8 Tips Mengatur Keuangan Pasangan yang Baru Menikah Agar Stabil

Tips mengatur keuangan pasangan yang baru menikah – Melangsungkan pernikahan tentu menjadi impian setiap pasangan demi membina sebuah rumah tangga. Hanya saja biaya yang dibutuhkan untuk menikah cukup besar. Tak berhenti sampai di situ saja, terkadang setiap pengantin baru masih kesulitan dalam mengatur keuangan rumah tangga mereka. Ini merupakan salah satu tantangan yang akan dihadapi oleh setiap pengantin baru karena mereka harus beradaptasi dengan gaya hidup serta mulai memikirkan tentang pengeluaran-pengeluaran apa saja yang menjadi prioritas.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini akan diulas mengenai beberapa tips yang dapat dilakukan oleh pengantin baru dalam hal pengelolaan keuangan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, maka kondisi ekonomi keluarga ke depannya dapat menjadi lebih baik. Adapun tips yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut.

Buatlah Anggaran Keuangan Keluarga

Tips mengatur keuangan pasangan yang baru menikah
Tips mengatur keuangan pasangan yang baru menikah

Tips pertama adalah mengatur anggaran keuangan rumah tangga. Maksudnya adalah Anda harus membuat semacam daftar atau tabel kebutuhan harian atau bulanan yang akan dibeli. Dalam hal ini, Anda dapat memilahnya kebutuhan-kebutuhan tersebut menjadi 2 yakni kebutuhan pokok dan kebutuan sekunder. Kebutuhan pokok merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi seperti makanan, pembayaran tagihan, dan sebagainya. Sedangkan kebutuhan sekunder dapat berupa rencana untuk shopping, travelling, dan sebagainya. Intinya, pastikan kebutuhan pokok terpenuhi sebelum melangkah untuk melakukan kebutuhan-kebutuhan sekunder.

Akan lebih baik apabila Anda mencatat berapa banyak pemasukan serta pengeluaran dalam setiap bulan. Hal ini bertujuan agar rencana dalam mengeluarkan anggaran rumah tangga dapat berlangsung lebih optimal. Apabila nantinya terdapat uang sisa, maka gunakan uang tersebut untuk mengisi tabungan.

Tetapkan Tujuan Keuangan Keluarga

Tujuan Keuangan Keluarga
Tujuan Keuangan Keluarga

Tips mengatur keuangan pasangan yang baru menikah selanjutnya adalah dengan menetapkan tujuan keuangan keluarga. Anda dan pasangan mungkin memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam pengelolaan keuangan. Misalnya suami ingin membeli mobil sedangkan istri ingin berinvestasi dalam bentuk perhiasan emas. Perbedaan tujuan tersebut yang harus dibicarakan baik-baik dengan pasangan agar kondisi keuangan keluarga tetap terkendali.

Apabila Anda dan pasangan telah menemukan solusi serta tujuan prioritas keuangan keluarga, maka akan muncul gambaran jelas tentang alokasi pengeluaran dan pemasukan. Dengan tujuan keuangan rumah tangga yang jelas, pasangan dapat menetapkan target tertentu di masa depan.

Membuat Rekening Bersama Pasangan

Dalam hubungan rumah tangga, keterbukaan menjadi hal yang tak boleh diabaikan, termasuk keterbukaan dalam hal pemasukan dana. Untuk itu, Anda dapat membuat sebuah rekening keluarga yang nantinya digunakan sebagai sumber keluar masuknya uang. Pada awal menjalin bahtera rumah tangga, mungkin hal ini agak sulit dilakukan mengingat masing-masing pribadi memiliki ego dan keinginan yang ingin diwujudkan dengan gaji yang didapatkan. Namun apabila hal ini tak dilakukan, kemungkinan besar pengelolaan keuangan keluarga tak akan berjalan dengan baik.

Membuat rekening
Membuat rekening

Jadi cara kerjanya adalah ketika Anda atau pasangan menerima gaji, maka diskusikan tentang nominal uang yang harus disisihkan ke dalam rekening keluarga tersebut. Dana yang ada dalam rekening keluarga tak boleh diambil untuk kebutuhan-kebutuhan yang kurang penting. Apabila nantinya terdapat kondisi yang mendesak atau telah terkumpul cukup banyak untuk mewujudkan salah satu tujuan keuangan keluarga, barulah menggunakan dana dalam rekening tersebut.

Diskusikan Setiap Pengeluaran Keluarga secara Rutin

Tips mengatur keuangan pasangan yang baru menikah selanjutnya yakni dengan rutin mendiskusikan setiap pengeluaran yang dibutuhkan untuk keluarga. Hal ini karena di luar kebutuhan pokok keluarga, tentu masing-masing orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda pula. Oleh karena itu, bukan hal yang aneh apabila nominal uang yang dikeluarkan dari bulan ke bulan mengalami perbedaan.

Diskusi pengeluaran
Diskusi pengeluaran

Apabila misalnya pengeluaran bulan ini lebih banyak dari bulan sebelumnya, maka lakukan koreksi dan evaluasi agar bulan-bulan berikutnya pengeluaran tidak semakin membengkak. Selain itu, tentukan di pos mana saja pengeluaran mengalami pembengkakan. Dengan begitu, maka Anda dan pasangan dapat meminimalisir risiko pembengkakan pengeluaran bulanan. Selain itu, alangkah baiknya jika pasangan memiliki patokan atau batas pengeluaran setiap bulan agar kondisi perekonomian keluarga tetap terjaga dengan baik.

Jangan Lupa Mengalokasikan Dana untuk Investasi

Selain mengatur kondisi keuangan rumah tangga, Anda juga tak boleh lupa menyisihkan dana untuk investasi. Pasalnya, investasi dapat menjadi sumber pemasukan dana tambahan untuk rumah tangga. Jadi bukan hal yang aneh apabila setiap pasangan baru menikah harus memikirkan jenis investasi seperti apa yang cocok dilakukan.

Saat ini banyak sekali produk investasi yang dapat dilakukan, mulai dari investasi emas hingga investasi properti. Hanya saja, sebelum memutuskan untuk melangkah pada kegiatan investasi, tentukan terlebih dahulu apakah keuntungan investasi akan dimanfaatkan dalam jangka panjang atau pendek. Apabila Anda dan pasangan memutuskan untuk berinvestasi jangka panjang, maka pilihlah investasi emas dan properti. Sedangkan untuk investasi jangka pendek, pilihan investasi yang paling tepat adalah investasi deposito syariah dan saham.

Membuat Proteksi dalam Bentuk Asuransi

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengatur keuangan untuk pasangan yang baru menikah adalah memproteksi semua aset yang dimiliki. Hal ini karena setiap aset mempunyai risiko yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk mendaftarkan diri dan keluarga dalam program asuransi dalam bidang kesehatan, kendaraan, jiwa, dan lain sebagainya. Dengan adanya asuransi tersebut, maka Anda tak perlu khawatir apabila hal yang tak diinginkan menimpa Anda dan keluarga.

Asuransi
Asuransi

Meski demikian, sebelum memutuskan untuk bergabung pada perusahaan asuransi, pelajari dengan seksama bagaimana cara kerja asuransi. Yang paling penting adalah biaya untuk asuransi tersebut masih sesuai dan dapat dihandle oleh pemasukan bulanan keluarga. Hal ini karena bergabung dengan perusahaan asuransi berarti Anda juga harus mengeluarkan biaya tambahan setiap bulannya.

Kurangi Kebiasaan Kencan yang Menghabiskan Banyak Uang

kurangi kencan
kurangi kencan

Bagi setiap pasangan yang baru menikah, mereka pasti berkeinginan untuk bersenang-senang dan melakukan setiap hal yang disukai layaknya ketika sedang pacaran dulu. Padahal kebiasaan kencan dengan menghamburkan uang akan memberikan dampak yang cukup besar pada kondisi keuangan keluarga. Lantas apakah berarti pasangan yang baru menikah tak boleh bersenang-senang dan bepergian ke tempat yang diinginkan? Tentu saja boleh, hanya saja jangan terlalu sering agar tidak boros.

Selalu Siapkan Dana Darurat

Dana darurat
Dana darurat

Adapun tips terakhir adalah selalu siapkan dana darurat dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Seperti namanya, dana darurat adalah dana yang dibutuhkan dalam situasi mendesak seperti kebutuhan dalam renovasi rumah, biaya rumah sakit, biaya pendidikan anak, dan sebagainya. Dengan adanya dana darurat, maka pasangan yang baru menikah tak perlu lagi meminjam atau berhutang uang demi membayar kebutuhan mendesak tersebut.

Untuk melakukan tips ini, sisihkan uang bulanan setiap bulan yang sudah tidak terpakai. Jangan hambur-hamburkan uang tersebut untuk hal-hal yang kurang penting. Anda dapat menyimpan dana darurat pada rekening keluarga yang telah dibuat sebelumnya. Demikian sedikit ulasan tentang tips mengatur keuangan pasangan yang baru menikah, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *