9 Cara Mengatur Keuangan Usaha Pulsa agar Tidak Gulung Tikar

Cara mengatur keuangan usaha pulsa – Di era yang dipenuhi dengan kemajuan teknologi smartphone, usaha pulsa merupakan jenis usaha yang cukup populer di kalangan masyarakat. Hal ini karena setiap orang membutuhkan pulsa, baik digunakan untuk menghubungi rekan kerja ataupun untuk membeli paket data. Tak hanya itu saja, menjalankan usaha pulsa juga memiliki beragam keuntungan. Contohnya adalah jam kerja yang cukup fleksibel, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, hingga pangsa atau sasaran pasar yang luas.

Meski demikian, tak sedikit orang yang bergelut dalam bisnis pulsa harus gulung tikar mengingat pengelolaan usaha pulsa tidaklah mudah. Faktor lain yang juga ikut andil adalah kecilnya keuntungan penjualan pulsa. Tanpa adanya pengelolaan keuangan yang baik, dapat dipastikan bisnis yang satu ini sangat susah dijalankan. Oleh karena itu, bagi Anda yang bergerak di bisnis pulsa, ada beberapa cara mengatur keuangan usaha pulsa yang harus Anda pahami. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi

Tak hanya dalam usaha pulsa saja, dalam bentuk bisnis yang lain, memisahkan antara uang pribadi dan modal usaha adalah hal mutlak yang tak boleh diganggu gugat. Hal ini bertujuan agar pengelolaan keuangan bisnis tersebut dapat berjalan dengan baik.

Uang Usaha dan Uang Pribadi
Uang Usaha dan Uang Pribadi

Di samping itu, ketika uang pribadi dan modal usaha dicampur adukkan, maka arus kas usaha akan menjadi tidak jelas. Anda juga tak dapat mengontrol pengeluaran serta pemasukan yang terjadi dari bisnis tersebut. Untuk itu, sekecil apapun usaha yang Anda jalankan, sebaiknya pisahkan uang pribadi dan uang usaha dengan tujuan pengelolaan finansial yang rapi dan terkendali.

Aturlah Modal Usaha Menjadi Dua Kloter

Cara mengatur keuangan usaha pulsa yang selanjutnya yakni mengatur dan membagi modal menjadi dua kloter. Misalnya ketika Anda memiliki dana untuk pembelian saldo pulsa sebesar 1 juta Rupiah. Gunakan 500 ribu untuk pembelian pulsa pada 2 minggu pertama. Sisanya dapat dibelikan pulsa pada 2 minggu berikutnya. Tujuannya agar Anda tak mengalami kekurangan saldo.

Manajemen Dana
Manajemen Dana

Lantas bagaimana jika pada 2 minggu pertama saldo pulsa sebesar 500 ribu telah habis sebelum waktunya? Maka Anda dapat menggunakan keuntungan dari penjualan saldo pada 2 minggu pertama untuk mengisi pulsa. Sebelum masuk ke minggu ke 2, jangan gunakan uang yang tersisa untuk membeli saldo. Dengan begitu, maka Anda tak akan pernah kehabisan saldo pulsa.

Adapun total keuntungan dari semua penjualan saldo pulsa tersebut dikumpulkan di akhir bulan. Ambil 1 juta Rupiah untuk modal pembelian saldo pulsa di bulan berikutnya dan sisakan keuntungan untuk mengembangkan bisnis Anda. Namun apabila usaha pulsa Anda semakin hari semakin ramai, maka tambahlah modal pembelian saldo tergantung dari berapa banyak keuntungan yang diperoleh.

Jangan Lupa untuk Melakukan Pembukuan Terkait Transaksi

Dalam pengelolaan keuangan, pembukuan menjadi hal yang tak boleh dilupakan sedikitpun. Dengan adanya pembukuan yang baik dan benar, maka arus kas sebuah usaha dapat diawasi dengan baik. Selain itu, Anda juga dapat mengetahui berapa banyak saldo yang Anda miliki serta besaran keuntungan yang diperoleh dari usaha pulsa yang Anda jalankan.

Pisahkan Catatan Transaksi Saldo dan Pulsa

Cara mengatur keuangan usaha pulsa yang berikutnya yakni dengan memisahkan antara catatan transaksi pembelian saldo dan penjualan pulsa. Jadi Anda harus memiliki 2 buku khusus. Pertama, buku yang digunakan untuk mencatat besaran pulsa yang telah dibeli oleh pelanggan. Kedua, buku yang mencatat kapan dan berapa banyak pembelian saldo yang telah dilakukan. Cara yang satu ini dapat membantu merinci setiap dana yang keluar dan masuk dalam bentuk pulsa.

Hanya Lakukan Transaksi secara Tunai

Sekedar informasi, salah satu masalah terbesar yang akan dihadapi oleh pelaku usaha pulsa adalah adanya piutang yang muncul dari konsumen atau pelanggan. Dalam arti ada pelanggan yang membeli pulsa dengan cara bon atau hutang. Inilah yang menyebabkan sulitnya mencatat arus kas usaha pulsa.

Transaksi Tunai
Transaksi Tunai

Apabila kondisi ini terjadi, maka dana yang seharusnya menjadi modal untuk membeli pulsa menjadi terhambat karena tak kunjung dibayar. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini, terapkan kebijakan bahwa setiap pelanggan harus membayar pulsa secara tunai, tidak boleh dengan cara bon atau hutang. Dengan transaksi tunai, maka Anda tak perlu lagi khawatir terjadi pailit atau dana macet pada usaha tersebut.

Meminimalisir Pengeluaran

Cara yang selanjutnya yakni dengan meminimalisir pengeluaran dalam bisnis pulsa. Setiap menjalankan usaha, pastikan keuangan bisnis telah benar-benar stabil sebelum memutuskan untuk mengembangkan usaha tersebut. Hal ini juga berlaku untuk usaha pulsa. Apabila kondisi finansial masih belum begitu stabil, maka Anda harus mencoba meminimalisir pengeluaran.

Berbicara mengenai pengeluaran, Anda juga harus mampu membagi antara pengeluaran tetap dan pengeluaran tak tetap. Pengeluaran tetap merupakan jenis pengeluaran yang harus dibayarkan setiap bulannya seperti pembelian saldo, pembayaran tagihan listrik, dan sebagainya. Sedangkan pengeluaran tak tetap merupakan jenis pengeluaran yang bergantung pada kondisi bisnis tersebut. Dalam langkah meminimalisir pengeluaran, Anda dapat memotong jumlah pengeluaran tak tetap demi menjaga kestabilan keuangan usaha pulsa.

Memilih Pegawai yang Terpercaya dan Teliti

Tips memilih pegawai
Tips memilih pegawai

Jika usaha pulsa mengalami perkembangan yang cukup signifikan, Anda dapat mulai merekrut pegawai counter. Dalam hal ini, Anda harus memilih seorang pegawai yang benar-benar dapat dipercaya serta teliti untuk membantu mengolah arus keuangan. Dengan begitu, semua bentuk pembukuan terkait pembelian pulsa dan pengeluaran untuk transaksi saldo dapat tercatat dengan rapi.

Berhutang secara Bijak

Seringkali setiap orang yang menjalankan usaha membutuhkan pinjaman dana, baik dari orang lain ataupun pihak bank. Pinjaman dana tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis. Kendati demikian, sebelum memutuskan untuk meminjam dana, Anda harus melakukan perhitungan yang rinci terkait peluang dalam mendapatkan penghasilan dari pinjaman tersebut.

Berhutang secara bijak
Berhutang secara bijak

Jadi hitunglah besaran dana yang dibutuhkan serta berapa lama waktu pelunasan yang harus ditempuh. Selain itu, hitung juga prosentasi cicilan dan pendapatan yang diperoleh. Akan lebih baik apabila pendapatan usaha pulsa lebih besar dari cicilan pinjaman dana agar Anda tidak rugi dan mengalami kesulitan untuk membayar cicilan bulanan.

Selalu Lakukan Evaluasi Terkait Keuangan

Cara yang selanjutnya yakni melakukan evaluasi secara rutin terkait kondisi arus kas atau keuangan usaha pulsa Anda. Langkah evaluasi berguna untuk mengetahui apakah usaha pulsa mengalami perkembangan atau tidak dari bulan ke bulan. Apabila semakin lama usaha pulsa mengalami penurunan, maka Anda harus menemukan masalah yang menyebabkan hal tersebut. Ambil tindakan tepat dan lakukan evaluasi sehingga kondisi keuangan usaha pulsa Anda dapat sehat kembali.

Itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengawasi serta mengatur arus dana usaha pulsa. Semoga cara mengatur keuangan usaha pulsa di atas bermanfaat bagi Anda.

Artikel Investasi Syariah ini dikenal, sbb :

cara mengatur keuangan usaha pulsa -cara mengatur keuangan konter -Cara mengatur keuangan konter plsa -buat catatan keuangan untuk bisnis pulsa -cara atur keuagan jualan pulsa -cara mengatur uang hasil jual pulsa -cara mengelola keuangan konter -manajemen keuangan usaha pul -menjalankan keuangan usaha pulsa -tips cara mengelola uang dari jualan pulsa -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *