Investasi Syariah Akan Lebih Menguntungkan

Dalam ekonomi syariah, investasi adalah kegiatan muamalah yang lebih dianjurkan, dikarenakan dengan berinvestasi harta yang anda miliki akan lebih  jadi produktif serta mendatangkan faedah untuk perkembangan ekonomi serta masyarakat seacara luas. Investasi adalah satu diantara alat untuk manusia untuk menjaga eksistensi keberlangsungan hidupnya di waktu ia lemah serta tidak berdaya.

Dengan berinvestasi, maka manusia bakal terasa sedikit aman saat sakit, lemah, tua, atau kehilangan pekerjaan karna ia masih tetap memiliki suatu hal yang bisa digunakan untuk berobat, makan, biaya sekolah serta kuliah anak-anak, dan lain-lain.

Dorongan Islam untuk aktivitas investasi bisa dipahami dari larangan Alquran pada kesibukan penumpukan (iktinaz) uang serta harta yang dipunyai (9 : 33). Menurut ayat itu, uang yang dipunyai mesti diputar dalam perekonomian supaya menghasilkan return untuk pemiliknya serta berguna untuk orang lain.

Semua uang yang dipunyai, semestinya diinvestasikan dalam sector produktif yang menguntungkan, meskipun uang itu yaitu harta anak yatim. Dalam satu hadits, Nabi Muhammad Saw bersabda, ”Ketahuilah, Siapa yang pelihara anak yatim, sedang anak yatim itu mempunyai harta (uang warisan), jadi sebaiknya ia menginvestasikannya (membisniskannya), jangan sampai ia membiarkan harta itu idle, hingga harta itu selalu menyusut karena zakat

Diluar itu Khalifah Umar R. A mengutamakan supaya umat Islam memakai modal mereka dengan cara produktif dengan menyampaikan : ”Mereka yang memiliki duit perlu mengivestasikannya, serta mereka yang memiliki tanah perlu mengeluarkannya”.

Prinsip-prinsip Investasi Syariah, sebagian prinsip yang perlu cermati dalam investasi menurut Islam

Halal

Satu bentuk investasi mesti terlepas dari bagian usaha yang syubhat atau haram. Kehalalan juga menyangkut pada pemakaian barang atau layanan yang ditransaksikan. Contoh industri yang digolongkan haram yaitu : industri alkohol, industri pornografi, layanan keuangan ribawi, judi, dan lain-lain.

Mekanisme harus juga terhindar dari beberapa hal yang syubhat atau haram itu. Diluar itu, kehalalan juga mencakup kemauan seorang waktu bertransaksi serta sepanjang prosedur proses transaksi.

Kehalalan juga nyatanya berkaitan dengan kemauan atau motivasi. Motivasi yang halal adalah transaksi yang bertujuan pada hasil yang bisa memberi manfaat pada pihak-pihak yang ikut serta di dalamnya.

Maslahah

Maslahah (faedah) adalah hal yang paling esensial dalam semuanya aksi muamalah. Beberapa pihak yang ikut serta dalam investasi, masing-masing mesti bisa peroleh manfaat sesuai sama porsinya. Umpamanya, manfaat telah yang muncul harus dirasakan oleh pihak yang bertransaksi dn mesti bisa dirasa oleh masyarakat biasanya.

Manfaat-manfaat investasi itu diantaranya :

Manfaat untuk yang menginvestasikan Memperoleh untuk hasil sama sesuai besar investasi yang ditanamkan serta sama sesuai akad awal menurut prinsip syariah.

Manfaat untuk yang memperoleh penambahan investasi

Memperoleh penambahan modal hingga mempunyai kekuatan untuk melanjutkan usahanya. Untuk melindungi perusahaan pada lilitan hutang dikarenakan tak dapat kembalikan modal yang di terima serta tak dapat memberi manfaat untuk investor, jadi diatur secara syariah oleh DSN (Dewan Syariah Nasional) kalau perusahaan yang penuhi prasyarat untuk jadikan tempat investasi

Manfaat untuk masyarakat secara luas

Besarnya investasi yang ditanamkan dalam beragam bidang sebaiknya berikan manfaat untuk masyarakat. Investasi dapat dipakai untuk penelitian serta pengembangan agar dapat tingkatkan beberapa produk baru atau tingkatkan kwalitas produksi, diluar itu investasi dapat juga berguna dalam kurangi harga barang hingga pada akhirnya untungkan pelanggan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *