaan tips memilih saham yang akan dijadikan investasi adalah perhatikan persen keuntungan yang akan didapatkan. Keuntungan kepemilikan saham berkisar antara 2 sampai dengan 4 persen sehingga nilai ril yang akan didapatkan jangan sampai di bawah persen tersebut. Ketika terjadi pembagian keuntungan Anda akan mendapatkan nilai ril minimal 2 persen sampai dengan 4 persen. Penentuan nilai dibagi berdasarkan dengan persetujuan kepemilikan saham di dalam rapat umum pemegang saham atau RUPS.

3. Pilih Perusahaan yang Rajin Membagikan Keuntungan

Tips memilih selanjutnya adalah pilihlah perusahaan yang rajin membagikan keuntungan. Meski persenan keuntungan kepemilikan saham besar namun hal tersebut akan percuma jika perusahaan tidak mau membagikan keuntungan tersebut. Oleh sebab itu pilihlah daftar perusahaan yang rajin membagikan keuntungan saham minimal 10 tahun terakhir ini.

Demikianlah jenis jenis investasi saham dan tips memilihnya yang menarik untuk Anda simak, semoga informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *