Cara Menyusun Manajemen Keuangan dalam Kegiatan Bisnis Dengan Benar

Dalam sebuah bisnis atau pekerjaan apapun, cara menyusun manajemen keuangan dianggap sebagai hal yang paling penting. Pasalnya, salah satu kunci utama dalam menjaga kestabilan bisnis atau usaha tergantung dari bagaimana pengelolaan keuangan. Tak peduli seberapa besar atau kecilnya usaha yang dijalankan, dengan manajemen finansial yang baik, maka semua aliran dana dapat diawasi dengan baik. Selain itu, langkah manajemen keuangan juga membantu meminimalisir risiko terjadinya kerugian pada usaha tersebut.

Meski demikian, menyusun manajemen keuangan bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Ada banyak prinsip yang harus dikuasai sehingga semua masalah finansial dapat dihandle dengan mudah. Adapun prinsip-prinsip utama dalam manajemen keuangan adalah sebagai berikut.

Tentukan Besaran Profit yang Diinginkan

Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan

Cara mengelola manajemen keuangan yang pertama yakni dengan menentukan besaran profit atau keuntungan yang diinginkan. Dalam arti, setidaknya Anda harus memiliki gambaran dan tujuan berupa penghasilan tetap sebuah perusahaan. Apabila Anda hanya berpikir untuk menjalankan roda bisnis tanpa adanya perencanaan dan tujuan keuangan yang baik, kemungkinan besar perusahaan tersebut akan selalu merasakan defisit dan akhirnya bangkrut.

Sebagai catatan, ketika pertama kali menjalankan bisnis, jangan berpatokan untuk mendapatkan laba terlalu tinggi terlebih dahulu. Harus ada tahapan-tahapan perihal profit yang ingin dicapai tergantung dari kinerja perusahaan yang sedang dijalankan. Jadi Anda dapat membuat rencana dari satu tahap ke tahap berikutnya. Selain itu, jangan lewatkan waktu dalam melakukan evaluasi mengenai target capaian profit setiap tahap. Apabila target tidak tercapai, berarti Anda harus membenahi kekurangan sistem yang membuat keuntungan berupa profit kurang maksimal.

Membuat Rancangan Anggaran secara Terperinci

Selain memiliki target capaian berupa profit setiap periode, Anda juga harus membuat sebuah rancangan anggaran dengan detail. Kecermatan penyusunan anggaran akan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kondisi finansial sebuah perusahaan. Dalam hal ini, Anda juga harus memilih jenis usaha seperti apa yang dapat dilakukan demi mencapai tujuan bisnis tersebut. Pada langkah ini, Anda mungkin harus mengeluarkan banyak uang yang sifatnya berkala atau hanya sekali saja dalam bentuk aset.

Rancangan Anggaran
Rancangan Anggaran

Mengenai rancangan anggaran, Anda harus memikirkan berbagai pengeluaran yang bertujuan untuk pengembangan bisnis. Jangan sampai salah melangkah dan memilih jenis pengembangan modal yang salah. Bukannya mendapatkan keuntungan, kesalahan dalam mengeluarkan anggaran pada bisnis yang salah dapat membuat Anda kehilangan banyak uang. Untuk itu, pertimbangkan secara matang mengenai besaran anggaran yang dikeluarkan serta besaran keuntungan yang mungkin diperoleh dari kegiatan bisnis tersebut.

Catat semua pemasukan dan pengeluaran yang Anda lakukan. Apabila Anda mendapatkan modal pengembangan usaha dari bank atau investor, catat juga berapa besaran bunga yang harus dibayarkan untuk pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Memanfaatkan Pembukuan Digital dan Konvensional

Seperti yang kita tahu, membuat sebuah rincian anggaran dana tak cukup dengan mengandalkan daya ingat dan pikiran saja. Harus ada alat bantu yang dapat merekap semua pengeluaran dan pemasukan tersebut. Oleh karena itu, Anda harus memanfaatkan pembukuan atau neraca digital yang terbilang lebih praktis apabila dibandingkan dengan pembukuan konvensional.

Pembukuan digital merupakan jenis pembukuan yang memanfaatkan media-media digital, baik itu secara online ataupun offline. Anda dapat mencatat pembukuan dengan memanfaatkan laptop, smartphone, dan sebagainya. Sedangkan pembukuan konvensional merupakan jenis pembukuan yang memanfaatkan alat tulis pada umumnya. Akan lebih baik apabila Anda melakukan pembukuan digital sekaligus konvensional. Jadi ketika terdapat kesalahan atau kelalaian pada salah satu jenis pembukuan, maka terdapat back up yang berasal dari pembukuan lainnya.

Pembuatan pembukuan atau neraca harus disusun secara rapi dengan alur jelas. Anda dapat mengikuti berbagai pedoman pembukuan baku untuk memudahkan dalam hal pengecekan atau verifikasi terkait anggaran bisnis. Selain itu, mintalah pada orang lain yang bergerak mengatur keuangan bisnis Anda dalam mencatat arus dana. Pilihlah orang-orang yang teliti dan dapat dipercaya mengingat pembukuan yang baik memiliki peranan yang sangat penting dalam manajemen keuangan bisnis Anda.

Mengelola Perputaran Kas dengan Baik

Cara menyusun manajemen keuangan tidak terlepas dari bagaimana pengelolaan kas pada kegiatan bisnis. Sebaiknya Anda tak hanya berorientasi pada berapa pendapatan yang diperoleh, namun juga memikirkan bagaimana cara untuk melakukan perputaran kas bisnis tersebut. Hal ini karena tak jarang perusahaan dengan laba tinggi mengalami macet di tengah perjalanan karena tak melakukan perputaran kas dengan baik.

Mengawasi Harta, Modal, dan Kredit

Cara menyusun manajemen keuangan yang berikutnya yakni selalu mengawasi harga, modal, serta kredit yang dimiliki. Hal ini sebenarnya sangat mudah selama Anda memiliki pembukuan yang baik terkait pengelolaan keuangan bisnis seperti yang telah dijelaskan di atas. Dengan adanya pembukuan, maka Anda dapat memverifikasi berapa banyak harta serta modal yang dimiliki serta berapa tanggungan kredit yang harus dibayarkan.

Modal
Modal

Selain itu, Anda juga harus melakukan pengecekan secara rutin terhadap persediaan barang yang ada di dalam gudang penyimpanan, jika Anda bergerak pada bisnis benda-benda fisik. Anda juga dapat mengecek besaran piutang dari pembeli serta jangka waktu uang tersebut dibayarkan pada Anda, yang nantinya dapat Anda jadikan modal untuk memutar roda bisnis.

Mengenai cara yang satu ini, Anda tak boleh meremehkannya. Jangan sampai karena kelalaian Anda dalam melakukan pengecekan terkait modal, harga, dan kredit mempengaruhi kondisi finansial perusahaan. Pasalnya ketiga hal tersebut saling berkesinambungan satu sama lain.

Kurangi Risiko Utang

Untuk memudahkan pengelolaan finansial perusahaan, sebaiknya jangan pernah melakukan utang atau pinjaman modal jika memang tidak benar-benar dibutuhkan. Meskipun hal ini diperbolehkan, namun dengan adanya tambahan beban berupa cicilan utang, maka kondisi manajemen finansial sebuah bisnis akan terombang-ambing. Lebih parahnya, apabila ternyata dengan utang yang telah dilakukan kegiatan bisnis tak kunjung menemukan titik terang untuk berkembang, kemungkinan besar bisnis tersebut akan bangkrut dan Anda harus tetap membayarkan tagihan atas utang yang telah dilakukan.

Memisahkan Harta Pribadi dan Modal serta Keuntungan Bisnis

Hal paling penting dari cara menyusun manajemen keuangan bisnis yakni pastikan Anda memisahkan antara harga pribadi yang dimiliki serta semua uang terkait bisnis tersebut. Pada kondisi ini, Anda memang dapat memperoleh keuntungan berkala dalam kegiatan bisnis. Namun begitu keuntungan tersebut menjadi harta pribadi, maka jangan sekali-kali memasukkannya lagi pada modal perusahaan. Sebaliknya, semua dana yang dihasilkan dan diperuntukkan untuk bisnis jangan pernah dijadikan harta pribadi Anda. Ini akan sangat membantu proses transparansi serta pengelolaan manajemen keuangan bisnis Anda.

Tujuh cara menyusun dan mengelola keuangan di atas memang tak begitu susah untuk dilakukan. Namun ketika Anda menganggap remeh cara-cara di atas, maka dampaknya adalah kesehatan serta kestabilan finansial bisnis yang terganggu. Oleh karena itu, cobalah untuk tetap konsisten dalam melakukan tips dan cara menyusun manajemen keuangan di atas agar mencapai hasil yang diinginkan, semoga bermanfaat.

Artikel Investasi Syariah ini dikenal, sbb :

contoh menyusun manajemen keuangan -manajemen keuangan jpg -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *