Tidak Sulit untuk Jadi Profesional, Begini Tips Broker Properti untuk Pemula

Broker Properti untuk Pemula – Dari sekian banyak jenis bisnis investasi saat ini, sektor properti menunjukkan perkembangan paling positif. kondisi ini tentu saja membuka kesempatan karir baru bagi banyak orang sebagai professional broker (PB) atau agen properti.

Khusus untuk agen properti pemula, mungkin akan memulai bisnis ini dengan bergabung di kantor broker ternama atau membaca literatur di buku-buku panduan menjadi broker properti untuk pemula. Sebenarnya untuk berangkat dari pemula menjadi broker profesional tak cukup hanya dengan melakukan ha-hal tersebut. Sebelum terjun ke bisnis properti, sebagai broker terlebih dulu harus memahami ilmu pemasaran, tips penjualan, selalu update teknologi real estate terbaru, dan pengetahuan seputar dunia properti lainnya. Ini faktor yang tak kalah penting.

Tips Khusus Bagi Broker Properti Pemula

Mungkin saat ini Anda masih bingung menjadi broker harus memulai darimana dan kapan moment yang tepat untuk mengembangkan karir tersebut. Untuk menjawab kebingungan Anda, berikut ini tips khusus menjadi broker properti bagi pemula.

  1. Buat Persiapan, Rencana, dan Target yang Terkonsep
 Broker Properti Pemula
Broker Properti Pemula

Broker properti untuk pemula harus memiliki persiapan dan memahami apa rencana dan target ke depan. Perlu diketahui bahwa hampir semua orang memilih menjadi broker properti karena waktunya yang lebih fleksibel. Tapi kadang karena faktor tersebut justru menjadi akhir karir seorang broker.

Untuk profesi yang satu ini Anda memang tak boleh hanya mengikuti ‘kemana air mengalir’ namun buatlah persiapan dan rencana yang jelas mengenai apa yang musti dilakukan. Misalnya dengan mengiklankan 3 listing secara online setiap harinya. Cara ini sama artinya Anda sudah memiliki target pemasaran harian yang jelas. Dengan begitu besar kemungkinan Anda bisa closing properti lebih cepat dari waktu yang ditargetkan.

Kadang para pebisnis lebih menyukai pola kerja yag mengalir begitu saja. Tidak ada persiapan, tanpa rencana, dan minim target. Istilahnya mereka lebih suka ‘menunggu bola’ dibandingkan dengan ‘menjemput bola’. Pebisnis seperti ini belum layak disebut profesional. Hal ini juga berlaku bagi broker properti pemula yang ingin segera naik kasta menjadi profesional.

2. Membangun Figur Meyakinkan untuk Menguasai Pasar

Mengetahui kebutuhan pasar
Mengetahui kebutuhan pasar

Tips broker properti untuk pemula poin kedua ini ada hubungannya dengan membangun attitude dan confidence yang baik. Mayoritas broker pemula berusaha memulai karirnya dengan bergabung di perusahaan broker ternama. Harapannya tentu saja supaya lebih mudah mendapatkan koneksi dan menggaet klien baru. Kendati begitu Anda perlu memperkaya diri dengan membangun profil yang meyakinkan untuk menarik konsumen.

Artinya dengan dorongan strategi pemasaran yang tepat dan membangun brand profesional, otomatis semakin memuluskan bisnis Anda. Kesimpulanya, meskipun Anda sudah tergabung dalam perusahaan broker ternama, Anda harus mampu memposisikan diri sebagai “bintang” marketing dalam tim.

3. Memperluas Koneksi

memperluas koneksi
memperluas koneksi

Percaya atau tidak, kesuksesan broker pemula salah satunya tergantung dari banyaknya koneksi. Semakin banyak membangun koneksi, pintu kesuksesan semakin terbuka lebar. Dalam hal ini koneksi tidak hanya sebatas membangun hubungan dengan customer melainkan figure-figur profesional seperti developer, petugas kantor Badan Pertanahan, notaris, dan tokoh-tokoh penting lainnya.

Memperluas koneksi ada banyak cara yang bisa Anda lakukan. Untuk saat ini cara yang paling cepat dan terbukti efektif adalah dengan memanfaatkan sejumlah media sosial. Dengan begitu Anda lebih mudah membangun koneksi dengan banyak relasi dan tentunya klien.

Sebisa mungkin buatlah jadwal rutin dengan menyisihkan waktu beberapa menit untuk menyapa mereka di media sosial. Lebih bagus lagi Anda mengirimkan konten-konten bermanfaat yang ada kaitannya dengan dunia properti. Dengan begitu tak hanya leads yang meningkat namun secara tak langsung Anda sudah membangun image positif dihadapan relasi terutama customer.

4. Mengelompokkan Klien

Mengelompokkan client
Mengelompokkan client

Sebagai pemula tentu  Anda tahu posisi Anda sebagai orang baru. Namun klien tidak akan peduli dengan kondisi tersebut. Artinya Anda tetap dituntut profesional sebagai ‘pelayan’ mereka. Untuk itu Anda harus siap dengan keadaan yang tidak terduga. Mungkin saja beberapa klien akan melupakan Anda dengan mudah, karena itu Anda tidak harus fokus hanya pada satu dua klien saja.

Tetap layani klien satu persatu dengan baik dan profesional namun usahakan mengelompokkan mereka sesuai demografi maupun kebutuhannya masing-masing. Cara ini lebih memudahkan Anda memberikan informasi yang benar-benar mereka butuhkan.

5. Mempersempit Area Spesialis

Menjadi broker properti untuk pemula konotasinya memang masih amatir, namun bukan berarti tidak mampu naik ke level profesional secara cepat. Nah, meskipun pemula posisikan diri Anda sebagai seseorang yang profesional dan memiliki spesialisasi.

Fokuslah pada salah satu bidang kemudian pelajari secara mendalam. Contohnya dengan mengambil kursus kepelatihan, ikut seminar tentang green building supaya Anda bisa menjadi konsultan yang memahami apa yang diinginkan klien, terutama jika mereka mencari properti dengan standar hijau. Berbekal spesialisasi tersebut berarti Anda sekaligus belajar membuat branding ahli terutama di bidang yang Anda sukai. Dengan demikian bisnis properti akan berkembang lebih cepat.

6. Memahami Produk dan Istilah-Istilah Dunia Properti

Seorang broker properti tidak hanya dibutuhkan sebagai perantara saat transaksi jual beli properti, namun klien yang cerdas kadang menuntut Anda harus menjadi konsultan profesional. Sebagai broker yang baik Anda wajib mengenali produk apa saja yang dijual sekaligus istilah-istilah seputar dunia properti.

Dengan memahami jenis-jenis properti yang dperjualbelikan, Anda sudah memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana mengenalkan atau memasarkannya pada konsumen. Beberapa jenis properti yang marak diperjualbelikan saat ini diantaranya rumah, villa, apartemen, tanah, rumah kost, SPBU, gedung, dan masih banyak lagi lainnya.

Mengenali produk properti dan memahami istilah-istilah didalamnya akan mendongkrak rasa percaya diri dihadapan customer. Disamping itu cara ini juga penting untuk mempermudah komunikasi dengan berbagai pihak. Istilah-istilah properti sendiri bisa Anda pelajari dari berbagai sumber. Banyak artikel-artikel yang tersebar di media online atau konvensional terkait istilah-istilah tersebut. Satu lagi, Anda juga bisa belajar dengan memperbanyak komunikasi melalui broker yang lebih profesional.

7. Membangun Attitude yang Baik dan Bersikap Profesional

Attitude yang baik dan sikap profesional penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas Anda selaku broker pemula. Untuk itu selalu terapkan kedua hal tersebut terhadap customer, agen, dan semua relasi yang terkoneksi dengan Anda. Satu lagi, Anda harus menjadi broker yang jujur dalam segala hal.

 broker properti
broker properti

Mulailah dengan hal-hal kecil seperti menelpon balik panggilan yang tidak terjawab atau membalas email yang masuk. Pastikan Anda menghubungi klien hanya di jam-jam kerja. Jangan segan meminta maaf jika melakukan kesalahan dan perlakukan semua klien secara adil tanpa tebang pilih. Ingat, dengan sikap profesional dan attitude yang baik maka klien akan merasa lebih dihargai. Dengan begitu potensi mendapat referensi dari mereka juga semakin besar.

Demikian pembahasan tentang apa saja yang perlu diaplikasikan broker properti untuk pemula. Tentunya selain beberapa poin diatas masih banyak lagi yang perlu dilakukan untuk meraih sukses dan menjadi broker properti yang lebih profesional.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *