Cara Menyisihkan Uang dari Hasil Usaha Paling Tepat

Cara Menyisihkan Uang dari Hasil Usaha – Sebagian besar wirausaha pemula biasanya menemui kesulitan mengelola uang hasil usaha. Dalam hal ini kesalahan paling fatal yang sering dilakukan adalah tidak bisa memisahkan uang untuk pribadi dan uang yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan usaha.

Jika kondisi tersebut dibiarkan maka tidak perlu heran jika uang hasil usaha habis tak tersisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di satu sisi uang pribadi yang seharusnya ditabung juga akan tersedot untuk menutup biaya operasional usaha. Pertanyaannya, bagaimana cara mengatur keuangan hasil usaha yang benar?

Merancang Pengeluaran Berdasarkan Penghasilan Rata-rata Per-bulan

Segudang kenikmatan menjadi pengusaha sukses hampir setiap saat singgah di pikiran kita. Namun ada satu hal yang patut kita waspadai sebelum benar-benar menyandang titel pengusaha sukses yaitu terkait masalah pengeluaran keuangan.

Merancang pengeluaran
Merancang pengeluaran

Anda adalah seorang pengusaha dimana hanya Anda sendiri yang bisa menentukan gaji setiap bulannya. Untuk itu Anda harus memiliki perencanaan pengeluaran yang tepat. Intinya semakin kecil pengeluaran yang dibuat maka semakin besar “gaji” yang didapat setiap bulannya.

Cara menyisihkan uang dari hasil usaha yang pertama harus dilakukan yaitu terlebih dulu merancang pengeluaran yang benar. Disini Anda harus menetapkan besaran pengeluaran dalam setiap bulan dengan mengacu pada rata-rata penghasilan bersih per-bulan.

Contohnya rata-rata penghasilan Anda setiap bulan Rp 4 juta – Rp 6 juta. Dari penghasilan tersebut pengeluaran bulanan yang bisa Anda tetapkan maksimal Rp 2juta. Dalam setiap bulannya usahakan tetap konsisten mengeluarkan dana di range tersebut, terlepas berapapun penghasilan yang Anda peroleh. Jika Anda mampu disiplin dengan budget yang tetap setiap bulannya, maka kondisi finansial Anda tetap sehat dan terjaga. Bahkan selisih dari penghasilan dan pengeluaran bisa ditabung untuk memperbesar usaha dimasa yang akan datang.

Jangan Pelit Membayar Tagihan Sewaktu Memiliki Uang

Mengembangkan usaha dengan meminjam modal adalah kondisi yang normal bagi pengusaha. Meski demikian ada satu risiko yang harus dihadapi yaitu membayar tagihan atau cicilan hutang. Untuk itu ketika memiliki uang upayakan untuk membayar seluruh tagihan tepat waktu. Anda harus pahami bahwa tagihan tersebut masuk budget biaya hidup Anda setiap bulan.

tagihan pengeluaran
tagihan pengeluaran

Setelah menerima uang dari rekan bisnis atau menghitung laba bersih yang Anda dapat bulan ini, pastikan Anda dahulukan membayar tagihan yang wajib dilunasi (jatuh tempo). Setelah itu baru Anda bisa memikirkan untuk mengolah uang hasil usaha yang tersisa, apakah untuk ditabung atau membuka bisnis baru.

Biasakan Menabung untuk Mengantisipasi Keuntungan Minimal

Sejak usia sekolah kita sudah dikenalkan manfaat menabung, apa saja keuntungannya, dan semua poin-poin positif didalamnya. Hal ini juga harus Anda terapkan meskipun sudah menjadi pengusaha. Seorang karyawan bisa dikatakan “lebih aman” karena masih bisa mengandalkan gaji setiap bulan. Sebaliknya, sebagai wirausaha boleh dibilang kondisi finansial Anda penuh ketidakpastian. Misalnya bulan ini Anda membukukan pendapatan cukup tinggi, hal tersebut belum tentu bisa terulang bulan berikutnya.

menabung
menabung

Oleh sebab itu Anda harus mengantisipasi kemungkinan buruk dengan memperbanyak dana simpanan terutama saat ada pemasukan diatas rata-rata. Sisihkan sebagian dari pendapatan bersih sebagai biaya cadangan, ini penting jika laba yang Anda peroleh di bulan-bulan selanjutnya diluar kebiasaan atau dibawah rata-rata.

Pastikan arus kas keuangan perusahaan lancar. Dengan begitu kewajiban yang harus Anda bayarkan dapat teratasi. Pada prinsipnya baik pemasukan, pengeluaran, hingga utang piutang butuh pembukuan yang jelas. Dengan laporan keuangan yang transparan maka semakin mudah Anda mengevaluasi perkembangan perusahaan secara berkala.

Pisahkan Rekening Tabungan, Investasi, dan Biaya Operasional

Salah satu kunci sukses sebuah perusahaan adalah sistem manajemen keuangan yang bagus. Disini sebagai pengusaha Anda harus bisa membedakan mana dana hasil usaha yang harus ditabung, mana untuk investasi dan mana dana wajib untuk biaya operasional.

Rekening tabungan

Banyak pengusaha yang melakukan kesalahan dimana mereka lebih suka mencampur uang untuk kebutuhan berbeda dalam satu rekening. Jika Anda termasuk salah satu diantara mereka, mungkin Anda akan kegirangan karena seperti memiliki dana yang sangat besar sewaktu melihat buku tabungan. Padahal dana tersebut bukan dana real Anda sendiri. Artinya harus dialokasikan untuk kebutuhan berbeda-beda.

Salah satu cara menyisihkan uang dari hasil usaha memang dengan menabung, namun untuk tujuan berbeda sebaiknya Anda menyediakan rekening yang berbeda pula. Disini setidaknya Anda butuh tiga rekening. Yang pertama rekening tabungan, yang kedua rekening investasi, dan yang ketiga rekening biaya operasional atau biaya hidup sehari-hari.

Mempersentasekan Uang Hasil Usaha pada Pos-nya Masing-masing

Kadang uang dari hasil usaha diperoleh dengan perjuangan yang melelahkan. Untuk itu Anda harus benar-benar bijak mengelola laba usaha tersebut dengan menempatkan besaran dana pada pos-nya masing-masing.

Sisihkan 20 persen hasil usaha sebagai dana cadangan (dana investasi). Nantinya dana ini berguna untuk kebutuhan operasional perusahaan dalam jangka panjang. dana juga hanya digunakan untuk kebutuhan yang urgent. Investasi yag dimaksud bisa berupa emas, surat berharga (obligasi), properti, dan lain-lain.

Cara menyisihkan uang dari hasil usaha berikutnya yaitu dengan memotong 10 persen laba usaha untuk pengembangan usaha. Disini pengembangan usaha mencakup arti yang luas, misalnya pengembangan infrastruktur, perbaruan sistem IT, pengembangan SDM, hingga perluasan usaha dengan membuka cabang di lokasi lain. Gunakan separuh atau 50 persen laba bersih usaha sebagai modal berputar. Pos ini mencakup kebutuhan untuk perusahaan seperti pengadaan barang dan biaya operasional usaha.

Sebagai reward atas kerja keras terutama capaian yang Anda raih, Anda berhak mendapatkan 10 persen dari hasil usaha untuk kebutuhan pribadi maupun keluarga. dan 10 persen laba usaha sisanya gunakan untuk dana sosial, zakat dan infaq. Anda boleh saja mengejar materi namun dengan banyak beramal maka keberkahan dalam bisnis juga Anda dapatkan.

Kendalikan Diri dengan Tidak Membeli Barang yang Tidak Perlu

Seorang pengusaha memiliki peluang besar mendapat keuntungan berkali-kali lipat dibanding pendapatan biasanya. Wajar ketika berada di fase tersebut Anda berhasrat untuk membeli barang-barang baru. Kendati demikian belum tentu barang-barang yang akan dibeli benar-benar Anda butuhkan.

Meskipun situasinya sangat memungkinkan untuk membeli barang baru namun justru disinilah Anda butuh pengendalian diri. Artinya biasakan menahan diri untuk membeli barang yang bukan kebutuhan pokok atau penting. Mulailah berpikir lebih jauh, misalnya denga membayangkan bahwa bulan-bulan berikutnya penghasilan Anda jauh lebih kecil dibanding laba bulan ini. Kebiasaan berhemat dan berpikir ulang sebelum membeli barang akan membawa Anda lebih cepat melangkah meraih sukses.

Menjadi seorang pengusaha maka Anda bebas memanjakan diri sepuasnya. Anda bisa menentukan jam kerja sendiri, tidak perlu ikut instruksi atasan, dan tentunya kesempatan mendapat keuntungan sebanyak mungkin juga lebih besar. Namun ingat, untuk perkembangan usaha yang sehat dan terhindar dari pailit Anda harus menerapkan cara menyisihkan uang dari hasil usaha dalam pembukuan perusahaan Anda.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *