Inilah Langkah-langkah Membentuk Trading Plan untuk Komoditas

Membentuk trading plan untuk komoditas merupakan keharusan bagi anda yang akan mulai menerjunkan diri dalam bisnis trading. Trading plan ibarat peta yang anda butuhkan sebelum memutuskan berangkat bertamasya. Anda membutuhkannya supaya anda tidak keluar jalur atau tersesat di pertengahan bisnis trading anda. Trading plan sangat penting mengingat pasar komoditas memiliki volume transaksi yang sangat besar dengan banyak peluang di dalamnya. Tentu sebagai trader, anda tidak bisa sembarangan mengambil setiap peluang yang muncul di hadapan anda. Di sinilah fungsi trading plan bekerja. Trading plan akan memberikan gambaran peluang mana yang sekiranya bisa anda ambil yang sesuai dengan karakter trading anda. Selain itu, trading plan juga yang akan melindungi anda dari kerugian yang besar. Untuk langkah membentuk trading plan untuk komoditas sendiri tergolong mudah. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan pengalaman trading anda, pemahaman dalam transaksi, serta teknik yang digunakan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah langkah-langkahnya.

Ketahui Jumlah Uang Investasi

Saat anda memutuskan untuk terjun ke dunia trading komoditas, biasanya pelatih trading anda akan menyarankan deposit awal yang berkisar antara 10.000 hingga 50.000 dolar atau setara dengan Rp. 149 hingga Rp. 745 juta. Dengan jumlah sebesar itu, banyak trading di negara-negara berkembang yang akhirnya menawarkan deposit awal yang berada di bawah 10.000 dolar.

Sebenarnya deposit awal dalam transaksi komoditas yang dipatok minimal 10.000 dolar tersebut bukannya tanpa alasan. Fakta di lapangan mengatakan, seorang trader dengan deposit kurang dari 10.000 dolar cenderung merugi karena tidak bisa mendapatkan penawaran yang bagus saat memilih produk komoditas yang ada. Jika sudah seperti itu, peluang mendapatkan transaksi yang ideal pun turut menghilang. Maka jika anda berencana memulai trading komoditas anda, ada baiknya untuk memberikan deposit sekitar 10.000 dolar supaya perhitungan rasio profit and loss menjadi ideal.

Benar sekali, bahkan dalam trading komoditas pun anda bisa merugi. Inilah pentingnya menggunakan “uang dingin” dalam memulai bisnis trading anda. uang dingin adalah uang yang benar-benar tidak anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Secara singkat, jika mungkin anda kehilangan uang yang anda investasikan tersebut, maka keuangan rumah tangga anda tidak akan tergoncang sedikit pun.

Memilih Produk Komoditas

Langkah selanjutnya dalam membentuk trading plan untuk komoditas dalam memilih produk komoditas yang akan anda beli. Secara umum, ada dua jenis produk yang tersedia dalam transaksi komoditas yaitu produk komoditas keras dan produk komoditas lunak. Produk komoditas keras melingkupi komoditas energi dan pertambangan. Sedangkan komoditas lunak berupa berupa komoditas agrikultur dan peternakan.

Produk Komoditas

Saat ini, para trader transaksi komoditas lebih menyukai produk komoditas keras seperti minyak bumi, gas alam, emas, perak, dan lain-lain. Alasan utamanya adalah karena produk-produk komoditas tersebut bersifat likuid dan cenderung stabil sepanjang tahun. Biasanya, produk komoditas ini sangat disukai para trader yang memiliki gaya trading santai dan tidak banyak bergerak. Sedangkan untuk komoditas lunak menjadi kurang diminati karena hasil produksinya yang dipengaruhi musim dan faktor alam lainnya.

Produk komoditas keras sangat cocok bagi anda yang masih baru dalam dunia trading. Anda bisa memilih produk likuid yang meiliki volume transaksi besar untuk menjaga tensi trading anda. Jangan lupa untuk menyesuaikan komoditas yang anda pilih dengan profil risiko dan gaya trading anda.

Ikuti Arus Tren, Gunakan Metode Analisis

Dalam dunia trading, terkenal sebuah frase yang menyatakan “trend is your friend”. Frase tersebut bisa dipahami sebagai kunci bahwa mengikuti tren adalah jalan terbaik bagi anda menuju keberhasilan trading. Namun secara umum, ada dua jenis trader yang ada saat ini, yaitu trader yang mengikuti tren, dan trader yang lebih suka teknik breakout. Kedua jenis trader tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing tergantung kepada periode waktu tertentu. Anda harus jeli melihat kapan peluang transaksi potensial muncul. Perhatikan setiap menit, jam, hari, dan seterusnya di mana anda bisa bertransaksi secara maksimal.

indikator trading

Selanjutnya, anda bisa menerapkan beberapa indikator sebagai alat analisis yang sudah disediakan untuk mendapatkan harga jual dan beli yang sesuai dengan keinginan anda. Ada beberapa indikator yang populer di kalangan para trader yaitu moving average, oscillator, stochastic, dan lain sebagainya. Namun ingat, jangan terlalu banyak menggunakan indikator di atas sebagai alat analisis anda. terlalu banyak menggunakan indikator justru akan mengalihkan perhatian anda dari peluang yang mungkin lewat di depan anda. Yang terpenting adalah menerapkan indikator mana yang paling sesuai dengan gaya trading anda saat ini.

Manajemen Risiko

Layaknya kehidupan dan jenis bisnis-bisnis yang lain, trading komoditas pun mustahil terhindar dari apa yang disebut risiko. Dalam hal ini, trader hanya bisa mengelola risiko supaya kerugian yang dihasilkan bisa seminimal mungkin dan masih seimbang dengan profit yang dihasilkan.

Seni manajemen risiko menjadi sangat penting dalam membentuk trading plan untuk komoditas. Faktanya, meminimalisir kerugian bahkan jauh lebih sulit dibandingkan meningkatkan profit trading dalam sebuah transaksi. Kerugian adalah keniscayaan dan selalu mengintai anda dalam trading komoditas. Perlunya manajemen risiko yang baik adalah untuk membangun fondasi trading yang kuat sehingga nantinya profit yang anda hasilkan tidak habis begitu saja dalam sekali pukulan telak kerugian.

management resiko trading
management resiko trading

Umumnya, risiko terbesar dalam pasar trading adalah adanya hal-hal yang tak terduga dan membawa imbas ke harga yang berlaku. Peristiwa tersebut antara lain adalah bencana alam, perang, hingga pelaporan data. Semuanya tentu saja berada di luar kendali trader. Maka sebelum membentuk trading plan, ada baiknya anda menentukan langkah apa yang harus di ambil jika berada dalam posisi tersebut. Anda bisa mulai dengan membatasi transaksi menjelang pelaporan data supaya modal yang anda miliki tetap stabil. Anda juga harus berpedoman kepada target profit anda dan menghindari transaksi yang sekiranya berlebihan.

Evaluasi

Langkah evaluasi menjadi bekal terakhir anda dalam membentuk trading plan komoditas. Berbekal informasi transaksi yang diperoleh pada transaksi sebelumnya, anda bisa melihat semua profit ataupun loss dalam transaksi tersebut. Catat semua poin penting yang sekiranya bisa di aplikasikan pada transaksi komoditas anda selanjutnya.

Biasanya, jurnal transaksi (sebutan untuk tulisan hasil evaluasi) berisi kondisi pasar saat transaksi berjalan, kelebihan serta kekurangan trading plan, hingga perbaikan ataupun peningkatan dari teknik trading sebelumnya. Memang, membuat jurnal transaksi tidak semudah yang dibayangkan. Anda perlu penyesuaian supaya laporan anda tidak salah dan sesuai dengan fakta di lapangan. Namun dengan manfaat yang ditawarkan, tentu langkah evaluasi bisa menjadi kunci anda berhasil dalam membentuk trading plan untuk komoditas.

Akhirnya, memiliki trading plan dalam menjalankan trading komoditas sangatlah krusial untuk menjaga emosi dan pikiran anda tetap fokus pada target utama yang akan anda capai. Selain itu, trading plan juga yang akan tetap membuat setiap langkah yang anda ambil menjadi lebih rasional terhindar dari risiko kegagalan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *