Daftar Investasi Bodong Menurut OJK dan Cara Mengetahui Modusnya

Setiap orang yang ingin berinvestasi tentu membutuhkan daftar investasi bodong menurut OJK. OJK merupakan singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan yakni sebuah lembaga independen yang memiliki wewenang dalam mengatur dan mengawasi kegiatan dalam sektor jasa keuangan. Tujuan dari lembaga ini pun sangat jelas yaitu melindungi konsumen yang bergerak atau berbisnis dalam industri jasa keuangan.

Mengenal Lebih Jauh tentang Investasi Bodong

Sebelum mengulas mengenai perusahaan-perusahaan yang masuk dalam OJK, ada baiknya apabila Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai apa itu investasi bodong. Investasi bodong adalah bentuk investasi dimana investor memberikan sejumlah uang agar diolah dan dikelola oleh perusahaan investasi, namun pada kenyataannya, perusahaan investasi tersebut tak mengelola uang investor. Bahkan tak jarang uang investasi yang telah diberikan oleh investor dibawa kabur.

Investasi Bodong
Investasi Bodong

Selain pengertian di atas, ada yang mengatakan bahwa investasi bodong merupakan kegiatan investasi yang sumber dana dan cara pengelolaannya tidak jelas. Umumnya, investasi bodong melibatkan 2 pihak yaitu ‘si bodoh’ dan ‘si bohong’. Yang dimaksud dengan ‘si bodoh’ adalah investor yang terlalu mudah percaya dengan janji manis perusahaan investasi. Sedangkan ‘si bohong’ merupakan pihak perusahaan yang melakukan ‘kebohongan’ demi mendapatkan keuntungan.

Perusahaan Investasi Bodong Menurut OJK

Setelah mengetahui sedikit tentang investasi bodong, berikut adalah beberapa perusahaan yang masuk dalam daftar investasi bodong menurut OJK. Mengenai daftar perusahaan investasi bodong yang akan dijabarkan di sini adalah data per bulan Desember 2017 lalu. Hal ini karena belum ada data terbaru dari OJK terkait investasi bodong.

OJK
OJK

Setidaknya terdapat 21 perusahaan investasi bodong di akhir tahun lalu berikut datanya :

PT Indiscub Ziona Ripav (perusahaan aplikasi pembelian tiket pesawat dan pulsa), PT Ayudee Global Nusantara (produk kosmetik), PT Raja Walet Indonesia/Rajawali (produk sabun wajah Blacwalet), PT Monspace Mega Indonesia, dan CV Usaha Mikro Indonesia.

Berikutnya ada IFC Markets Corp, Forex Time Limited, Tifia Markets Limited, XM Global Limited. Semua perusahaan itu bergerak dalam perdagangan forex. Selain itu, ada Alpari yang merupakan perusahaan pialang berjangka, FX Primus ID dan FBS Indonesia (perusahaan pialang online), Ayrex, dan Helvetia Equity Aggregator.

Selanjutnya adalah Biconnect (produk bitcoin), Ucoin Cash (produk Ucoin), The Peterson Group (perusahaan aset manajemen), ATM Smart Card (produk penawaran kartu ATM), PT GNP/Grand Nest Production Corporindo (investasi produk sarang burung walet), PT Maju Aset Indonesia (investasi berbentuk aset), dan PT Rofiq Hanifah Sukses yakni sebuah perusahaan perdagangan, arisan umrah, dan arisan motor.

Selain 21 daftar investasi bodong menurut OJK di atas, sebenarnya masih ada banyak lagi perusahaan investasi bodong yang telah diperiksa oleh OJK. Melihat data di atas, maka sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam memilih perusahaan investasi. Alih-alih mendapatkan keuntungan yang besar, uang investasi ternyata hilang dalam sekejap. Anda tentu tak ingin mengalami hal seperti itu, kan?

Modus yang Digunakan oleh Perusahaan Investasi Bodong

Kenali Investasi bodong
Kenali Investasi bodong

Anda telah memahami tentang perusahaan mana saja yang masuk dalam daftar investasi bodong. Selain hal tersebut, ada baiknya apabila Anda juga memperhatikan modus apa saja yang biasanya digunakan oleh sebuah perusahaan investasi bodong. Hal ini bertujuan agar nantinya Anda tidak terjebak dalam masalah sama yang dilalui oleh korban investasi bodong lainnya.

1. Ada Kewajiban Membayar Uang Muka

Seringkali pelaku investasi bodong akan meminta uang muka dengan janji keuntungan berlipat yang diperoleh investor. Tak hanya itu saja, mereka juga tak akan ragu untuk meyakinkan Anda bahwa semakin besar uang yang disetorkan, maka keuntungan yang diperoleh investor pun juga akan semakin banyak. Hal inilah yang seringkali membuat calon investor terlena dan lengah hingga akhirnya memberikan sejumlah uang investasi pada perusahaan tersebut.

2. Mendesak Calon Investor dalam Mengambil Keputusan

Setelah memberikan iming-iming keuntungan berlipat ganda, maka pelaku investasi bodong akan mendesak calon investor dalam mengambil keputusan. Pelaku tak akan ragu untuk mendesak dengan berbagai cara agar calon investor tak mampu berpikir secara jernih dan akhirnya bergabung dengan perusahaan investasi bodong itu. Keputusan yang terburu-buru tentu akan merugikan investor karena mereka tak dapat memperhitungkan keuntungan serta risiko yang mungkin saja mereka hadapi selama investasi dilakukan.

3. Janji Pendapatan Tinggi dalam Waktu Singkat

Modus yang ketiga adalah pelaku investasi bodong akan memberikan janji berupa keuntungan atau pendapatan tinggi hanya dalam waktu singkat saja. Misalnya ketika investor memberikan uang sebanyak 50 juta rupiah, maka dalam waktu satu bulan, pendapatan yang dapat diperoleh adalah sebesar 5 juta rupiah. Dalam arti dengan jangka waktu 1 tahun saja, modal investasi tersebut dapat lunas.

Dalam dunia investasi, kondisi di atas memang mungkin terjadi, namun peluangnya kecil karena tak selamanya proses investasi berjalan mulus. Ada kalanya kegiatan investasi mengalami masalah di tengah jalan yang membuat perusahaan bangkrut. Anda pastinya tak ingin mengalami kondisi yang satu ini.

4. Risiko Kerugian Sangat Minim

Seperti yang kita tahu, setiap hal yang berhubungan dengan investasi pasti memiliki risiko yang harus dipertimbangkan. Hanya saja, Anda harus berhati-hati pada janji manis pelaku investasi yang mengatakan bahwa program investasi mereka minim risiko, bahkan prosentase mengalami kerugian adalah 0%. Apabila Anda mendapatkan penawaran tersebut, pastikan menolaknya karena sebaik apapun kegiatan investasi berjalan, risiko kerugian setidaknya sebenar 20% hingga 25%.

5. Produk Investasi dengan Pilihan Level

Modus perusahaan yang masuk dalam daftar investasi bodong menurut OJK selanjutnya adalah produk yang ditawarkan memiliki pilihan level. Umumnya, level tersebut tergantung dari berapa banyak dana investasi yang disetorkan pada perusahaan. Adapun contoh dari level yang dapat dipilih adalah level silver, gold, dan juga platinum. Pada setiap level tersebut, janji atau iming-iming keuntungan pun berlipat ganda. Semakin tinggi levelnya, semakin banyak pula keuntungan yang dapat diperoleh.

Langkah yang Perlu Dilakukan untuk Menghindari Investasi Bodong

Mengatasi Investasi bodong
Mengatasi Investasi bodong

Apabila pada ulasan sebelumnya menjelaskan tentang modus apa saja yang digunakan oleh pelaku investasi bodong, maka pada ulasan berikut ini dapat menjadi langkah yang perlu Anda lakukan saat memutuskan untuk berinvestasi. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

1. Perhatikan Keuntungan yang Diberikan

Setiap kali ingin berinvestasi, maka perhatikan berapa persen atau berapa banyak hasil yang ditawarkan. Anda juga harus benar-benar memperhatikan tingkat kewajaran yang dihasilkan dari perusahaan investasi tersebut. Pada kondisi normal, semakin besar keuntungan yang dapat diterima oleh investor, maka semakin besar pula risiko mereka mengalami kerugian. Oleh karena itu, apabila keuntungan yang mungkin didapatkan terbilang besar namun risiko sangat kecil, Anda harus mulai mewaspadai perusahaan investasi tersebut.

2. Pelajari Bagaimana Cara Kerja Perusahaan

Langkah kedua yakni mempelajari bagaimana cara kerja perusahaan dalam menghasilkan uang dan mengembalikan suntikan dana investasi yang telah Anda berikan. Jika ketika Anda bertanya bagaimana cara kerja pada pelaku investasi dan mereka tak dapat menjelaskan secara detail, maka sebaiknya lupakan saja niatan untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut.

Satu hal yang perlu Anda ingat yakni jangan pernah sekalipun berinvestasi pada perusahaan yang dapat memberikan hasil tanpa tahu bagaimana cara kerjanya. Namun apabila penjelasan mengenai cara kerja investasi tersebut masuk akal, maka coba pertimbangkan tawaran investasi tersebut.

3. Mengidentifikasi Perusahaan Investasi

Umumnya sebuah perusahaan investasi resmi harusnya terdaftar pada salah satu industri jasa keuangan seperti Bank Indonesia, Bapepam, Bappebti, dan OJK. Pada umumnya, perusahaan investasi bodong adalah perusahaan yang baru berdiri sekitar 1 hingga 3 tahun. Sedangkan untuk perusahaan investasi terpercaya, umumnya telah berdiri selama 5 tahun dan data-data mereka akan tersimpan rapi dalam OJK atau perusahaan keuangan lainnya.

Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai investasi. Dengan begitu, maka Anda dapat mengambil langkah tepat tanpa harus khawatir tertipu iming-iming perusahaan investasi abal-abal. Semoga ulasan terkait daftar investasi bodong menurut OJK di atas bermanfaat bagi Anda.

Artikel Investasi Syariah ini dikenal, sbb :

helvetia equity aggregator indonesia -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *