Ketahui 5 Prinsip ini sebagai Cara Agar Pinjaman di Acc Bank

Cara agar pinjaman di acc bank – Mengajukan pinjaman ke pihak bank untuk saat ini sepertinya sudah merupakan hal yang sangat lumrah. Ada banyak motif ketika seseorang memutuskan untuk mengajukan pinjaman yang kemudian beralih menjadi sebuah skema kredit. Banyak pula bank yang sudah menyediakan rancangan program-program kredit yang sesuai dengan kebutuhan pinjaman yang diajukan oleh nasabahnya. Namun sering kali, pihak bank tidak begitu saja menyetujui semua proposal pinjaman yang masuk. Hal tersebut adalah untuk menjalankan manajemen risiko yang sudah seharusnya diterapkan. Pihak bank mau tidak mau juga harus memilih dan memilah proposal mana yang seharusnya disetujui dan tidak.

Dengan kebijakan tersebut, banyak para pengaju pinjaman yang merasa bingung. Terang saja, saat semua prosedur dan persyaratan pengajuan pinjaman sudah diikuti dan dilengkapi, namun pinjaman tetap ditolak, maka tentu ada hal-hal yang memberatkan pihak bank untuk menyetujuinya. Ditambah lagi, pihak bank memiliki otoritas untuk tetap menjaga alasan mengapa sebuah proposal pinjaman tersebut ditolak ataupun diterima.

pinjaman bank

Terlepas dari berbagai macam alasan penolakan yang dibuat oleh pihak bank, yang pastinya berbeda-beda tergantung dengan ketentuan masing-masing, sebenarnya ada standar khusus untuk membuat sebuah pinjaman bisa lolos dan di acu. Tips agar pinjaman di acc bank tentu saja tersedia. Ada pedoman yang disebut dengan Credit Anlayst yang menentukan sebuah pinjaman bisa di terima atau ditolak. Namun ada baiknya untuk mengetahui apa saja syarat-syarat pengajuan kredit sebelum membahas cara agar pinjaman di acc bank. Berikut adalah syarat-syaratnya.

Syarat Pengajuan Pinjaman

Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum bisa mulai mengajukan pinjaman adalah dengan memenuhi syarat-syarat administrasi yang ditentukan oleh pihak bank. Calon peminjam harus memenuhi semua persyaratan berkas yang diajukan oleh bank supaya berkas tersebut bisa diproses untuk dilakukan pertimbangan penyetujuan. Sebenarnya, setiap bank memiliki kebijakan masing-masing dalam persyaratan administrasi tersebut. Namun secara umum, persyaratan pengajuan pinjaman bisa dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Syarat Umum, meliputi:
  • Mengisi formulir aplikasi pengajuan.
  • Fotokopi identitas diri (KTP, SIM, atau paspor).
  • Fotokopi akta nikah bagi yang sudah menikah.
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi reka buku tabungan selama beberapa bulan terakhir.
  1. Syarat Khusus

Syarat khusus diadakan untuk membuat penggolongan si pengaju dana lebih spesifik. Syarat khusus biasanya tergantung dengan profesi yang dimiliki pengaju dana, yaitu:

  • Pegawai dan Karyawan Swasta yang meliputi kartu pegawai, tabungan dan asuransi pensiun, slip gaji dan surat keterangan bekerja dari perusahaan, SK CPNS atau SK PNS. SK kenaikan pangkat terakhir, dek kenaikan gaji berkala terakhir, daftar gaji kolektif, dan surat keterangan rincian penghasilan,
  • Untuk Wirausaha meliputi fotokopi rekening tabungan di bank manapun selama 3-6 bulan terakhir, data hasil pembukuan keuangan usaha, laporan laba-rugi, dan semua hal yang terkait dengan monitoring kegiatan usaha tersebut.

Untuk mendapatkan syarat-syarat kredit yang pasti dan dibutuhkan oleh pihak bank, maka disarankan bagi pengaju pinjaman untuk langsung mengonsultasikan persyaratannya dengan pihak bank supaya tidak terjadi kekurangan informasi.

Selanjutnya, yang perlu diketahui adalah prinsip dasar pertimbangan yang digunakan untuk menerima atau menolak sebuah kredit. Bank secara umum menggunakan pedoman Credit Analyst atau prinsip 5C untuk menentukan sebuah pengajuan pinjaman. Lalu apa saja isi dari Crdedit Analyst tersebut?

Prinsip Credit Analyst

  1. Character

Prinsip pertama yang berlaku sebagai pedoman pertimbangan pengajuan pinjaman adalah character. Prinsip tersebut akan melihat karakteristik dari calon pengaju pinjaman. Karakteristik yang dimaksud di sini adalah mengenai latar belakang, kebiasaan hidup, pola hidup setiap hari, dan lain-lain. Hal paling pokok dari adanya pedoman penelitian karakter terebut adalah untuk mengetahui apakah calon debitur termasuk orang yang bisa dipercaya atau tidak.

Pihak bank biasanya akan menjalani BI Checking untuk mengetahui semua aktivitas perbankan yang pernah dilakukan oleh pengaju pinjaman. Bank akan mengakses Sistem Informasi Debitur untuk mencari tahu riwayat kredit pengaju pinjaman. Sebagai informasi, semua riwayat transaksi orang yang pernah mengajukan kredit akan tersimpan di dalam pusat data Sistem Informasi Debitur tersebut.

Maka, ada baiknya bagi pengaju dana untuk tetap menjaga dengan baik catatan pembayaran kredit yang diajukan sebelumnya. Tentu saja, jika catatan kredit sebelumnya bermasalah, maka jangan harap pinjaman bisa di acu oleh pihak bank.

  1. Capacity

Prinsip tersebut bekerja dengan melihat kemampuan pengaju dana dalam mengelola keuangannya. Maksudnya, bank akan melihat penghasilan yang dimiliki oleh karyawan atau pengusaha tersebut setiap bulannya, menghitung dengan pengeluaran, dan perkiraan kesanggupan membayar cicilan pinjaman. Bank juga akan melihat apakah pengaju dana pernah memiliki permasalahan keuangan atau tidak

Rata-rata, bank akan menerima sebuah pengajuan dana jika jumlah cicilan pinjaman tiap bulan tidak lebih dari 30 persen dari total gaji atau penghasil yang di dapat oleh pengaju dana. Jadi ada baiknya untuk memilih skema keuangan yang paling sesuai dengan kemampuannya.

  1. Capital

Cara agar pinjaman di acc bank yang selanjutnya adalah dengan memperhatikan prinsip Capital. Prinsip ini akan membuat bank meninjau seluruh aset kekayaan yang dimiliki oleh pengaju dana. Biasanya, prinsip Capital akan diterapkan pada para pengusaha dengan menghitung seluruh aset dalam usahanya juga.

Berdasarkan analisis tersebut, bank akan menilai layak atau tidaknya seorang pengaju dana diterima proposalnya, atau seberapa besar pinjaman yang kiranya sesuai dengan kemampuan pengaju dana.

  1. Collateral

Bank menerapkan prinsip collateral jika pada akhirnya, pengaju dana gagal memenuhi pembayaran yang sudah ditentukan, atau biasa disebut dengan kredit macet. Jika sudah seperti itu, maka bank akan mulai menyita aset-aset yang sudah diajukan oleh pengaju dana sebagai jaminan. Bentuk aset yang di jaminkan bisa bermacam-macam, mulai dari motor, mobil, rumah, hingga tanah.

Jadi cara kerja dari prinsip tersebut adalah dengan memberikan pinjaman yang sesuai dengan nilai aset yang bisa dijaminkan oleh pengaju dana. Biasanya, bank akan membatasi jumlah pinjaman hanya sekitar maksimal 80 persen dari harga yang dijaminkan. Contoh, jika pengaju dana menjaminkan sepeda motor dengan harga 10 juta, maka maksimal pinjaman yang bisa diambil adalah 7 atau 8 juta saja.

Jika dalam batas waktu yang ditentukan si pengaju dana tetap belum bisa melunasi cicilan yang sudah ditentukan, maka pihak Anka akan mulai membuka lelang untuk menjual barang yang dijadikan jaminan tersebut. Tentu saja, hasil penjualan aset tersebut adalah untuk menutupi jumlah kredit yang tersisa dari pengaju dana.

  1. Condition

Prinsip terakhir yang perlu diperhatikan sebagai cara agar pinjaman di acc bank adalah condition. Bank akan melihat kondisi perekonomian dari pengaju pinjaman secara luas. Artinya, bank juga akan melihat di mana dan bagaimana ekonomi dari seorang pengaju dana berjalan. Bisa dikatakan bahwa prinsip condition merupakan faktor eksternal yang berlaku pada pengaju dana.

Demikianlah beberapa cara agar pinjaman di acc bank. Yang paling penting adalah, jadilah pengaju dana yang memiliki catatan yang bersih dan baik di bank, terlepas dari kemampuan ekonomi yang dimiliki. Penuhi semua persyaratan yang diminta dan ikuti semua prosedurnya. Jika memang pinjaman masih ditolak, maka sepertinya perlu ditinjau lagi, mana salah satu dari kelima prinsip di atas yang tidak dipenuhi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *