Bingung Memilih Produk Tabungan Investasi Syariah? Ini Solusinya

Tabungan Investasi Syariah – Merencanakan keuangan yang sehat merupakan suatu upaya meraih kemapanan hidup. Namun bagi yang ingin menjalankan syariat Islam secara penuh, kadang untuk mencapai hal tersebut banyak kendala yang harus dihadapi, termasuk ketika kita memilih investasi syariah.

Dalam agama Islam sendiri, sama sekali tidak dilarang jika sesorang ingin berinvestasi. Justru investasi sangat dianjurkan demi masa depan yang lebih terjamin. Namun bagaimana cara memilih tabungan investasi syariah yang tepat? Untuk menentukan mana yang paling tepat kita membutuhkan sedikit riset karena sejatinya cukup banyak investasi syariah terbaik yang bisa kita pilih.

Perbedaan Investasi Syariah dan Investasi Konvensional

Perbedaan antara investasi syariah dan investasi konvensional terletak pada sistem pembagian keuntungannya. Umumnya investasi konvensional memberlakukan besaran bunga yang diatur oleh salah satu pihak, dalam hal ini pihak perusahaan.

Sedangkan investasi syariah menggunakan metode nisbah (bagi hasil). Melalui konsep ini maka pihak nasabah dan perusahaan sudah saling memahami bahwa masing-masing pihak memiliki resiko yang sama, termasuk saat investasi tidak mendatangkan keuntungan.

Lantas apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memilih salah satu produk tabungan investasi syariah? Investasi berlabel syariah harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:

  • Investasi syariah benar-benar menerapkan sistem bagi hasil. Jadi tidak menggunakan praktik riba. Bagi hasil yang dimaksud yaitu profit dari hasil pengelolaan uang yang berasal dari nasabah.
  • Investasi ini mengedepankan transparansi. Artinya menggunakan sistem terbuka. Dalam hal ini kita bisa melihat bagaimana cara pengelolaan dana yang sudah kita investasikan.
  • Investasi syariah memang termasuk bisnis namun didalamnya tidak ada unsur-unsur haram. Tidak ada praktik penipuan sama sekali. Ibarat makanan, produk ini bebas kandungan babi atau alkohol.

Nah, dari beberapa poin diatas kita bisa mempertimbangkan untuk kemudian menentukan pilihan investasi mana yang paling cocok. Tentunya yang harus tetap aman secara agama buat kita.

Jenis-jenis Investasi Syariah Terbaik

Selain mengacu pada poin-poin diatas, pilihan produk tabungan investasi syariah sebaiknya juga mengikuti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Apa saja pilihannya? Mari kita simak satu-persatu.

  • Investasi Emas
Investasi Emas
Investasi Emas

Investasi yang paling direkomendasikan oleh MUI salah satunya investasi emas. Dibanding investasi lainnya investasi emas cenderung lebih stabil. Lebih stabil dalam hal ini terlihat dari kenaikan nilainya yang cukup signifikan. Ini bisa lihat dari progress harga emas yang selalu naik dari tahun ke tahun.

Keuntungan lainnya, investasi emas tidak memerlukan metode yang ribet. Kita cukup memulai tabungan dengan cara membeli emas di pegadaian, Antam, atau gerai resmi lainnya.

Lalu bagaimana jika berencana kredit emas karena modal tidak mencukupi? Tidak perlu khawatir sebab menurut fatwa MUI jual beli emas secara kredit termasuk perbuatan mubah (dibolehkan). Namun begitu ada beberapa ketentuan yang harus diikuti yaitu harga jual emas tidak bertambah selama dalam masa perjanjian. Disamping itu emas tidak boleh digunakan untuk objek akad lain sehingga menyebabkan emas berpindah kepemilikan. Kredit emas juga dibolehkan selama tidak digunakan sebagai jaminan serta belum menjadi alat tukar resmi.

  • Investasi Properti
Investasi Property
Investasi Property

Selain emas investasi properti juga sangat dianjurkan. Tak hanya cepat membuahkan hasil namun proses investasi ini sangat mudah dan tentunya sesuai syariat Islam. Investasi properti juga tidak memerlukan banyak pertimbangan maupun perhitungan yang ribet. Syaratnya cukup dengan membeli properti sesuai kemampuan kita.

Berkaca dari harga properti yang semakin naik dari tahun ke tahun, kita sudah memiliki gambaran keuntungan yang nantinya kita dapatkan. Kita bisa menyewakan properti tersebut atau bila perlu kita jual kembali dengan harga lebih tinggi. Investasi properti ini jelas lebih aman, gampang, dan yang pasti tidak ada riba. Yang harus diperhatikan, saat proses pembelian properti pastikan tidak ada sistem bunga. Untuk itu lebih disarankan membeli secara tunai, bukan kredit.

Properti juga bisa kita miliki dengan cara mengambil KPR. Tentunya dari bank berbasis syariah dengan sistem margin, bukan dengan bunga. Artinya pihak bank syariah sejak awal sudah menetapkan persentase margin yang harus kita bayarkan. Nilainya tidak berubah sampai cicilan terakhir.

  • Investasi Reksadana
Reksadana Syariah
Reksadana Syariah

Tabungan investasi syariah yang tak kalah populer yaitu investasi reksadana. Investasi ini dikatakan sesuai syariat Islam karena dana yang dinvestasikan benar-benar dikelola secara produktif. Bahkan pengelolaannya pun dilakukan secara terbuka. Dalam prosesnya sendiri tidak ada riba sama sekali. Intinya tidak ada unsur-unsur haram sama sekali didalamnya.

Adapun perusahaan-perusahaan yang menyediakan investasi reksadana syariah bisa kita cek langsung di situs Bareksa. Salah satu keunggulan investasi reksadana yaitu mampu melaksanakan fungsi cleanshing secara rutin. Dengan demikian tidak hanya menjamin derajat ke-syariah-an investasi, namun juga menjaga diversifikasi investasi kita di sektor-sektor syariah.

  • Deposito Bagi Hasil
Deposito Bagi Hasil
Deposito Bagi Hasil

Sebelum ada deposito syariah mungkin kita sudah akrab dengan deposito konvensional. Yang membedakan kedua jenis deposito ini yaitu proses penetapan keuntungannya.

Seperti kita ketahui, persentase keuntungan pada jenis deposito konvensional umumnya didasarkan pada besaran bunga yang sudah ditetapkan sejak awal. Sebaliknya pada deposito syariah keuntungan yang kita dapatkan berasal dari sistem bagi hasil. Tentunya menyesuaikan dengan laba bersih dari pengelolaan dana yang kita investasikan.

Adapun dalam syariat Islam perjanjian keuntungan dengan cara bagi hasil disebut dengan akad Mudharabah. Artinya perjanjian telah dipahami dan disepakati oleh pengelola modal, dalam hal ini pihak perusahaan, dan kita sebagai pihak investor.

Jika kita ingin  berinvestasi dalam bentuk tabungan deposito syariah otomatis kita harus memilih bank berbasis syariah. Sebagai catatan, seperti yang dirilis fatwa MUI bahwa deposito syariah diperbolehkan dengan syarat sertifikat deposito harus diterbitkan oleh bank syariah.

  • Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Mungkin jenis tabungan investasi syariah yang satu ini masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun begitu SBSN layak dipelajari bahkan dicoba sebab juga menjanjikan keuntungan tanpa harus terjebak dalam sistem riba.

Surat Berharga Syariah Negara atau disingkat SBSN ini berbentuk obligasi / surat utang yang selanjutnya diatur dengan metode syariah. Dengan demikian obligasi atau surat yang nantinya diperjual-belikan bukan produk haram. Adapun proses penyerahannya, semua data yang diberikan harus benar-benar transparan.

Jangan Sembarangan Memilih Produk Investasi Syariah

Dari berbagai macam ketentuan yang sudah kita baca diatas, memang sebaiknya kita tidak sembarangan memilih tabungan investasi berlabel syariah. Ada banyak produk investasi syariah tapi setelah ditelusuri bukan diterbitkan oleh bank syariah. Yang lebih berbahaya lagi, produk tersebut kadang berasal dari berbagai aktivitas pengelolaan dana yang kemungkinan terdapat unsur-unsur non-halal didalamnya.

Nah, dengan mengetahui persyaratan dan apa saja cakupan investasi yang sesuai dengan syariat Islam, maka sekarang kita lebih mudah memilih mana produk tabungan investasi syariah yang benar-benar cocok. Keuntungannya, harta kita semakin bertambah sedangkan secara agama hati kita tetap tenang karena semua sudah sesuai dengan hukum Islam.

 

 

 

 

 

 

Artikel Investasi Syariah ini dikenal, sbb :

kendala apa saja yg dihadapi milenial ketika ingin berinvestasi syariah -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *