Biaya Reksadana Pasar Uang dan Rekomendasi Reksadana Pasar Uang Terbaik

Biaya Reksadana Pasar Uang – Dari sekian banyak jenis reksadana yang diperkenalkan di masyarakat, reksadana pasar uang merupakan jenis investasi paling konservatif dengan tingkat risiko paling rendah. Kebijakan investasi reksadana ini adalah 100% pada instrument pasar uang. Nah, apakah yang dimaksud dengan instrument pasar uang? Bagaimana kiat investasinya?

Instrument pasar uang yaitu instrument yang memiliki waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun. Ada beberapa investasi yang masuk dalam kategori ini, misalnya deposito dan giro. Demikian juga dengan reksadana obligasi, jika investasi obligasi memiliki waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun maka bisa digolongkan dalam instrument pasar uang.

Dibanding dengan deposito, bunga (kupon) obligasi cenderung lebih tinggi. Kondisi ini kadang membuat keuntungan reksadana pasar uang lebih tinggi dibanding bunga deposito. Sementara bunga deposito sendiri tergantung dari tingkat suku bunga BI. Disamping itu, jika dana yang diinvestasikan pada reksadana pasar uang cukup besar, biasanya manajer investasi akan menawarkan bunga yang lebih besar dibanding rata-rata pasar.

Faktor Kelebihan dan Kuentungan Reksadana Pasar Uang

Selain biaya reksadana pasar uang bisa dimulai dari jumlah minimal, ada beberapa kelebihan yang ditawarkan investasi ini. Salah satunya kemudahan terkait pencairan dana. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, umumnya batas waktu pembayaran klaim pencairan reksadana pasar uang maksimal 7 hari kerja.

Sebenarnya jika dana sudah masuk di rekening nasabah pencairan sudah bisa dilakukan dalam 2-3 hari kerja. Bahkan ada beberapa perusahaan yang langsung bisa melakukan pencairan dalam 1 hari kerja.

Reksadana Pasar Uang
Reksadana Pasar Uang

Kelebihan lainnya yaitu mengenai biaya di sektor pajak. Umumnya investasi reksadana pasar uang tidak memberi beban kepada nasabah, artinya nasabah tidak dikenakan biaya masuk maupun biaya keluar.

Sama seperti reksadana lain yang masuk golongan instrument investasi, reksadana pasar uang juga mengalami pergerakan harga sehingga berpotensi mengalami fluktuasi setiap harinya. Ini karena karakteristik reksadana ini sangat konservatif. Artinya meskipun terkadang turun, namun kemungkinan akan naik jauh lebih tinggi.

Lalu berapa rata-rata keuntungan investasi reksadana pasar uang? Secara umum., tingkat keuntungan reksadana ini tidak bisa diprediksi secara spesifik. Dengan kata lain persentase-nya selalu berubah-ubah setiap tahunnya. Kita ambil contoh misalnya rata-rata keuntungan tahun 2013 sebesar 4,85 persen, kemudian tahun 2014 naik menjadi 7,03 persen, dan tahun 2015 justru turun menjadi 6,44 persen.

Dampak Penurunan BI Rate Terhadap Kinerja Reksadana Pasar Uang

Oleh karena dana reksadana pasar uang ditempatkan pada instrument deposito maka jika terjadi penurunan BI Rate otomatis akan mempengaruhi kinerja pasar uang. Mengapa? Karena bunga deposito yang diperoleh cenderung lebih kecil. Kabar baiknya, meski suku bunga perbankan menurun hal tersebut justru mendongkrak harga obligasi.

BI
BI rate menurun

Dengan demikian apabila dalam pengelolaan reksadana pasar uang manajer investasi menggunakan kombinasi deposito dan obligasi, ada kemungkinan penurunan suku bunga BI Rate tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja reksadana pasar uang. Bahkan jika dana yang dikelola cukup besar, manajer investasi masih berkesempatan mendapat tingkat suku bunga yang kompetitif.

Untuk investasi jangka panjang (diatas 1 tahun), normalnya tingkat return reksadana pasar uang antara 5-6 persen (net) pertahun. Jika asumsinya pajak deposito sebesar 20 persen, tingkat keuntungannya setara 6,25 persen – 7,5 persen bunga bunga deposito, dihitung sebelum pajak. Berbeda dari deposito, investor hanya butuh minimal biaya reksadana pasar uang Rp 250.000. Jadi lebih terjangkau semua kalangan.

Rekomendasi Reksadana Pasar Uang Terbaik

Menilik dari biaya reksadana pasar uang yang terjangkau, bebas pajak , dan return lebih tinggi dari deposito, mungkin saat ini Anda mulai berfikir untuk menanamkan modal di reksadana ini. Lalu dimana reksadana pasar uang ini bisa dibeli?

Berikut 10 reksadana pasar uang terbaik yang layak Anda pertimbangkan.

  1. Nikko Indonesia Money Market Fund

Nikko Indonesia Money Market Fund merupakan salah satu reksadana terbaik dengan total dana kelola Rp 32 miliar. Reksadana yang ditawarkan secara eksklusif ini diluncurkan oleh PT. Nikko Securities Indonesia pada tanggal 12 November 2012. Jika Anda berminat membeli atau butuh informasi lebih lanjut terkait reksadana ini, silakan hubungi nomor telp: 012-251 0125

  1. Maybank Dana Pasar Uang

Diluncurkan pada tanggal 7 September 2011, reksadana pasar uang yang dikelola PT Maybank Asset Management ini memiliki total dana mencapai Rp 628 miliar. Silakan datang langsung ke kantor Maybank untuk membeli reksadana ini atau hubungi nomor telp: 021-806 57701.

  1. CIMB-Principal Cash Fund

Dari namanya bisa dipastikan reksadana CIMB-Principal Cash Fund ini adalah milik Bank CIMB Niaga. Reksadana ini diluncurkan pada tanggal 23 Desember 2011 oleh PT. CIMB Asset Management dengan dana kelola mencapai Rp 1 triliun. Berminat membeli reksadana ini? Silakan membelinya di situs Bareksa atau langsung ke kantor Bank CIMB Niaga atau bisa juga di agen-agen sekuritas lain (Indopremier, Mandiri Sekuritas, dll).

  1. Capital Money Market Fund

Boleh dibilang Capital Money Market Fund adalah salah satu reksadana pasar uang terpercaya karena sempat duduk di peringkat pertama Bloomberg. Reksadana yang diluncurkan pada tanggal 28 Desember 2015 oleh PT. Capital Asset Management ini memiliki total dana kelola lebih dari Rp 623 miliar. Anda bisa membelinya di Bareksa atau mengunduh formulir registrasi di situs resminya.

  1. Prospera Dana Lancar

Reksadana pasar uang yang satu ini merupakan produk resmi PT. Prospera Dana Lancar dan baru diluncurkan pada tanggal 25 Agustus 2016. Saat ini Prospera Dana Lancar memiliki total dana kelola Rp 64 miliar. Jika Anda tertarik membelinya silakan terlebih dulu mengunduh formulir di website resmi Prospera.

  1. Syailendra Dana Kas

Syailendara Dana Kas dkelola oleh PT. Syailendra Capital. Reksadana ini diluncurkan pada tanggal 12 Juni 2015 dengan dana kelola mencapai Rp 1,2 triliun. Untuk berinvestasi di reksadana ini silakan melakukan registrasi secara online di situs resmi Bareksa.

  1. Insight Money Syariah

Reksadana yang diluncurkan pada tanggal 30 September 2015 ini dikelola oleh PT. Insight Investment Management. Saat ini Insight Money Syariah mengelola dana total Rp 200 miliar. Jika berminat berinvestasi di reksadana ini silakan hubungi nomor telp: 021-2933 3078.

  1. Pratama Dana Likuid

Pratama dana Likuid diluncurkan pada tanggal 21 Desember 2016 dan dikelola oleh PT. Pratama Capital Asset Management. Saat ini dana yang dikelola baru mencapai Rp 61 miliar. Untuk membeli reksadana ini hubungi nomor telepon sales agent di 021-2903 5885.

  1. Sucorinvest Money Market Fund

Diluncurkan pada tanggal 20 Oktober 2014, Sucorinvest Money Market Fund memiliki dana mencapai Rp 1 triliun. Jika tertarik membeli reksadana yang dikelola oleh PT. Sucorinvest Asset Management ini, Anda bisa membeli secara online di situs Bareksa.

  1. Insight Money

Selain Insight Money Syariah, Insight Money juga merupakan produk dari PT Insight Investment Management. Reksadana yang diluncurkan pada tanggal 26 Agustus 2015 ini memiliki total dana kelola Rp 843 miliar. Silakan menghubungi kontak 021-2933 3078 jika Anda tertarik membeli reksadana Insight Money.

Demikian informasi mengenai karakteristik, keuntungan dan biaya reksadana pasar uang. Semoga Bermanfaat.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *