5 Perbedaan Benda Bergerak dan Benda Tidak Bergerak di Hukum Perdata

Perbedaan benda bergerak dan benda tidak bergerak – Dalam hukum benda bergerak dengan yang tidak bergerak memiliki hukum perdata yang berbeda. Benda tak bergerak adalah benda-benda yang mana sifatnya dan juga tujuannya sudah diatur dalam undang-undang. Benda yang tidak bergerak ini juga dibagi menjadi tiga macam yaitu tanah dan segala sesuatunya yang berhubungan dengan tanah tersebut seperti tumbuh-tumbuhan, buah-buahan yang bisa dipetik, dan lain sebagainya. Selain itu benda tak bergerak ini didasarkan pada tujuan pemakaiannya seperti di pabrik, perkebunan, rumah kediaman, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut penetapan undang-undang benda yang tidak bergerak ini meliputi hak-hak atau penagihan suatu benda yang tidak bergerak misalnya saja adalah hak opstal, hak hipotek, dan lain sebagainya.

Benda Bergerak dan Benda Tidak Bergerak
Benda Bergerak dan Benda Tidak Bergerak

Selain benda tidak bergerak, ada pula benda bergerak yang mana sifat, tujuannya dan penetapannya sudah diatur dengan undang-undang. Benda bergerak menurut sifatnya adalah yang bisa bergerak dari satu tempat ke tempat yang lainnya misalnya saja adalah kendaraan, meja, kursi, alat tulis, dan lain sebagainya.  Berdasarkan undang-undang hukum perdata ada beberapa perbedaan benda bergerak dan benda tidak bergerak yang harus Anda ketahui seperti berikut ini:

Hak Bezit

Perbedaan benda bergerak dan benda tidak bergerak yang pertama adalah hak bezit. Untuk hak bezit antara benda bergerak dengan yang tidak bergerak ini berbeda. Seperti yang tertuang dalam pasal 1977 ayat 1, barangsiapa yang memiliki dan menguasai benda bergerak tersebut maka akan dianggap sebagai pemiliknya. Berbeda dengan benda yang tidak bergerak dimana siapa yang menguasai benda tidak bergerak tersebut tidak dianggap sebagai pemiliknya.

Pembebanan

Perbedaan benda bergerak dengan yang tidak bergerak ini juga meliputi pembebanan atau bezwaring.  Pembebanan benda bergerak ini harus menggunakan lembaga jaminan gadai. Untuk pembebanan benda yang bergerak harus dengan jaminan berupa hipotek. Hal tersebut tertuang dalam pasal 1150 dan juga pasal 1162 hukum perdata. Khusus untuk penyerahan hak milik tanah, pemindahan hak milik tanah setelah terjadi pembuatan akta jual beli di PPAT bukan setelah sertifikat kepemilikan berubah nama. Hal ini sudah diatur dalam undang-undang pokok agrarian atau UUPA. Dengan adanya peraturan hal ini bisa disimpulkan bahwa jika Anda membeli tanah, tanah tersebut akan berubah pemindahan hak milik jika sudah terjadi kesepakatan dengan membuat akta jual beli di PPAT. Meskipun sertifikat penggantian nama belum muncul dan diterbitkan namun tanah tersebut sudah hak miliknya adalah Anda. Untuk membuat akta jual beli tanah ini harus di lakukan di PPAT atau notaris sehingga sudah berbadan hukum. Syarat untuk pembuatan AJB atau Akta Jual Beli tanah ini pembeli harus melakukan pelunasan terhadap harga tanah yang dibelinya, jika belum dilunasi maka akta jual beli ini masih belum bisa dilakukan.

Penyerahan

Benda bergerak dengan yang tidak bergerak ini memiliki perbedaan pada saat penyerahannya. Seperti yang sudah tertuang dalam pasal 612 hukum perdata menentukan bahwa penyerahan benda bergerak hanya bisa dilakukan setelah penyerahannya secara nyata. Sebagai contohnya jika Anda membeli kendaraan penyerahan kendaraan tersebut bisa dilakukan dengan secara nyata, berpindah tangan dari si tangan penjual ke tangan pembeli. Benda yang bergerak penyerahannya lebih mudah dibandingkan dengan benda yang tidak bergerak.

Untuk benda yang tidak bergerak seperti tanah penyerahannya lebih rumit dan lama dibandingkan dengan yang bergerak. Benda yang tidak bergerak baru bisa diserahkan ke tangan pembeli jika sudah ada balik nama di dalamnya. Meskipun Anda sudah memiliki Akta Jual Beli namun tanah tersebut baru bisa diserahkan kepada Anda jika sudah ada sertifikatnya yang mana di dalam sertifikat tersebut dinyatakan bahwa tanah tersebut adalah milik Anda. Hal tersebut sesuai dengan pasal 616 hukum perdata yang diberlakukan di indonesia.

Kedaluwarsa

Perbedaan mencolok antara benda bergerak dan benda tidak bergerak terletak pada masa kedaluwarsanya. Khusus untuk benda bergerak tidak ada masa kedaluwarsanya, hal itu dikarenakan bezit sama dengan eigendom. Bezit ini adalah hak kepemilikan, sedangkan eigendom merupakan hak yang paling sempurna dalam suatu benda. Maksudnya bisa menguasai dan menggunakan benda bergerak tersebut secara bebas asalkan tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku, serta tidak melanggar hak milik yang dimiliki oleh orang lain. Untuk benda yang tidak bergerak memiliki masa kedaluarsa dimana seseorang akan memiliki hak milik atas benda tidak bergerak tersebut masa lampaunya 20 tahun dengan alas hak yang sah dan 30 tahun untuk hal yang tidak ada alas haknya. Hal tersebut disebut dengan acquisitive verjaring.

Penyitaan

Perbedaan terakhir berhubungan dengan penyitaan. Penyitaan ini berupa penuntutan kembali untuk benda bergerak miliknya sendiri dimana saat itu berada di dalam kekuasaan orang lain. Sedangkan untuk benda yang tidak bergerak terdapat penyitaan dimana sesuai dengan keputusan pengadilan. Yang menarik di sini adalah penyitaan benda bergerak bisa diikuti dengan benda yang tidak bergerak jika utang seorang debitor tidak mencukupi untuk membayar kepada pihak kreditor.

Hak kebendaan

Setelah Anda mengetahui apa saja perbedaan benda bergerak dan benda tidak bergerak, Anda juga harus tahu seperti apa itu hak kebendaan. Hak kebendaan ini berkaitan langsung dengan macam-macam benda  sehingga sangat peting diketahui. Hak kebendaan adalah hak pemberian kekuasaan langsung atas suatu hak yang mana bisa dipertahankan setiap orang. Dari pengertiannya bisa disimpulkan bahwa hak kebendaan merupakan hak mutlak yang mana memberikan kekuasaan secara langsung atas benda yang bisa dipertahankan oleh setiap orang dan sifatnya ini melekat.

  1. Ciri-ciri

Hak kebendaan ini memiliki ciri-ciri berupa hak mutlak yang mana bisa dipertahankan oleh siapa pun juga, memiliki hak untuk mengikuti artinya hak tersebut akan terus mengikuti benda dimana pun barang terebut berada, memiliki sistem yang memiliki hak kebendaan di dalamnya, memiliki hak yang lebih didahulukan dibandingkan dengan hak yang lainnya.

  1. Macam-macam hak kebendaan

Selain memiliki ciri-ciri, hak kebendaan ini bermacam-macam.  Hak yang ini terdiri dari hak bezit, hak eigendom, hak opstal, hak erfpacht, hak servituut, dan hak hipotek. Untuk benda bergerak dan tidak bergerak memiliki hak berupa hak bezit dan eigendom. Untuk bisa memperoleh hak bezit ini bisa dengan occupatio yaitu memperoleh bezit tanpa bantuan dari orang lain yang mana membezit terlebih dulu. Sedangkan cara yang kedua adalah traditio yang mana memperoleh bezit dengan bantuan dari orang lain yang melakukan membezit lebih dulu. Hak ini bisa terhapus jika kekuasaan benda berpindah kepada orang lain dan benda yang dikuasainya sudah ditinggalkan.

Hak eigendom juga melekat pada benda bergerak dan yang tidak bergerak. Untuk bisa memperoleh hak ini bisa dengan cara pendahuluan, ikutan, lewat waktu, pewarisan, dan juga penyerahan. Hak ini bisa terhapus jika benda tersebut musnah, pemilik yang memiliki hak milik melepaskan benda tersebut.

Benda bergerak dan tidak bergerak ini memang berbeda dari segi sifatnya dan juga statusnya di mata hukum. Semua benda bergerak maupun tidak bergerak diatur oleh undang-undang salah satunya adalah hukum perdata. Oleh sebab itu Anda harus tahu apa saja perbedaan benda bergerak dan benda tidak bergerak di mata hukum perdata, terlebih lagi Anda harus paham dengan kepemilikannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *