Cara Mengatur Keuangan Usaha Kredit Agar Kondisi Finansial Perusahaan Stabil

Cara Mengatur Keuangan Usaha Kredit – Secara ekonomi, menjadi seorang wirausaha berpotensi mendatangkan keuntungan lebih cepat dibanding seorang karyawan. Seorang wirausaha memiliki kebebasan mengatur jam kerjanya sendiri, terlebih memiliki banyak peluang untuk meningkatkan pendapatan dari waktu ke waktu.

Kendati demikian akan sangat berbahaya jika seorang pengusaha tidak punya kepiawaian dalam mengelola keuangan. Apalagi jika modal untuk merintis usaha adalah uang pinjaman berbunga dan memiliki jatuh tempo. Sekali saja lalai dalam me-manage keuangan, bukan tidak mungkin bisnis yang dikelola susah payah akan merugi bahkan yang lebih buruk kita akan terlilit hutang dalam jumlah besar.

Perencanaan keuangan yang matang memang sangat penting dalam sebuah bisnis. Ini bukan hanya masalah untung dan rugi, namun dengan mengatur keuangan pada porsinya masing-masing maka risiko krisis finansial dapat diminimalisir.

Bagi Anda yang punya rencana berbisnis dengan modal pinjaman, perhatikan cara mengatur keuangan usaha kredit berikut ini.

Bedakan Hutang yang Baik dan Hutang yang Buruk

Mengklasifikasikan jenis kredit atau hutang adalah langkah penting sebelum Anda terjun dalam bisnis tertentu. Yang dimaksud pengklasifikasian hutang disini yaitu membedakan antara hutang yang baik dan hutang yang buruk. Dalam hal ini hutang yang baik dan hutang yang buruk dapat dibedakan menurut kebutuhan dan penggunaan uang tersebut nantinya.

Hutang baik dan buruk

Jika hutang digunakan untuk modal usaha bisnis investasi (misalnya membeli tanah, rumah, aset properti, dll) maka pinjaman tersebut masuk kategori hutang baik. Sebaliknya jika pinjaman digunakan untuk hal-hal yang kurang penting (misalnya membeli barang elektronik, pesta, liburan, dsb) maka dana pinjaman tersebut masuk kategori hutang buruk.

Jadi sebelum melakukan pinjaman ke bank atau sumber keuangan apapun, pastikan Anda menganalisa terlebih dulu jenis kebutuhannya. Setelah itu putuskan apakah Anda layak atau tidak melakukan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Begitupun ketika sudah fokus dengan bisnis yang Anda kelola. Saat mendapat banyak keuntungan, kendalikan diri Anda supaya tidak terjebak keinginan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Tunda dulu liburan karena masih banyak kebutuhan lain yang harus didahulukan. Bayangkan bahwa di bulan berikutnya belum tentu Anda bisa mendapat keuntungan besar seperti bulan ini.

Menentukan Posisi Finansial dan Perencanaan  Budget

Tips mengatur keuangan usaha kredit selanjutnya yaitu dengan menentukan posisi finansial dan merencanakan budget. Hutang memang membawa dampak baik dan buruk. Namun terlepas dari itu, hampir semua manusia pernah ‘terikat’ dengan dua hal tersebut.

Saat ini boleh saja fokus dengan bisnis yang Anda rintis namun membayar atau mencicil hutang adalah kewajiban yang tidak bisa dihindari. Apalagi jika modal yang Anda gunakan harus lunas dalam jangka waktu tertentu. Mau tak mau minimal Anda harus fokus pada dua hal yakni perkembangan bisnis dan tanggung jawab sebagai peminjam modal.

Lantas apa yang harus dilakukan?

Yang harus Anda lakukan yaitu menentukan posisi finansial pada porsi yang tepat dengan membuat budget. Dengan perhitungan budget Anda bisa menganalisa seberapa besar keuntungan yang masuk dan seberapa besar pengeluaran yang butuh alokasi dana setiap bulannya. Intinya perencanaan budget harus dibuat secara rinci karena ini penting untuk menjaga stabilitas finansial Anda.

Mulailah dengan membuat skema sederhana seperti berikut:

  • Jumlah total pemasukan dan rincian asal pemasukan
  • Jumlah total pengeluaran dan rincian variasi pengeluaran tidak tetap 1 bulan (kebutuhan makanan, pakaian, rekreasi, dll)
  • Jumlah total pengeluaran dan rincian pengeluaran tetap 1 bulan (cicilan kredit, telepon, listrik, pulsa, air, biaya pendidikan anak, asuransi, dll)
  • Rincian pengeluaran pinjaman baru (jika ada)

Ada beberapa orang yang membuat daftar perencanaan budget sangat pendek, seperti hanya membuat daftar cicilan pinjaman bank atau cicilan rumah. Namun bagi mereka yang benar-benar memperhitungkan pemasukan dan pengeluaran dari yang paling besar hingga paling kecil maka daftar ini bisa sangat panjang.

Secara garis besar, posisi finansial dan perencanaan budget yang tepat membuat Anda lebih mudah memantau kondisi finansial sekaligus membuat rencana pembayaran di sektor yang benar-benar penting. Dari cara ini pula Anda bisa belajar memahami apakah finansial Anda sehat atau justru berisiko di masa yang akan datang. Ini karena Anda sudah memiliki gambaran yang jelas terkait kondisi keuangan sesuai fakta, bukan sekedar berspekulasi.

Penjadwalan Pembayaran Pinjaman

Penjadwalan Pembayaran
Penjadwalan Pembayaran

Masih tentang cara mengatur keuangan usaha kredit, hal berikutnya yang harus dilakukan yaitu penjadwalan pembayaran kredit atau pinjaman itu sendiri. Sebelumnya harus dipahami dulu bahwa pembayaran hutang ini termasuk pengeluaran tetap sehingga tidak boleh diabaikan.

Buatlah penjadwalan pembayaran pinjaman sesuai jenisnya. Yang dimaksud disini jenis pinjaman yang berbeda mungkin butuh cara pembayaran yang berbeda pula. Misalnya apakah harus secara tunai atau auto debet. Buat catatan khusus di ponsel atau komputer supaya tidak ada keterlambatan pembayaran. Hindari melewatkan pembayaran meskipun hanya satu kali sebab bisa berisiko bertambahnya hutang Anda. Jika lalai bisa dipastikan terjadi pembengkakan tagihan bulan berikutnya.

Membayar Tagihan Kartu Kredit

Terlepas besar kecilnya bisnis yang dikelola, jaman sekarang adalah hal yang wajar seseorang menggunakan kartu kredit, termasuk Anda. Bukan masalah jika memang harus menggunakan kartu kredit sepanjang Anda mampu membatasi diri dalam penggunaannya terlebih saat berbelanja. Ini kembali pada poin diatas dimana Anda harus bisa membedakan mana kebutuhan yang benar-benar penting dan mana yang kurang penting.

kartu kredit
kartu kredit

Pada prinsipnya kartu kredit adalah bentuk pinjaman karena posisi Anda adalah peminjam dari kreditor untuk mempermudah aktivitas pembayaran. Pinjaman kartu kredit sendiri umumnya harus dibayarkan setiap satu bulan sekali dengan jumlah minimum yang sudah disepakati.

Disini sangat disarankan untuk membayar tagihan kartu kredit melebihi jumlah minimum atau bila perlu membayar tagihan secara penuh setiap bulan. Harus diketahui bahwa membayar kartu kredit secara minimum hanya membuat pinjaman semakin besar karena sebagai pemilik kartu Anda diwajibkan membayar bunga yang jumlahnya tidak sedikit. Hal ini membuat proses pelunasan hutang jauh lebih lama. Semakin lama menunda pembayaran tagihan, semakin besar bunga yang wajib Anda bayarkan.

Memisahkan Rekening Pribadi dan Rekening Operasional

Banyak pengusaha yang tidak paham mengenai cara mengatur keuangan kredit sehingga menimbulkan kerancuan pada kondisi finansial perusahaan. Kesalahan yang paling fatal adalah mencampur antara uang pribadi, tabungan, dan uang investasi dalam satu rekening.

buku rekening
buku rekening

Mencampuradukkan uang dari sumber berbeda atau untuk kebutuhan berbeda dalam satu rekening justru membuat Anda kesulitan mengelolanya. Anda rentan melakukan kesalahan, misalnya uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan investasi malah terpakai untuk kebutuhan pribadi. Itulah pentingnya mengapa antara rekening pribadi dan rekening operasional harus dipisahkan.

Demikian pembahasan tentang cara mengatur keuangan usaha kredit kali ini. Merintis usaha dengan melakukan pinjaman memang tidak dilarang. Namun begitu kita harus hati-hati dengan hutang tersebut terutama jika kondisi keuangan kurang baik. Yang harus diingat, beban cicilan hutang membuat keuangan perusahaan mudah memburuk. Jadi sebisa mungkin kurangi risiko berhutang apabila pemasukan belum mampu memenuhi kebutuhan operasional.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *