Bagaimana Cara Memulai Bisnis Tanah Kavling yang Aman dan Menguntungkan?

Cara Memulai Bisnis Tanah Kavling – Dibanding jenis investasi lain, potensi keuntungan investasi properti memang lebih besar. Hal ini cukup beralasan mengingat seiring kenaikan inflasi, harga properti juga ikut terdongkrak setiap tahunnya. Kondisi inilah yang dimanfaatkan para investor untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dengan risiko paling rendah dari bisnis tersebut.

Membeli properti, dalam hal ini tanah kavling, sangat gampang. Tergantung dari dana yang disiapkan. Namun untuk menjualnya kembali tentu tak semudah yang dibayangkan. Proses penjualan tanah kavling memang tidak secepat properti lainnya sebab tanah kavling sendiri bukan sumber pendanaan yang sifatnya liquid.

Disini jika ingin tanah kavling terjual cepat atau katakanlah cepat laku, Anda harus memiliki strategi pemasaran yang benar. Termasuk salah satunya melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan dalam transaksi jual beli propeperti.

Strategi Jitu Menjual Tanah Kavling

Menjual Tanah Kavling
Menjual Tanah Kavling

Salah satu cara memulai bisnis tanah kavling yakni mempelajari strategi menjual tanah yang benar. Seperti yang disebutkan diatas, seiring laju inflasi maka harga properti (termasuk tanah kavling) ikut meroket. Kesempatan inilah yang harus Anda manfaatkan untuk menjualnya kembali.

Nah, ingin tanah kavling Anda cepat laku? Penuhi syarat-syarat berikut ini:

1. Legalitas Surat Tanah

Surat tanah merupakan syarat mutlak yang wajib dipenuhi sewaktu transaksi jual beli tanah. Begitu juga ketika Anda ingin menjual kembali aset tanah kavling, pastikan tanah tersebut dilengkapi sertifikat asli, terutama Sertifikat Hak Milik (SHM).

2. Perhatikan Lokasi Tanah

Coba perhatikan sekali lagi tanah kavling Anda sebab salah satu kunci sukses cara memulai bisnis tanah kavling adalah mengenali apa saja keunggulan properti tersebut. Misalnya apakah lokasi tanah terletak di tengah kota atau pinggiran kota, apakah dekat dengan fasilitas umum dan lain-lainnya.

Manfaatkan keunggulan tanah yang ingin dijual sebagai “senjata” menarik minat konsumen. Dalam hal ini Anda harus menjadi ahli adu argumen sehingga konsumen semakin tertarik membeli tanah kavling Anda.

3. Bandingkan Harga

Sebelum menentukan harga jual, membandingkan harga tanah di daerah Anda adalah langkah yang tepat. Setelah itu pastikan harga yang Anda tawarkan tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah dari harga umum. Jika Anda seorang broker, Anda harus bertemu dengan kuasa jualnya. Ini penting untuk memastikan banyak hal termasuk memastikan minimal harga.

4. Informasi Lebih Jelas

Informasi yang dimaksud disini berkaitan dengan promosi dan detail tanah. Anda perlu memasang papan nama berukuran cukup besar di lokasi tanah yang ingin dijual. Selain tulisan “DIJUAL” tambahkan informasi lain seperti luas tanah, jenis sertifikat, dan nomor kontak yang bisa dihubungi. Untuk sarana promosi Anda bisa memanfaatkan media online seperti FB, IG, Twitter, dan situs-situs jual beli.

Tips Memilih Tanah Kavling Siap Jual

Proses cepat atau lambat penjuualan tanah kavling juga tergantung dari pilihan tanah sebelum Anda membelinya. Artinya jika Anda ingin berinvestasi dengan membeli tanah kavling untuk dijual kembali di kemudian hari, perhatikan tips memilih tanah kavling siap jual berikut ini.

1.Pilih Lokasi Strategis

Ingat, tujuan Anda memulai bisnis tanah kavling adalah mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Untuk itu Anda harus mencari tanah kavling yang berlokasi di daerah strategis. Sejalan laju inflasi yang terus meningkat potensi keuntungan dari investasi tersebut juga semakin besar. Namun untuk investasi ini modal yang harus Anda persiapkan juga tidak sedikit.

2. Pilih Developer Profesional

Jika Anda membeli tanah dari pengembang, pastikan Anda memilih developer yang memiliki track record yang baik. Developer profesional biasanya tidak hanya sekedar menjual dan mencari keuntungan dari produk mereka, namun juga berupaya meningkatkan nilai dari produk tersebut.

3. Perhatikan Kondisi Lingkungan

Melihat perkembangan kondisi lingkungan sekitar lahan termasuk faktor krusial sebelum Anda berinvestasi tanah kavling. Pastikan kiri kanan dan sekitar lokasi tidak dalam kondisi kosong dalam waktu yang lama, karena rumah yang Anda bangun diatas tanah kavling tersebut akan terlihat terpencil. Ini sangat tidak ideal terutama dari sisi keamanan dan sosial masyarakat.

4. Ketersediaan fasilitas Penunjang

Faktor lain yang tak kalah penting yaitu kelengkapan fasilitas penunjang di sekitar tanah kavling yang ingin Anda beli. Ketersediaan fasilitas seperti jaringan listrik, telepon, air bersih, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, sekolah, dan lain-lainnya secara otomatis akan meningkatkan nilai jual properti Anda. Untuk itu pastikan tanah kavling yang Anda beli tercover semua fasilitas tersebut diatas.

5. Kelengkapan Surat-surat dan Legalitas Tanah

Cara memulai bisnis tanah kavling tentu saja harus dibarengi dengan kelengkapan surat dan legalitas tanah. Dari siapapun Anda membeli, entah dari perseorangan atau developer, periksa dengan teliti kelengkapan surat akta tanah (sertifikat) peruntukan lahan. Bila perlu cek di kelurahan dan kecamatan setempat terkait legalitas tersebut.

6. Apa Saja Keuntungan Investasi Tanah Kavling?

Setelah Anda ketahui cara investasi tanah kavling, berikutnya kita coba hitung-hitungan mengenai keuntungan investasi properti ini. Hal ini penting sebagai pertimbangan Anda sebelum menginvestasikan uang yang jumlahnya tidak sedikit.

7. Capitasl Gain

Mengacu pada laju inflasi yang meningkat beberapa tahun terakhir, hal ini juga berpengaruh pada harga tanah yang ikut terdongkrak naik. Bahkan kenaikan bisa mencapai 20 persen hingga 25 persen setiap tahunnya. Biasanya besar keuntungan sangat terasa setelah 5 tahun pasca investasi. Sangat disarankan tidak menjual kembali tanah kavling sebelum ada keuntungan signifikan. Pastikan dulu keuntungan 3-4 kali lipat dari harga beli.

8. Tidak Membutuhkan Biaya Perawatan

Berbeda dari bisnis properti seperti rumah atau bentuk bangunan lainnya, bisnis tanah kavling tidak membutuhkan biaya perawatan. Tidak ada risiko seperti pada investasi rumah yang kemungkinan besar mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya perbaikan jika tidak terjual dalam waktu lama.

9. Potensi Nilai Tambah

Bisnis tanah kavling juga berpotensi menghasilkan nilai tambah apabila properti tersebut dikembangkan. Banyak sekali contoh dimana saat ini marak ditemukan pengembangan perumahan di tanah kavling terbatas yang dikemas dalam bentuk cluster. Nah, jika lahan berada di lokasi strategis maka ini kesempatan Anda untuk mengembangkannya, dijadikan ruko misalnya.

10. Keuntungan Demand dan Supply

Anda tahu apa maksudnya? Sederhananya begini, ketersediaan tanah tidak mungkin bertambah sementara permintaan akan tanah bisa dipastikan terus meningkat dari waktu ke waktu. Nah, peluang ini harus Anda manfaatkan jika sudah mantap terjun di dunia bisnis jual beli tanah. Intinya semakin tinggi permintaan, semakin tinggi pula harga yang Anda tawarkan. Bukankah seharusnya seperti itu?

11. Dialokasikan untuk Bisnis yang Lain

Untuk memulai bisnis ini Anda memang dituntut cerdas. Disaat Anda mengikuti kenaikan harga tanah dan menunggu keuntungannya, Anda bisa menggunakan terlebih dulu tanah yang kosong untuk bisnis atau mengembangkan usaha lain. Artinya Anda tidak boleh membiarkan tanah kavling “tidur” dan tidak menghasilkan apa-apa sebelum ada pembeli yang terjaring. Jadi tidak hanya keuntungan besar yang nantinya Anda peroleh, namun lahan tersebut juga bisa menyumbangkan penghasilan tambahan sebelum terjual.

Nah sampai disini pasti Anda sudah paham mengenai cara memulai bisnis tanah kavling yang mudah, aman, dan tentu saja menguntungkan. Sekarang siapkan dana lalu kembangkan skill Anda di bisnis properti ini.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *