Investasi Tanah Atau Rumah

Pilihan yang paling banyak dijadikan pertimbangan saat akan berinvestasi dalam bidang properti adalah investasi tanah atau rumah. Selain berupa investasi riil, keduanya juga menjanjikan keuntungan atau return yang sangat menggiurkan mengingat harga tanah maupun rumah pasti naik setiap tahunnya. Namun demikian, menentukan pilihan investasi yang tepat antara tanah atau rumah sangatlah penting.

Hal tersebut dikarenakan investasi pada kedua bidang properti tersebut membutuhkan modal yang tidak sedikit. Anda tidak lagi membicarakan uang satu atau dua juta lagi, melainkan puluhan hingga ratusan juta. Apalagi jika modal yang anda gunakan adalah tabungan yang sudah anda kumpulkan selama bertahun-tahun. Maka dari itu, di bawah ini adalah perbandingan antara investasi tanah atau rumah dilihat dari keuntungan dan kerugiannya.

Tanah

Invstasi Tanah
Invstasi Tanah

Tanah sering dianggap sebagai investasi jangka panjang yang tidak lekang oleh waktu. Kebutuhan orang-orang saat ini akan tanah yang terus meningkat dengan persediaan tanah yang semakin menurun membuat harga tanah melambung tinggi. Namun di sisi lain, ada berapa kekurangan yang dimiliki oleh investasi riil yang satu ini. berikut adalah penjelasannya.

  1. Keuntungan
  • Harga lebih Murah

Keuntungan investasi pada tanah yang pertama adalah pada aspek harganya. Dibandingkan dengan membeli sebuah rumah siap huni, harga tanah jelas jauh lebih murah. Tentu saja dengan perbandingan spesifikasi yang sama, seperti lokasi, surat-surat, dan sebagainya. Anda sendiri mungkin sudah tahu jika bisnis perumahan saat ini merajalela. Para investor membeli tanah dengan harga murah untuk kemudian didirikan perumahan. Perumahan tersebut nantinya akan dijual dengan harga yang sangat tinggi dengan pembagian tanah menjadi banyak kapling. Sebagai gambaran, mungkin dengan modal Rp. 50 juta.

Anda bisa mendapatkan tanah yang cukup luas dan lokasi yang ukup strategis. Atau paling tidak, prospek ke depan lokasi tersebut sangat bagus. Namun jika anda membeli rumah, jelas anda masih membutuhkan banyak tambahan modal lebih dari Rp. 50 juta tersebut. Maka jika anda memiliki dana terbatas dan belum terdesak kebutuhan memiliki rumah baru, investasi tanah sepertinya menjawab keinginan anda.

  • Kenaikan Capital Gain Tinggi

Menurut data yang ada di pasar, sebuah tanah umumnya bisa mengalami kenaikan harga mulai 20 hingga 25 persen setiap tahunnya. Tentu saja angka tersebut sangat fantastis. Hal tersebut berarti harga tanah yang anda miliki akan naik menjadi dua kali lipat atau seratus persen pada tahun ke empat atau kelima. Keuntungan inilah yang menjadi alasan utama para investor memilih tanah sebagai instrumen investasinya.

Namun anda juga perlu tahu bahwa hanya tanah yang memiliki potensilah yang bisa mencapai Capital Gain sedemikian besar. Maksudnya, tanah tersebut harus berlokasi di titik-titik strategis atau paling tidak berada di arah pembangunan tata letak kota sehingga daerah disekitarnya terus mengelami pembangunan secara signifikan.

  • Minim Biaya Perawatan

Keuntungan selanjutnya adalah minim biaya perawatan. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk mengurus tanah anda. Hanya saja, mungkin anda memerlukan penjagaan jika tanah yang anda miliki berada di tengah-tengah lokasi yang strategis. Tujuannya adalah untuk menghindari penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Anda tentu tidak mau bukan jika tanah yang anda miliki nantinya malah menimbulkan masalah karena kelakuan oknum-oknum yang berbuat tidak benar di tanah anda.

  • Nilai Tambah

Dengan memilih investasi pada tanah, berarti anda mempunyai nilai tambah untuk mengembangkan bisnis lain pada tanah anda. Anda bisa membuka bisnis lain sembari menunggu harga tanah anda meningkat dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Sebagai contoh, anda bisa memanfaatkan tanah yang anda miliki sebagai perkebunan sementara. Atau jika tanah anda berada di lokasi strategis dekat dengan pertokoan, maka memanfaatkannya sebagai lahan parkir adalah alternatif lain yang bisa anda coba.

  1. Kekurangan
  • Income Minim

Kekurangan pertama adalah pemasukan yang sedikit. Anda hanya akan menerima sedikit pemasukan jika berinvestasi pada tanah. Bagaimanapun juga, nilai utama investasi pada tanah adalah Capital Gainnya. Pemasukan lain bisa saja terjadi jika anda memanfaatkan nilai lebih pada tanah anda tersebut untuk bisnis.

  • Tidak Likuid

Kekurangan selanjutnya adalah sifat investasi tanah yang tidak likuid. Maksudnya, anda tidak bisa dengan cepat mencairkan tanah anda menjadi uang tunai jika anda membutuhkannya di saat mendesak.

Rumah

Invstasi rumah

  1. Keuntungan
  • Bisa Ditempati

Sebagian orang memutuskan untuk berinvestasi pada rumah karena memang sedang terdesak kebutuhan akan tempat tinggal. Keuntungannya jelas, anda bisa menempati rumah anda sekaligus berinvestasi untuk jangka panjang. Atau jika anda memang belum membutuhkan rumah untuk dihuni, maka anda bisa menyewakannya. Baik sebagai gudang, kontrakan, atau kantor bagi para pengusaha kecil. Keuntungan ini tidak bisa anda dapatkan saat anda memutuskan untuk berinvestasi di platform properti tanah.

  • Mudah Dijual

Saat ini, orang-orang lebih tertarik untuk membeli sebuah rumah jadi daripada harus membeli tanah kemudian membangunnya di saat yang tepat nanti. Lebih dari itu, pangsa pasar jual beli rumah juga lebih diminati daripada model apartemen dan juga rumah susun. Investasi bentuk rumah juga lebih mudah saat akan digunakan sebagai jaminan. Anda bisa menjaminkan rumah anda jika anda sedang membutuhkan dana cepat.

  1. Kekurangan
  • Biaya Perawatan

Kekurangan pertama yang perlu anda perhatikan dalam berinvestasi pada rumah adalah masalah biaya perawatannya. Anda tidak lagi hanya membiayai pajaknya saja, anda juga harus membiayai perawatan gedungnya juga. Belum lagi biaya-biaya lain seperti air, listrik. Maka langkah yang paling tepat untuk menutupi pengeluaran tersebut adalah dengan memanfaatkan rumah anda secara maksimal untuk kegiatan bisnis yang menjanjikan. Dari poin ini, dibutuhkan kecermatan serta kemampuan pengelolaan bisnis yang baik agar tujuan anda dalam meraup untung bisa tercapai secara sempurna.

  • Harga Mahal

Kekurangan selanjutnya adalah pada aspek harga. Berkebalikan dengan investasi tanah, harga rumah memiliki harga yang fantastis. Untuk sebuah rumah dengan luas 8X6 saja, saat ini sudah mencapai rentang harga Rp. 400 juta jika berada di lokasi dekat dengan pusat kota. Bayangkan berapa banyak modal yang harus anda siapkan untuk mendapatkan sebuah rumah yang bisa dibilang sekedar cukup untuk ukuran rumah layak huni.

Kesimpulan

Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari investasi tanah atau rumah di atas, maka sejatinya jenis investasi kembali pada kebutuhan anda masing-masing. Jika anda ingin berinvestasi jangka panjang tanpa memikirkan pemasukan pasif dari investasi anda, maka tanah bisa menjadi pilihan anda. Namun jika kebutuhan anda akan hunian baru, maka investasi rumah adalah pilihan terbaik. Tinggal bagaimana anda mengelola investasi tersebut ke depannya supaya bisa mencapai target investasi yang anda inginkan.

Demikianlah informasi seputar investasi tanah atau rumah yang bisa anda jadikan rujukan. Semoga bermanfaat.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *