5 Cara Memulai Investasi Syariah yang Menguntungkan

Cara memulai investasi syariah – Maraknya berbagai bentuk investasi syariah berbentuk reksadana tentu menggelitik sebagian orang yang tertarik untuk terjun ke dalam dunia investasi. Meski demikian, dibutuhkan pengetahuan yang luas mengenai investasi syariah, pertimbangan matang mengapa memilih investasi syariah tertentu, hingga memahami dengan detail tentang profil perusahaan investasi syariah yang dipilih.

Bagi para pemula di bidang investasi, tentu harus menentukan dengan jelas mengenai langkah investasi yang akan dilakukan. Hal ini dibutuhkan agar nantinya dapat memetakan langkah-langkah tepat dalam berinvestasi. Misalnya apakah investasi syariah yang dilakukan untuk jangka pendek atau jangka panjang? Pasar modalnya seperti apa? Dan hal lain yang berhubungan dengan investasi syariah tersebut.

Jenis-Jenis Investasi Syariah

Jenis Investasi Syariah
Jenis Investasi Syariah

Sebelum mengulas tentang cara memulai investasi syariah untuk pemula, alangkah baiknya apabila Anda mengetahui jenis-jenis investasi dalam kategori syariah yang dapat dilakukan. Hal ini agar nantinya Anda dapat memilih jenis investasi syariah seperti apa yang cocok dijalankan dan tentunya dapat memberikan keuntungan secara halal seperti yang diterapkan dengan konsep syariah dalam Islam.

Secara garis besar, terdapat 4 jenis investasi syariah yang kini populer dan dijamin memberikan hasil yang halal. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Deposito Syariah

Deposito Syariah
Deposito Syariah

Seperti halnya sistem deposito konvensional, deposito syariah pun merupakan simpanan modal atau dana yang nantinya dapat diambil dalam periode tertentu. Biasanya baik pihak perusahaan yang menawarkan deposito syariah dan pihak investor akan melakukan akad atau kontrak di awal perjanjian. Di sini Anda dapat memilih apakah akan mengambil modal tersebut dalam jangka pendek atau panjang.

Saham Syariah

Jenis investasi syariah yang kedua adalah saham syariah. Saham merupakan surat bukti modal sebuah perusahaan yang dapat diperdagangkan. Sama halnya dengan jual beli lainnya, melakukan jual beli saham pun juga diperbolehkan dalam Islam.

Saham Syariah
Saham Syariah

Salah satu hal yang membedakan antara perusahaan saham konvensional dan saham syariah adalah pada saham syariah tak boleh melakukan jual beli saham pad perusahaan yang melakukan kegiatan produksi dan distribusi yang dilarang dalam Islam. Misalnya tak boleh mengikuti jual beli saham perusahaan rokok, miras, dan perusahaan yang segala bentuk produk judi.

Asuransi Syariah

Asuransi menjadi salah satu jenis investasi yang memiliki sifat yang lebih personal. Untuk asuransi syariah, maka investor berperan sebagai pemiliki dana sedangkan perusahaan asuransi syariah hanya berkewenangan untuk mengelola semua dana dari investor. Dengan begitu, perusahaan asuransi syariah tak dapat menggunakan dana tersebut tanpa persetujuan dari investor.

Asuransi Syariah
Asuransi Syariah

Hal ini berbeda dari asuransi konvensional yang dimana investor tak dapat mengetahui untuk apa saja dana tersebut digunakan dan berapa jumlah premi yang diperoleh perusahaan.

Reksadana Syariah

Reksadana syariah menjadi salah satu alternatif terbaik bai Anda yang ingin melakukan kegiatan investasi syariah. Pada jenis investasi yang satu ini, perusahaan reksadana akan mengumpulkan modal dari para investor yang kemudian akan digunakan untuk investasi dalam bentuk portofolio efek.

Pada reksadana syariah, semua dana yang digunakan oleh perusahaan tersebut akan diawasi sepenuhnya oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah) MUI. Dengan begitu, maka Anda tak perlu lagi khawatir apabila nantinya penghasilan perusahaan didapatkan dengan cara riba, maysir, dan ghahar. Keunggulan dari jenis investasi syariah ini adalah modal yang dibutuhkan relatif kecil. Bahkan Anda dapat menginvestasikan modal hanya dengan jumlah 1 juta rupiah saja.

Langkah-Langkah dalam Memulai Investasi Syariah

 Investasi Syariah
Investasi Syariah

Setelah mengetahui tentang jenis-jenis investasi syariah, kini saatnya Anda harus tahu bagaimana cara memulai investasi syariah agar dapat benar-benar bermanfaat bagi masa depan keuangan Anda. Setidaknya terdapat 4 langkah yang harus Anda ikuti. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Memilih Perusahaan Sekuritas Terpercaya

Langkah pertama tentu saja memilih perusahaan sekuritas di mana Anda ingin melakukan investasi dengan menanamkan modal di dalamnya. Sebagai pemula, Anda mungkin belum atau tidak tahu bagaimana cara memilih perusahaan sekuritas yang terpercaya dalam hal investasi syariah. Untuk itulah, Anda dapat memilih perusahaan sekuritas yang merupakan anak dari perusahaan BUMN.

Maksudnya adalah perusahaan-perusahaan yang namanya telah terdaftar sebagai anggota BEI (Bursa Efek Indonesia). Kelebihan dari perusahaan sekuritas yang telah terdaftar dalam BEI sebagai perusahaan investasi syariah adalah Anda tak perlu lagi membayar biaya bulanan. Selain itu saham dan segala bentuk kegiatan investasi syariah pada perusahaan tersebut benar-benar terjamin dari hal-hal yang bertentangan dengan prinsip syariah.

Membuka Rekening pada Perusahaan Sekuritas

Perusahaan Sekuritas
Perusahaan Sekuritas

Cara memulai investasi syariah selanjutnya adalah mendaftarkan diri terlebih dahulu. Caranya adalah membuka rekening pada perusahaan sekuritas. Hampir setiap perusahaan sekuritas dalam hal investasi, baik investasi konvensional maupun investasi syariah mengharuskan para investor untuk memiliki rekening pada perusahaan tersebut.

Menyetujui Kontrak atau Akad Perusahaan Investasi Syariah

Apabila Anda telah resmi menjadi anggota sebuah perusahaan investasi syariah, maka biasanya Anda akan disuguhi dengan kontrak mengenai kesepakatan yang harus dipahami oleh kedua belah pihak. Hal ini tentu saja sebagai salah satu persyaratan dalam melakukan investasi syariah, dimana akad menjadi penentu apakah kerjasama antara kedua belah pihak dapat disepakati bersama atau tidak.

Akad Perusahaan Investasi Syariah
Akad Perusahaan Investasi Syariah

Pada perjanjian kontrak ini pulalah nanti Anda dapat memilih apakah akan melakukan investasi jangka panjang atau jangka pendek. Selain itu, Anda juga dapat mengetahui mengenai berapa pembagian hasil yang dapat diperoleh dari perusahaan investasi syariah tersebut. Sebagai informasi, biasanya baik perusahaan investasi konvensional maupun investasi syariah akan memberikan keuntungan yang lebih besar apabila investasi dilakukan dalam jangka panjang. Untuk jangka waktu yang dapat dipilih selama investasi biasanya berkisar antara 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 5 tahun, hingga 10 tahun.

Melakukan Deposit

Langkah selanjutnya adalah melakukan deposit. Istilah deposit sendiri dapat dipahami dengan menyetorkan sejumlah uang sebagai modal investasi atau Anda dapat membeli saham secara langsung pada agen penjual saham perusahaan syariah maupun pada perusahaan sekuritas tersebut.

Adapun jumlah deposit yang dibutuhkan oleh masing-masing perusahaan investasi saham memiliki nominal yang berbeda-beda. Ada yang mematok dengan harga rendah, dan sebaliknya ada yang mematok dengan harga yang cukup tinggi. Hal ini biasanya juga dipengaruhi oleh seberapa besar nilai saham perusahaan investasi syariah yang akan diperdagangkan.

Melengkapi Persyaratan Investasi

Langkah terakhir dalam cara memulai investasi syariah adalah melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan selama kegiatan investasi berlangsung. Persyaratan yang dimaksud berupa dokumen-dokumen serta formulir kesepahaman antara kedua belah pihak. Setelah semua persyaratan tersebut telah dilengkapi, maka Anda hanya tinggal menunggu selama beberapa hari saja sebelum benar-benar dapat melakukan investasi.

Sebagai saran, apabila Anda tergabung dengan sebuah perusahaan investasi syariah, sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih broker. Hal ini agar nantinya Anda tak mengalami kerugian selama melakukan kegiatan investasi tersebut. Demikian sedikit ulasan mengenai cara memulai investasi syariah.

Artikel Investasi Syariah ini dikenal, sbb :

saham syariah yang menguntungkan -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *