3 Cara Membedakan Sertifikat Tanah Asli atau Palsu

Cara membedakan sertifikat tanah asli atau palsu bagi orang awal seperti kita memang bukan hal yang mudah. Sertifikat palsu bisa mempunyai penampilan fisik yang benar-benar meyakinkan. Tak heran banyak sekali orang yang menjadi korban penipuan akibat tidak bisa membedakan sertifikat palsu.

Padahal, sertifikat tanah ini menjadi sesuatu yang sangat penting dalam membuktikan kepemilikan rumah atau bangunan tertentu. Sertifikat bisa kita gunakan sebagai jaminan ketika melakukan pinjaman kredit. Jika ternyata sertifikat yang Anda miliki sekarang adalah palsu, Anda mungkin akan mengalami beberapa masalah hukum yang bisa merugikan. Anda pun tak bisa menggunakan sertifikat tanah tersebut untuk jaminan hutang. Sebelum semua hal buruk tersebut terjadi, silahkan cek keaslian sertifikat Anda. Bagaimana caranya? Simak ulasan selengkapnya dalam penjelasan berikut.

Perhatikan Bentuk Fisik Surat Tanah

Bentuk Fisik Surat Tanah
Bentuk Fisik Surat Tanah

Seperti yang telah dijelaskan di atas, sertifikat tanah menjadi bukti fisik yang menyatakan hak seseorang atas kepemilikan properti. Agar tidak tertipu dengan sertifikat tanah palsu saat Anda membeli tanah, rumah, ataupun properti lainnya, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengecek penampakan fisik sertifikat tanah. Ini menjadi langkah paling sederhana untuk cara membedakan sertifikat tanah asli atau palsu.

Sertifikat tanah yang asli atau yang dikeluarkan resmi oleh Badan Pertanahan Nasional secara fisik berwarna hijau. Akan tetapi, sertifikat tanah yang palsu umumnya berwarna abu-abu atau warna gelap lainnya. Untuk memeriksa apakah sertifikat yang Anda miliki asli atau palsu, sebaiknya bandingkan 2 sertifikat.

Dari segi fisik, Anda bisa memperhatikan beberapa hal. Yang pertama, dari segi sampulnya. Warna sampul sertifikat tanah atau rumah yang asli adalah hijau. Warna yang lainnya mungkin saja adalah sertifikat yang palsu. Lalu, bagian cap dan tanda tangan yang tertera dalam sertifikat juga perlu diteliti. Untuk tahu mana yang asli dan mana yang palsu, setidaknya Anda harus memegang sertifikat tanah yang asli sebagai contoh.

Datang dan Cek Langsung Ke Badan Pertahanan Nasional

Jika Anda tidak pernah melihat rupa sertifikat asli atau tidak punya sertifikat asli sebagai perbandingan, rasanya sangat susah untuk mengetahui keaslian sertifikat tanah hanya dengan melihat fisiknya. Untuk itu, Anda disarankan untuk mengunjungi Badan Pertanahan Nasional. Pihak legal ini tentu bisa melakukan pengecekah secara lebih rinci dan terpercaya. Petugas BPN akan mengecek secara lengkap mulai dari bentuk fisiknya hingga ke nomor registrasi yang ada dalam sertifikat.

cek langsung ke BPN
cek langsung ke BPN

Sebelum datang langsung ke BPN, Anda perlu mengetahui rangkaian prosedur pengecekan sertifikat tanah. Dokumen-dokumen yang harus Anda siapkan adalah sertifikat asli, KTP asli, bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan yang terakhir. Setelah persyaratan terpenuhi, Anda bisa langsung menuju BPN.

Ingat, Anda harus datang ke kantor BPN yang dekat dengan daerah Anda. Selanjutnya, Anda bisa menuju ke loket pengecekan bagian sertifikat tanah. Setelah itu, berikan dokumen yang diperlukan (sertifikat tanag asli, KTP, serta bukti pembayaran PBB terakhir). Waktu pengecekan sertifikat tanah ini adalah sekitar satu hari. Biaya pengecekan yang dibebankan kepada Anda adalah Rp 50.000 saja.

Cara membedakan sertifikat tanah asli atau palsu dengan mengecek langsung ke BPN adalah yang paling akurat. Ini penting dilakukan sebelum Anda teken kontrak untuk membeli tanah, rumah, atau properti lainnya. Anda bisa datang dengan si pemilik sertifikat.

Modus Pemalsuan Surat-Surat Tanah

Tentu ada banyak sekali modus yang sering dilakukan oleh para tersangka pemalsuan tanah. Satu modus yang sering dipraktikkan adalah dengan pura-pura menjadi pembeli tanah, rumah, atau properti lainnya. Tanpa membuat curiga, oknum pemalsuan sertifikat tanah ini meminta izin pemilik rumah untuk meminjam sebentar surat-surat tanah untuk dipastikan keasliannya. Setelah diberikan izin, pelaku justru memfotokopi data tersebut untuk dipalsukan.

Melalui sertifikat yang difotokopi tersebut, pelaku akan mencoba untuk mempelajari dokumen, termasuk bentuk tanda tangan serta cap dari BPN persis seperti pada yang asli. Bahkan, lebih parahnya lagi, mafia atau sindikat pemalsuan sertifikat ada juga yang bekerja sama dengan BPN. Kasus seperti ini pernah terjadi di Pangandaran. Dari penelusuran pihak yang berwajib, ternyata pelaku bukan hanya oknum luar, tetapi juga orang dalam BPN. Sangat miris bukan?

Secara sekilas, sertifikat tanah palsu mungkin terlihat sama dengan yang asli. Untuk menghindari risiko penipuan, Anda bisa melakukan beberapa langkah seperti yang sudah dijelaskan di atas. Kerugian atas penipuan sertifikat tanah ini bisa sangat besar. Bahkan ada yang mencapai ratusan juta rupiah.

Jangan sampai hal ini terjadi pada Anda, ya. Sebisa mungkin, lakukan pencegahan supaya tidak menjadi korban. Cara membedakan sertifikat tanah asli atau palsu ini mungkin sangat sederhana. Akan tetapi, kami tetap berharap bahwa penjelasan ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Artikel Investasi Syariah ini dikenal, sbb :

cara membedakan sertifikat asli dan palsu -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *