3 Cara Membeli Saham bagi Pemula agar Sukses di Bidang Investasi Saham

Cara membeli saham bagi pemula sebenarnya sangatlah mudah terlebih dengan berkembangnya teknologi informasi dan internet yang kian pesat seperti saat ini. Jika beberapa tahun belakangan investasi saham dinilai sebagai kegiatan yang sangat mewah, sekarang setiap orang dapat memulai investasi saham. Meski demikian, terdapat langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan agar nantinya investor pemula tidak salah dalam memilih perusahaan yang tepat untuk berinvestasi.

Dalam membeli saham, setidaknya terdapat 3 langkah tepat yang harus diperhatikan. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Memilih Broker

Memilih Broker
Memilih Broker

Cara yang pertama yakni dengan memilih broker. Sekedar informasi, membeli saham pada sebuah perusahaan tak dapat dilakukan secara langsung. Misalnya ketika Anda ingin membeli saham dari PT Indofoof, maka Anda tak dapat langsung datang ke PT Indofood dan membeli saham mereka. Meski demikian, sebelum memilih broker, terdapat langkah yang juga harus dilalui.

1. Membuka Rekening Efek

Langkah pertama yakni dengan membuka rekening efek pada salah satu broker saham. Dalam hal ini, Anda juga harus mempertimbangkan secara matang agar tidak salah memilih broker. Dengan broker yang terpercaya, maka setiap proses pembelian saham dapat berjalan dengan mudah. Untuk memilih broker terpercaya, Anda dapat menggali informasi dari banyak sumber, misalnya dari teman dekat yang telah terjun ke dunia investasi saham hingga melalui rekomendasi broker di internet.

Selain itu, risiko terjadinya permainan harga yang terlalu ekstrim juga dapat diminimalisir. Sebagai saran, pilihlah broker saham yang support pada sistem trading maupun sistem customer service. Semakin banyak hal yang dapat dilakukan oleh broker dalam membantu Anda untuk menjalankan rencana investasi saham, semakin cepat pula Anda dapat memulai investasi ini.

2. Menghubungi Kantor Sekuritas Terdekat

Apabila sudah menemukan broker terpercaya, maka Anda dapat langsung datang ke kantor sekuritas yang terdapat di kota Anda. Namun jika ternyata di kota Anda tak terdapat kantor sekuritas, maka hubungi website perusahaan yang sahamnya ingin Anda beli. Hal ini karena sudah banyak sekali perusahaan sekuritas yang melakukan jual beli saham perusahaan via online.

Meski demikian, Anda juga harus berhati-hati dalam melakukan langkah ini mengingat tak sedikit oknum yang memanfaatkan hal tersebut demi mengeruk keuntungan pribadi.

3. Membuka Akun Broker

Langkah yang ketiga yakni membuka akun broker. Data-data yang perlu Anda siapkan adalah NPWP dan KTP. Apabila ternyata Anda masih belum memiliki NPWP, biasanya harus mencamtumkan surat pernyataan yang menerangkan bahwa calon investor belum memiliki NPWP.

Pada langkah ini, seorang broker akan membuatkan sebuah akun RDN (Rekening Dana Nasabah). Adapun bank yang biasanya bekerja sama dengan broker dalam pembukaan akun RDN adalah bank BCA dan bank Mandiri. Sekedar informasi, akun RDN merupakan akun yang berguna dalam menyimpan uang yang nantinya digunakan dalam bertransaksi saham. Selain itu, dana atau uang yang terdapat dalam akun RDN hanya dapat digunakan untuk bertransaksi saham saja.

Lantas berapa besaran nominal yang dibutuhkan untuk mengisi akun RDN? Mengenai hal ini, tiap perusahaan memiliki patokan yang berbeda-beda terkait besaran dana yang harus disetorkan. Namun biasanya nominal uang untuk akun RDN minimal sebesar 5 – 10 juta rupiah.

Memilih Saham

Memilih Saham
Memilih Saham

Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, maka Anda dapat mulai membeli saham. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara memilih sebuah saham yang cocok untuk dibeli dan memiliki prospek yang bagus ke depannya? Jawabannya ada pada ulasan berikut ini.

1. Pilih Saham yang Harganya Murah

Memilih saham dengan harga murah menjadi salah satu langkah paling tepat yang harus diperhatikan oleh setiap investor pemula. Contohnya adalah dengan jumlah uang yang sama, yakni 10 juta rupiah, si A membeli saham dengan harga 100/lembar (100 ribu lembar saham) dan si B membeli saham dengan harga 1000/lembar (10 ribu lembar saham).

Apabila harga kedua saham tersebut mengalami kenaikan sebesar 50 poin, maka harga saham si A akan menjadi 150/lembar dan si B 1050/lembar. Jika dikalikan dengan jumlah lembaran saham yang dimiliki, maka si A memiliki total saham dengan nilai 15 juta sedangkan total saham si B senilai 10,5 juta. Oleh karena itulah, disarankan bagi setiap investor pemula untuk mencari saham dengan harga yang lebih murah terlebih dahulu sebelum menginjak pada saham dengan nilai yang lebih tinggi.

2. Lihat Laporan Keuangan Perusahaan

Melihat laporan keuangan perusahaan juga menjadi salah satu cara membeli saham bagi pemula yang tak boleh dilewatkan. Hal ini akan sangat membantu proses analisis terkait perkembangan laba dan keuangan perusahaan tersebut. Dalam hal ini, Anda dapat mengawasi perkembangan saham perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa efek. Semakin sering saham perusahaan bertahan di bursa efek, maka prospek ke depan perkembangan saham perusahaan tersebut juga akan semakin baik. Selain itu, perusahaan dengan prospek perkembangan saham yang baik juga memiliki kemungkinan masuk dalam kategori saham blue chip yang dinilai lebih menguntungkan dibandingkan dengan saham perusahaan lainnya.

Selain itu, cek seluruh laba perusahaan setelah dipotong pajak. Lihat juga grafik perusahaan tersebut, apakah selalu naik setiap tahunnya. Apabila iya, maka jadikan saham perusahaan itu sebagai incaran saham yang ingin Anda beli.

3. Tentukan Tujuan Anda dalam Berinvestasi

Langkah selanjutnya yakni menentukan apakah Anda ingin berinvestasi dalam jangka panjang, 10 tahun ke atas, jangka menengah, 5 – 10 tahun, ataukah jangka pendek, di bawah 5 tahun. Dengan begitu, Anda dapat memutuskan untuk membeli saham perusahaan yang seperti apa.

Beli Saham

Beli Saham
Beli Saham

Setelah melewati berbagai langkah di atas, maka cara membeli saham bagi pemula adalah dengan langsung membeli saham dengan pertimbangan matang. Dengan membeli saham sebuah perusahaan, maka Anda telah menjadi salah satu owner pada perusahaan tersebut. Yang perlu Anda lakukan adalah memperhatikan bagaimana perkembangan saham sebuah perusahaan pada bursa efek dan pasar modal. Apabila nilai saham memiliki perkembangan cukup signifikan, Anda dapat memperbanyak pembelian saham pada perusahaan yang sama ataupun pada perusahaan lain yang memiliki prospek bagus.

Mempertimbangkan Kondisi Tepat dalam Menjual Saham

Setelah mengetahui cara membeli saham bagi pemula, Anda juga harus tahu bagaimana kondisi yang tepat dalam menjual saham yang Anda miliki. Pada beberapa kasus, alasan yang digunakan oleh investor dalam menjual saham adalah kebutuhan finansial yang terpaksa membuat saham tersebut harus dijual.

Membeli atau Menjual Saham
Membeli atau Menjual Saham

Untuk itu, sebaiknya ketika ingin menjual saham, pastikan bahwa harga saham lebih tinggi dibandingkan dengan nilai belinya. Setidaknya Anda harus memperhitungkan berapa keuntungan yang diperoleh ketika menjual saham tersebut.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui jika ingin membeli saham. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, maka upaya Anda dapat membeli saham dapat berjalan dengan lebih mudah. Semoga ulasan tentang cara membeli saham bagi pemula di atas bermanfaat.

Artikel Investasi Syariah ini dikenal, sbb :

cara membeli saham bagi pemula -cara membeli saham pt indofood -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *